Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Rumah Sakit Supreme 3



Semua anak buah Alex langsung membuat empat kelompok dengan rapi dan tenang tanpa ada seorang pun yang membuat kerusuhan.


Kini terlihat sudah empat kelompok yang berbaris dengan sangat rapi menanti arahan kembali dari Alex.


"Kelompok satu paling kananku dan kalian semua silahkan langsung lakukan yang terbaik untuk bos besar, khusus kelompok ke empat yang paling kiri, silahkan diam di tempat ada hal khusus yang ingin aku sampaikan kepada kalian." Ucap Alex menggunakan pengeras suara.


Tiga Kelompok langsung meninggalkan lapangan itu dan kelompok ke empat kemudian berpindah ke depan Alex mereka kembali berbaris dengan rapi.


"Kalian semua dengar baik baik, tugas kalian menghabisi semua anggota geng serigala, tetapi jangan sampai perbuatan kalian malah membuat masalah baru untuk bos besar nantinya, lakukan semuanya dengan teliti, rapi dan jika bisa buat seolah olah kecelakaan, target kalian bukan hanya manusianya saja namun termasuk dengan semua aset mereka, jika ada yang sampai tertangkap pihak kepolisian maka itu menjadi urusan kalian sendiri namun anak dan istri kalian akan aku tanggung biaya hidupnya, kalian sudah di berikan hidup yang sangat enak oleh Bos Besar jadi ini waktunya kalian menunjukkan pembalasan kalian, aku tunggu kabar baik kalian semua, apa kalian paham" ucap Alex dengan sangat tegas.


"Siap Bos" ucap mereka semua dengan kompak dan lantang.


"Bagus, segera bekerja dan segera berikan aku kabar baik" ucap Alex sambil melangkah meninggalkan lapangan itu.


Kelompok ke empat itu pun kemudian membentuk beberapa regu kecil lalu meninggalkan lapangan itu juga dan mereka langsung meninggalkan Villa Dago.


Alex kemudian duduk di ruang tamu rumah Sean Arthur sambil menyalakan sebatang rokoknya dengan pikiran yang sangat kacau.


Alex mengambil ponselnya lalu menghubungi Gunawan karena teringat dengan pasukan pembunuh milik Michael.


"Bos Gunawan, apakah anak buah michael ikut mengamankan Bos Besar" ucap Alex melalui ponselnya saat panggilan telepon itu tersambung.


"Alex, aku sudah mengerahkan beberapa tim untuk mengamankan rumah sakit dan menghabisi semua yang membuat kerusuhan semalam" jawab Gunawan melalui panggilan telepon itu.


"Saya juga sama, saya tidak peduli pokoknya geng serigala harus membayar mahal untuk ini, dan Bos Gunawan apakah anda tidak bisa mencari tahu dari mana mereka bisa mendapatkan bom bom itu" ucap Alex.


"Aku masih mencari informasinya tapi kelompok penembak jitu itu sudah berhasil aku temukan dan anak buah michael sedang mengejar mereka, nanti akan dibawa ke villa michael jika sudah ada yang bisa di tangkap hidup hidup namun jika tidak maka sudah aku perintahkan mereka agar menghabisi kelompok penembak jitu itu saja" ucap Gunawan.


"Lalu apa sudah ada kabar tentang kondisi bos besar" ucap Alex.


"Bos Besar dan yang lainnya masih di ruang Instalasi Gawat Darurat dan belum bisa kita lihat namun sepertinya bos besar sudah tidak kritis karena aku melihatnya melalui rekaman cctv milik rumah sakit supreme ini" ucap Gunawan.


"Oke, aku akan ke rumah sakit juga, aku benar benar kepikiran kondisi bos besar" ucap Alex.


"Jika kau memang tidak bisa tidur maka silahkan kesini tapi ingat disini sekarang banyak petugas kepolisian jadi jangan membuat masalah" ucap Gunawan mengingatkan.


"Beres itu, ya sudah aku kesana, tenang saja aku bawa sopirku saja jadi bisa tidur di perjalanan meskipun sebentar" ucap Alex sambil berdiri dan melangkah keluar dari ruang tamu rumah Sean Arthur itu.


"Oke aku tunggu disini, aku juga dalam mobilku sambil mengawasi rekaman cctv" ucap Gunawan dan panggilan telepon itu langsung di putus oleh Alex.


"Siap Bos" ucap anak buahnya itu sambil kemudian berjalan cepat ke garasi rumah Alex untuk mengambil mobil Alex.


"Bos maaf barusan ada drone melintas di atas kita" ucap salah seorang anak buahnya memberi laporan.


"Trus sudah kau lumpuhkan drone itu" ucap Alex.


"Sudah bos, dan sedang di bawa ke tim cyber" ucap anak buahnya itu lagi.


"Oke, pastikan tidak ada drone drone lagi serta koordinasikan dengan yang di luar agar bisa menangkap pengendali drone itu" ucap Alex.


"Siap Bos" jawab anak buahnya itu dengan sangat hormat.


"Aku pergi dulu, jika ada apa apa langsung kabari aku" ucap Alex sambil naik ke dalam mobilnya yang sudah datang dan  duduk di kursi penumpang belakang.


"Kita ke rumah sakit supreme, dan jika bisa nanti parkir di samping mobil bos gunawan, aku mau tidur dulu dan jangan bangunkan aku jika tidak ada hal penting" ucap Alex ke anak buahnya yang kini jadi sopirnya.


"Baik Bos" jawab anak buahnya itu sambil menjalankan mobil tersebut.


Alex langsung tertidur dengan pulas karena memang dia sudah sangat kelelahan dari semalam sama sekali belum beristirahat.


…..


Kembali ke Rumah sakit supreme….


"Bos Ardhi bagaimana kondisi bos besar" ucap Rico karena baru saja Ardhi di panggil oleh dokter yang menangani Sean Arthur.


"Bos dan yang lainnya selamat namun masih membutuhkan perawatan medis intensif, sebentar lagi bos dan yang lainnya juga akan di pindahkan ke ruang perawatan, namun hanya satu orang yang di perkenankan untuk menjaganya, pihak rumah sakit juga sudah menutup akses ke ruang vvip dan semua aksesnya juga di jaga pihak keamanan dan jug pihak kepolisian, jadi nanti kau dulu yang menunggui bos di ruang perawatan karena aku masih ada yang harus dikerjakan" ucap Ardhi yang terdengar oleh semua keluarga korban ledakan.


"Baik, saya akan mengabari bos Gunawan dan bos Alex kabar baik ini" ucap Rico sambil mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan ke Alex dan juga gunawan.


"Pak Ardhi apakah benar jika semuanya selamat?" Ucap salah seorang keluarga korban.


"Benar Bu, saya sudah bertemu semua korban dan mereka sudah sadar namun kita tidak di perkenankan untuk melihat mereka sekarang, sebentar lagi mereka akan di bawa ke ruang perawatan dan satu orang boleh mendampingi di dalam kamar, karena nantinya akan ada petugas kepolisian juga yang berjaga. Bapak ibu dan semuanya tidak perlu khawatir dengan biaya rumah sakit karena sudah di bayar oleh bos saya, dan perawatan lanjutan juga semuanya kami tanggung kok dan ada satu hal lagi tolong masing masing keluarga korban tuliskan nomor rekeningnya, saya akan memberikan sedikit dana untuk keperluan selama di rumah sakit ini siapa tahu pihak keluarga yang mendampingi pasien ingin berbelanja kebutuhan pribadinya" ucap Ardhi dengan sangat ramah.


Mereka terlihat kebingungan, di satu sisi mereka sangat senang keluarga mereka selamat dan sudah dibayarkan semua biayanya namun disisi lain mereka tidak sampai hati jika menerima kebaikan lagi dari Ardhi.