Sean Arthur | Bandung Mafia

Sean Arthur | Bandung Mafia
Mengintrogasi Pengkhianat 2



"Selain bawahanmu siapa lagi yang terlibat kau pasti tahu bukan" ucap Sean Arthur kembali.


"Sudah tidak ada lagi Bos, dan saya mohon Bos besar berkenan untuk hanya menghukum saya saja tidak dengan anak istri saya" ucap pria botak itu sambil bersujud di depan Sean Arthur namun Sean Arthur tidak menjawabnya melainkan meminta Rico untuk membawa Pria botak itu dan membawa satu lagi ke ruangannya itu.


Sama seperti sebelumnya Rico menyeret pria botak keluar dan tidak lama kemudian membawa satu orang lagi namun seorang perempuan yang juga dengan tangan terikat dan langsung menyuruh perempuan berusia 25 tahunan itu untuk duduk di lantai ruangan itu.


Dan wanita itu adalah wanita yang bekerja di rumahnya itu sebagai salah seorang pelayan dari sepuluh pelayan wanita lainnya.


"Kau sudah aku anggap saudariku sendiri kenapa kau berkhianat kepada ku, apakah kurang uang yang selama ini ku berikan" ucap Sean Arthur sambil melihat wajah wanita itu yang tidak menunduk melainkan menatapnya.


"Maafkan saya Bos, namun Bos Tomi berjanji kepada saya jika saya menuruti keinginannya untuk melaporkan semua tindakan Bos Rico maka dia akan mendekatkan saya untuk bisa menikahi Bos Dika" ucap wanita muda itu dengan datar sambil terus melihat ke Sean Arthur.


"Apakah kau mendapatkan uang dari Tomi" ucap Sean Arthur kemudian sambil kembali bersandar di kursinya tidak lagi mau melihat wajah wanita itu.


"Tidak Bos besar, karena saya memang menyukai Bos Dika dan saya berharap bisa menikahi Bos Dika, secara tidak sengaja saya seminggu yang lalu bertemu Bos Tomi di mall saat berbelanja kebutuhan rumah dan di sana mulai ada perjanjian antara kami" ucap wanita muda itu sambil terus melihat ke arah Sean Arthur.


"Kau tidak bisa membedakan baik dan buruk, rasa suka mu ke Dika bahkan membuat mu lupa siapa yang mengeluarkan mu dan orang tuamu dari kemiskinan, lalu siapa lagi yang memiliki kerjasama dengan Tomi" ucap Sean Arthur.


"Semuanya Bos, namun mereka rata rata mendapatkan uang senilai lima puluh juta seminggu lalu sedangkan saya hanya meminta bantuan untuk bisa menjadi istri bos Dika saja" ucap wanita muda itu sambil terus melihat Sean Arthur yang tidak lagi melihat kepadanya melainkan ke ponselnya membaca pesan yang tadi masuk.


Ucapan wanita muda itu kembali membuat wajah Rico memerah karena emosi karena sudah dua kali ini dia tertipu oleh mereka berdua.


"Rico bawa dia pergi dan coba bawa satu lagi kesini kita lihat apa lagi jawabannya" ucap Sean Arthur sambil terus membaca pesan masuk ke ponselnya itu.


Rico yang memang sudah kesal dengan wanita muda itu langsung menyeret wanita muda itu keluar dari ruangan kerja Sean Arthur dan tidak mengindahkan jeritan wanita muda itu demikian juga dengan Sean Arthur yang tetap fokus membaca pesan masuk dan membalasnya.


Pesan itu dikirim oleh Gunawan, anak buahnya yang tidak diketahui oleh Rico, Alex maupun Ardhi sampai saat ini dan keahlian Gunawan adalah penyadapan.


Gunawan memberikan sebuah informasi jika saat ini serigala ke tiga sedang sibuk membahas mengenai tidak ada kabarnya dari anak buahnya sejak kemarin dan Sean Arthur meminta bantuan Gunawan untuk terus mengawasi setiap pergerakan dari delapan serigala itu serta nomor nomor telepon yang sering mereka hubungi.


"Kau juga bekerja sama dengan musuhku, dengan siapa kau bekerja?" Ucap Sean Arthur dengan santai sambil melihat tukang kebunnya itu.


"Maafkan saya Bos Besar, Bos Tomi memberikan saya lima puluh juta rupiah seminggu yang lalu dan dia bilang hanya saya hanya di minta mengabarinya jika ada tindakan Bos Rico dengan membawa mobil lebih dari dua unit keluar dari rumah anda ini, jadi saya pikir ini tugas mudah dan tidak merugikan siapa pun" ucap pria itu dengan menundukkan kepalanya.


"Kapan kau terakhir kali mengabari Tomi" ucap Sean Arthur dengan santai.


"Maaf Bos Kemarin saya mengirim pesan singkat ke Bos Tomi, memberi tahu jika bos Rico keluar membawa tiga mobil jip putih namun bukan hanya saya kok yang memberikan pesan singkat seperti itu kepada Bos Tomi, semua anak buah Bos Rico juga ikut mengirim pesan termasuk yang sedang berjaga di luar ruangan kerja anda ini, tapi kenapa Bos Rico pilih kasih dan hanya menangkap kami saja" ucap Pria itu dengan sangat hormat sambil tetap menundukkan kepalanya.


"Apa kau yakin dengan ucapan mu itu" ucap Sean Arthur dengan sangat serius sambil mengambil kembali ponselnya dan langsung mengirimkan pesan ke Gunawan meminta data pesan singkat yang kemarin dikirim ke ponsel Tomi.


"Benar Bos, bahkan dia menghapus rekaman cctv anda yang kemarin anda bisa cek sendiri jika satu jam setelah anda pergi tidak ada rekamannya, karena saat itu kami semua mengirim pesan ke Bos Tomi dalam waktu yang nyaris bersamaan" ucap pria itu dengan hormat berbarengan dengan sebuah email massal ke ponsel Sean Arthur dan langsung di baca olehnya.


Pesan itu di kirim oleh Gunawan dan berisi transkrip pesan singkat yang masuk ke ponsel Tomi hari kemarin dan saat ini dan ternyata ucapan tukang kebunnya itu benar.


"Rico bawa dia dan sita semua ponsel anak buahmu, bawa semuanya ke ruang bawah tanah, jika melawan maka langsung habisi saja aku tidak peduli lagi meskipun meski pun rumahku ini penuh dengan darah mereka" ucap Sean Arthur dengan dengan sangat santai sambil bersandar kembali di kursinya dan kemudian mengirim pesan singkat ke Alex meminta alex datang bersama anak buahnya sebanyak yang bisa dia bawa.


"Baik Bos, saya akan melaksanakan perintah Bos" ucap Alex sambil berdiri lalu menyeret pria itu keluar dari dalam ruangak kerja Sean Arthur tanpa memperdulikan teriakan pria itu yang meminta maaf kepada Sean Arthur.


"Ardhi siapkan dana lima miliar rupiah dalam pecahan lima puluh ribu dan juga pecahan dua puluh ribu bawa ke rumah ku segera" ucap Sean Arthur yang menghubungi Alex saat Rico sudah menutup kembali pintu ruang kerjanya.


"Baik Bos, satu jam lagi saya akan sampai di rumah Bos, apakah ada lagi yang perlu saya bawakan untuk anda" ucap Ardhi melalui ponsel.


"Bawakan aku satu unit Lamborghini seperti milikmu juga dan nanti ganti semua mobil dan motor yang ada di sini" ucap Sean Arthur melalui ponselnya.


"Baik Bos satu jam lebih sedikit saya akan sampai di rumah anda" ucap Ardhi dengan hormat melalui ponsel.