
"Aku tidak tahu untuk saat ini, namun dengan petunjuk ini maka kita bisa mencari tahu keberadaan mereka, dan kita bisa menghabisi mereka satu persatu nantinya." Ucap Sean Arthur.
"Bos, bagaimana jika mereka kita serang langsung saja." Ucap Doni.
"Apa kau mau masuk penjara lagi." Ucap Sean Arthur.
"Tidaklah Bos, cukup dulu saja kami masuk penjara." Ucap Roni.
"Oleh karena itu maka kita harus bekerja dengan hati hati, jika perlu kita buat mereka mati perlahan saja, rencana ku adalah menyerang satu persatu markas mereka." Ucap Sean Arthur.
"Bos, bukankah dengan begitu mereka akan menyerang balik?." Tanya Doni.
"Itu benar, namun mereka akan lebih hati hati, namun ini jika kita bisa mengetahui bisnis mereka, jika tidak maka kita serang bersamaan saja dengan penembak jitu." Ucap Sean Arthur.
"Jadi anda ingin menghabisi tempat usaha mereka dulu dan menghancurkan satu persatu markas mereka, agar mereka kehabisan dana terlebih dulu yang akan secara tidak langsung akan melumpuhkan mereka juga." Ucap Doni.
"Aku ingin ada perpecahan di tubuh mereka, semua bekerja karena ada uang bukan, nah jika kita berhasil membuat mereka kehabisan uang bukankah mereka akan pecah." Ucap Sean Arthur.
"Kami paham Bos, tapi apakah kerusuhan kemarin itu akibat mereka juga." Ucap Roni.
"Kau benar, ada prediksi ku ke sana. Aku cukup yakin jika hanya geng serigala saja tidak mungkin bisa membuat kerusuhan di beberapa kota sekaligus bukan." Ucap Sean Arthur.
"Mereka ini rela mengorbankan nyawa anak buahnya hanya untuk uang dan kekuasaan, benar benar gila." Ucap Doni.
"Kau benar, mereka tidak peduli apapun yang penting buat mereka adalah uang uang dan uang, dari mana dan bagaimana, mereka tidak peduli sama sekali." Ucap Sean Arthur.
"Bos, apakah anak buah mereka sebanyak anak buah bos?." Tanya Roni.
"Aku tidak tahu, namun aku tidak ingin mengadu nya, aku ingin mereka binasa tanpa ada lagi orang orang ku yang meninggal dunia." Ucap Sean Arthur.
Mereka terus berbincang satu sama lain sampai akhirnya mereka sampai di villa naga.
"Kalian bersihkan dulu mobil dan badan kalian, baru kita ketemu di ruang makan untuk sarapan satu jam lagi." Ucap Sean Arthur sesaat sebelum turun dari dalam mobilnya.
"Siap Bos." Jawab Doni dan Roni.
Sean Arthur pun langsung menuju kamarnya dan dia memilih untuk membersihkan badannya terlebih dulu baru kemudian dia melangkah santai ke ruang makan.
Sesampainya di ruang makan ternyata sudah banyak sekali anak buahnya di sana yang menunggunya untuk sarapan termasuk dengan Doni, Roni, Gunawan dan juga Alex.
"Kalian semua jika soal makan pasti semangat ya." Ucap Sean Arthur sambil duduk di kursinya.
"Bos anda lama sekali kesininya, kami sudah sangat lapar nih." Ucap Doni sambil tertawa ringan.
"Ayo kita makan." Ucap Sean Arthur sambil mengambil lauk pauk yang dia inginkan.
Tidak ada lagi yang berbicara melainkan mereka asyik dengan menikmati makanan mereka saja.
Sean Arthur pun mulai menyalakan sebatang rokoknya pertanda jika dia sudah selesai dengan sarapannya dan semuanya juga mulai menyalakan sebatang rokok mereka.
"Bos, semua mobil anti peluru sudah datang, dan saya harap anda jika bepergian menggunakan mobil itu saja ya, keselamatan anda jauh lebih berarti untuk kami." Ucap Gunawan membuka obrolan mereka.
"Iya itu sudah pasti, dan untukmu nanti sore langsung lakukan cari lokasi mereka, aku harap kau bisa mengetahui lokasi markas markas mereka, karena aku sangat yakin jika mereka memiliki markas yang tidak jauh dengan lokasi kita." Ucap Sean Arthur.
"Saya sudah berhasil mengetahui beberapa sumber pemasukan mereka, dan jika bos mau semua perusahaan mereka bisa saya buat bangkrut." Ucap Gunawan.
"Bangkrutkan mereka, dan pastikan mereka benar benar bangkrut, jika bisa kau juga alihkan dana perusahaan mereka, tidak perlu ke rekening ku namun ke rekening mereka sendiri saja, lalu ungkap data datanya ke orang orang mereka, aku ingin ada perpecahan diantara mereka." Ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, nanti malam semua akan berubah dan mereka akan kehilangan banyak perusahaan." Ucap Gunawan.
"Bos, kenapa tidak ke rekening anda saja?." Tanya Roni.
"Roni, jika kita semua ada di sebuah perusahaan dan perusahaan kita bangkrut lalu ditemukan data jika rekening Alex tiba tiba menjadi berkali kali lipat apa yang akan kau lakukan?." Ucap Sean Arthur.
"Aku akan curiga dan akan meminta uang itu, jika dia menolak aku akan membunuhnya saja lalu merampas semua hartanya." Jawab Roni.
"Itu juga yang akan dilakukan oleh mereka, Serigala Asia ini bergerak di semua bidang, makanya mereka menguasai semua bisnis level bawah, dan setahu ku mereka tidak mempunyai modal yang cukup kuat untuk tetap mempertahankan semua anak buah mereka." Ucap Sean Arthur.
"Jadi anda akan memecah belah mereka, anda sungguh jenius Bos." Ucap Roni.
"Makanya aku jadi bos kalian, jika aku tidak lebih pintar dari kalian bisa bisa kalian mengkhianati ku bukan." Ucap Sean Arthur.
"Iya Bos, untungnya juga anda baik dan selalu adil kepada kami, jadi kami bisa nyaman bersama anda." Ucap Alex.
"Alex, apakah aman villa dago, jika kau ada disini?." Tanya Sean Arthur.
"Aman Bos, anak buah saya akan selalu melaporkan jika ada hal buruk terjadi disana, lagipula ini lebih baik agar Rico dan Ardhi bisa jadi lebih dewasa, karena jika aku ada disana terus, yang ada mereka akan selalu berlindung dan tidak berkembang." Jawab Alex.
"Ya ini juga untuk kebaikan mereka, Doni nanti tugas mu adalah memeriksa semua mobil anti peluru itu jangan sampai ada yang rusak dan menyusahkan kita nantinya." Ucap Sean Arthur.
"Siap Bos, nanti akan saya periksa semuanya.
"Roni tugas mu adalah menginterogasi ke empat tangkapan kita, pastikan kau mendapatkan informasi yang akurat ya." Ucap Sean Arthur.
"Baik Bos, saya akan pastikan informasinya akurat." Ucap Roni.
"Alex tugas mu membantu Doni saja, dan juga kau sekarang menjadi pemimpin para pengawal pribadi ku saja, jadi kau berikan strategi strategi pertempuran kepada mereka, karena mereka masih minim dalam hal ini." Ucap Sean Arthur.
"Saya siap Bos, saya akan membuat para pengawal pribadi anda menjadi pasukan perang dan saya akan lebih melatih kemampuan mereka." Ucap Alex.
"Satu hal lagi yang yang harus kalian ingat yaitu jangan pernah lelah dan lengah, karena dua hal itu akan membuat kita hancur." Ucap Sean Arthur.