
Ashley mengerjapkan matanya saat merasakan sebuah tangan yang sedang membelai wajahnya.
"Rich, kaukah itu?" Gumam Ashley yang masih setengah tersadar. Entah obat apa yang diberikan para pelayan tadi hingga Ashley merasakan badannya yang menjadi lemah dan tak bertenaga.
"Aku bukan Rich!" Geram suara seorang pria yang sepertinya terlihat marah.
Ashley berusaha sekuat tenaga untuk membuka matanya dan melihat pria yang sedang marah tadi.
Andrew!
"Hah!" Ashley langsung kaget dan hendak menyentak tangan Andrew. Namun kemudian Ashley sadar kalau tangan dan kakinya masih diikat seperti sebelum Ashley tertidur tadi.
"Hai, Sayang!" Sapa Andrew yang raut wajahnya tak lagi terlihat marah. Pria itu juga sudah mengulas senyum lebar pada Ashley. Namun tetap saja, bagi Ashley, senyuman Andrew terlihat menyeramkan.
"Lepaskan aku, Andrew!" Mohon Ashley pada Andrew. Ashley berusaha untuk melepaskan ikatan tangannya, namun tetap tak berhasil.
"Tentu saja aku akan melepaskan, Ashley!" Andrew kembali mengusap wajah Ashley dan wanita itu langsung memalingkan wajahnya.
"Kita akan menikah sebentar lagi," bisik Andrew selanjutnya pada Ashley.
"Aku sudah menikah!" Sergah Ashley tegas.
"Hanya pernikahan kontrak," Andrew tertawa sinis.
"Itu bukan pernikahan kontrak!" Sanggah Ashley cepat. Namun sekali lagi, Andrew tersenyum sinis pada Ashley.
"Kau tahu sesuatu, Ash?"
"Richard sudah menukarmu dengan sebuah mega proyek!" Bisik Andrew seraya tertawa mengejek pada Ashley.
"Dia sudah memberikanmu kepadaku, demi sebuah mega proyek yang akan membuag nama Alexander Group melambung! Pria itu gila kerja, dan kau itu hanya mainannya," sambung Andre4lagi yang langsung membuat Ashley menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin!"
"Richard tidak seperti itu!" Bantah Ashley tak percaya.
"Richard tidak seperti itu!" Andrew menirukan suara Ashley dengan geregetan.
"Kau saja yang tak kenal dengan Richard!" Andrew kembali mengejek Ashley. Pria itu mengeluarkan sebuah jarum suntik.
"Itu apa?" Tanya Ashley galak.
"Hanya obat penenang agar kau todak terus-terusan memberontak!" Andrew menangkup dagu Ashley dengan kasar.
"Karena aku tidak suka pada wanita yang suka memberontak!"
"Aku menyukai wanita kalem berhati lembut dan kau harus jadi wanita kalem-"
"Cuih!" Ashley meludahi wajah Andrew.
"Dasar baj*ngan!" Umpat Ashley pada pria di depannya itu.
"Kau!" Andrew yang merasa geram langsung melempar jarum suntiknya tadi dan menindih tubuh Ashley.
"Kau pikir akan bisa lepas dariku, hah?"
"Kau akan bsrada di istanaku ini! Terkurung selamanya disini, dan menjadi pemuas nafsuku!" Andrew sudah merobek bagian atas gaun Ashley, saat terdengar gedoran dari pintu kamar.
"Tuan Andrew! Tuan Andrew!"
"Brengsek!" Umpat Andrew yang langsung turun dari atas tubuh Ashley dan berjalan penuh amarah menuju ke pintu. Sementara Ashley yang merasa mendapat kesempatan segera berusaha melepaskan ikatan di tangannya.
Masih tak berhasil!
Ashley beralih ke ikatan kaki setelah wanita itu bangun dan duduk dengan susah payah.
Berhasil!
Ashley bergegas turun dari atas ranjang dan mencari sesuatu untuk menyerang Andrew. Apa saja dan matanya langsung tertumbuk pada vas kaca tinggi di atas meja. Masih dengan tangan terikat, Ashley mengambil vas itu lalu berlari cepat untuk menyerang Andrew yang sedang bicara serius dengan pengawalnya
"Tuan Andrew, awas!" Pengawal di deoan Andrew menyelamatkan Andrew dengan cepat dan pukulan Ashley meleset.
Andrew yang tersungkur di lantai, bangkit dengan cepat dan menjambak rambut Ashley.
"Ashley!"
"Ash!"
"Richard!" Ashley balik berteriak pada suaminya tersebut tak peduli pada Andrew yang kini mrnyeretnya menuju ke jendela kamar.
"Richard! Tolong aku!"
"Rich! Aku disini!" Ashley berteriak sekuat yang ia bisa saat tubuhnya ditarik keluar melalui jebdela oleh Andrew.
"Lepas!" Ashley terus betusaha untuk berontak dan meronta, hingga Andrew mengalungkan sebuah besi dingin di lehernya.
Tidak!
Itu sebuah pisau!
Andrew akan menggorok leher Ashley.
"Diam atau kau tidak akan pernah lagi berteriak memanggil nama suamimu itu!" Ancam Andrew seraya menggigit kecil telinga Ashley.
Dasar baj*ngan!
"Manis, Sayang! Yang lain pasti lebih manis!" Bisik Andrew lagi dengan nada srnsual sambil terus menarik Ashley entah kemana. Mereka berdua kini masuk ke rimbunnya perkebunan teh dan semakin jauh dari villa Andrew.
"Dasar baj*ngan!" Desis Ashley yang hanya membuat Andrew tertawa kecil. Andrew terus menarik mundur Ashley, saat tiba-tiba terdengar seruan darj seseorang.
"Angkat tangan! Kau sudah dikepung!"
"Lepaskan wanita itu!"
Dalam kegelapan malam, Ashley bisa melihat samar-samar beberapa anggota kepolisian yang mengepung Andrew dan dirinya.
"Ayo maju, dan aku akan menggorok leher wanita ini!" Ancam Andrew pada para polisi.
"Ashley!"
Suara itu!
Ashley melihat dalam keremangan malam, wajah Richard di antara para polisi.
"Rich! Tolong aku!" Cicit Ashley yang sekarang benar-benar ketakutan.
Andrew terus menarik Ashley mundur saat tiba-tiba tubuh pria itu sedikit terhuyung. Andrew terpojok dan tak sadar kalau di belakangnya ada sebuah jurang.
"Jangan mendekat!" Ancam Andrew lagi pada para polisi.
"Aku akan mendorongnya ke dalam jurang jika kalian maju satu langkah lagi!" Ancam Andrew lagi.
Para polisi diam di tempatnya dan tetap mengacungkan pistol ke arah Andrew yang menjadikan Ashley sebagai tamengnya.
"Ayo tembak!" Andrew tertawa mengejek dan menantang para polisi.
Sementara Ashley yang masih di lehernya masih teryempel posau Andrew, sedang menatap lekat wajah Richard di dalam kegelapan malam.
"Jangan lakukan itu!" Mohon Richard tanpa suara. Ashley seolah sedang berbicara pada Richard, meminta izin untuk melakukan serangan pada Andrew, dengan resiko Ashley akan ikut jatuh ke dalam jurang juga.
"Jangan lakukan!" Tatapan Richard memohon dan pria itu sudah menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Selamatkan aku!" Ashley berucap tanpa suara, dan dalam satu gerakan, kaki Ashley berhasil menjegal kaki Andrew hingga pria itu terhuyung dan kehilangan keseimbangan. Pisau lolos dari tangan Andrew meskipun sempat menggores leher Ashley, dan tubuh Andrew yang kehilangan pijakan, lalu jatuh ke jurang. Namun tangan Andrew masih sempat menggapai kaki Ashley hingga wanita itu ikut hilang keseimbangan serta pijakannya.
"Richaaard!!!"
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.