
Elleanor menghela nafas jengah mendengarkan percakapan Mom Fe dan Aunty Navya yang tak kehabisan bahan sejak tadi. Victor yang duduk di sebelah Elleanore juga sejak tadi sibuk dengan ponselnya sambil sesekali tersenyum sendiri.
Sedang chat bersama siapa, memangnya?
"Vic!" Tegur Aunty Navya pada Victor yang masih senyum-senyum sendiri seraya menatap ponselnya.
"Iya, Mi?" Jawab Victor seraya mengangkat wajahnya.
"Ajak Elleanore mengobrol atau jalan-jalan sana! Jangan dicueki begitu!" Titah Aunty Navya yang sepertinya geregetan pada sang putra.
"Mau jalan-jalan, El?" Tanya Victor tanpa ekspresi pada Elleanore.
"Nggak!" Tolak Elleanore malas.
"Udah, yuk! Nggak boring memangnya disini?" Victor sudah bangkit berdiri dan menarik tangan Elleanore.
"Ck! Aku sedang males, Vic!" Gerutu Elleanore berbisik-bisik pada Victor.
"Udah ikut aja! Aku mau ketemu Cecil!" Bisik Victor lagi tetap menarik lengan Elleanore, lalu mengajak gadis itu keluar dari kediaman Alexander.
"Hah? Terus aku kamu suruh jadi obat nyamuk?" Cecar Elleanore bersungut pada Victor saat mereka sudah di teras rumah.
"Kamu shopping, kek! Makan, kek, jalan-jalan sendiri, kek!" Jawab Victor memberikan solusi. Sementara Elleanore hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Tapi ngomong-ngomong, kamu udah jadian sama Kak Cecil?" Tanya Elleanore kepo.
"Belum ada status, sih." Victor menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Tapi kami sama-sama nyaman aja," lanjut Victor lagi.
"Yaudah! Jadian sana! Trus lapor sana Aunty!" Saran Elleanore penuh semangat.
"Trus perjodohan kita?" Tanya Victor yang sepertinya terbebani dengan rencana perjodohan yang selalu digembar-gemborkan oleh Aunty Navya.
"Mami kan selalu meng-klaim kalau menantunya itu adalah kamu!" Sungut Victor selanjutnya.
"Tapi kamu beneran cinta sama Kak Cecil?" Tanya Elleanore memastikan. Victor tak langsung menjawab dan menatap sejenak ke dalam netra Elleanore.
"Kalau itu hanya kenyamanan sesaat, mending jangan kamu terusin, Vic! Kak Cecil itu suka sama kamu, jadi kamu jangan mempermainkan persaannya!"
"Jujur aja kalau misalnya kamu-"
"Aku nggak ada niat mempermainkan perasaan Cecil, El!" Sergah Victor memotong tuduhan Elleanore.
"Aku juga menyukai Cecil dan mungkin sudah jatuh cinta padanya. Tapi Mami..." Victor lagi-lagi merasa frustasi.
"Nanti aku bantuin ngomong sama Aunty Navya, ya!" Hibur Elleanore seraya mengusap lengan Victor dan memberikan semangat. Victor langsung mengulas senyum dan memeluk Elleanore sebagai ucapan terima kasih.
Namun sialnya, adegan itu malah dilihat oleh Cecilia yang baru datang ke kediaman Alexander untuk menemui Elleanore.
"Elleanore!" Teriak Cecilia marah bersamaan dengan Elleanore yang buru-buru melepaskan pelukan Victor.
Aduh!
Elleanore masih bisa melihat raut kemarahan di wajah Cecilia, sebelum kemudian gadis itu berbalik pergi dan masuk lagi ke dalam mobilnya.
"Kak Cecilia, tunggu!" Seru Elleanore seraya mengejar mobil Cecilia yang sudah dengan cepat tancap gas meninggalkan kediaman Alexander.
"Kak Cecil!" Teriak Elleanore lagi seraya ngos-ngosan karena berlari hingga gerbang depan. Namun mobil Cecilia menghilang dengan cepat di ujung kompleks dan tak mempedulikan teriakan Elleanore
Beep beep!
Mobil Victor sudah menghampiri Elleanore.
"Masuk!" Titah Victor pada Elleanore yang buru-buru masuk ke dalam mobil pria tersebut.
"Kak Cecil pasti salah paham," pendapat Elleanore merasa sangat bersalah.
"Ya, dia memang cemburuan," jawab Victor seraya tertawa kecil.
Victor terus melajukan mobilnya ke arah rumah Cecilia.
"Kau tahu kira-kira Kak Cecil kemana?" Tanya Elleanore seraya berpegangan karena Victor yang menyetir sudah seperti pembalap.
"Pulang, mecahin koleksi vas kesayangan Aunty Claudia, lalu melempar-lempar bantal sofa. Lalu masuk ke kamar dan mengacak-acak kamarnya sampai tak karuan," jawab Victor yang langsung membuat Elleanore menganga.
"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Elleanore penasaran.
"Aku hanya menebak dan aku sendiri juga tidak tahu!" Kekeh Victor yang langsung membuat Elleanore mendengus dan memukul lengan pria itu.
"Auw! Jangan barbar begitu!" Decak Victor yang sudah mulai memperlambat laju mobilnya karena di depan ada antrean kendaraan.
"Ada apa, sih?" Tanya Elleanore yang mendadak merasa khawatir.
"Nggak tahu. Sepertinya kecelakaan," Victor ikut khawatir dan ingat pada Cecilia yang tadi mengemudikan mobil seolah tak punya rem.
"Aku cek sebentar!" Victor sudah melepaskan sabuk pengamannya dan keluar begitu saja dari mobil meninggalkan Elleanore yang hanya melongo.
Victor terus merangsek ke depan menembus jalanan yang penuh oleh mobil dan motor, saat kemudian pria itu melihat mobil putih Cecilia yang sudah ringsek dan melintang di jalan.
"Sial!" Umpat Victor yang semakin merangsek ke depan untuk melihat kondisi Cecilia.
"Cecilia!" Teriak Victor bersamaan dengan tim medis yang sudah membawa sebuah brangkar dimana Cecilia terbaring di atasnya.
"Cecilia!" Victor buru-buru menghampirinya Cecilia yang kondisinya lumayan parah.
"Masih. Kemungkinan ada cedera di kaki karena tadi sempat terjepit." Jelas salah satu tim medis yang dengan cepat memasukkan Cecilia ke dalam ambulans.
"Aku ikut!" Ucap Victor yang ikut masuk begitu saja ke dalam ambulans.
"Maaf, ini khusus pasien!"
"Aku pacarnya! Cepat jalan dan selamatkan gadis ini!" Gertak Victor galak pada supir ambulans.
Tak ada bantahan lagi dan mobil ambulans segera melaju ke rumah sakit agar Cecilia bisa segera mendapatkan perawatan.
"Victor!" Elleanore yang sekilas melihat Victor di dalam ambulans mendadak merasa panik.
"Kak Cecil kenapa, ya?" Elleanore dengan gemetar membuka ponselnya dan menghubungi Aunty Claudia. Gadis ity juga mengedarkan pandangannya demi mencari transportasi yang sekiranya bisa mengantarnya ke rumah sakit. Mobil Victor masih terjebak kemacetan tadi.
"Halo, El!" Sapa Aunty Claudia ramah dari ujung telepon.
"Aunty, Kak Cecil-" Elleanore bingung harus mulai bicara darimana.
"Oh iya! Cecilia tadi pamit ke rumahmu katanya mau mengajak kamu ke mall atau kemana tadi. Dia sudah sampai?"
"Sudah. Tapi Kak Cecil pergi lagi karena salah paham. Dan sekarang mobil Kak Cecil mengalami-"
"Cecil!" Teriak Aunty Claudia tiba-tiba dari ujung telepon, Padahal Elleanore belun menyelesaikan laporannya.
"Cecilia kecelakaan, El! Mobilnya-" Suara Aunty Claudia terdengar histeris sekaligus panik. Elleanore melihat ke aran mobil Cecilia yang sedang diliput sebuah saluran berita televisi.
Astaga! Langsung masuk televisi ternyata.
"Kak Cecil tadi dibawa ambulans ke rumah sakit, Aunty!" Cecilia melapor pada Aunty Claudia yang entah di dengar entah tidak karena setelahnya telepon langsung terputus.
"Ck!"
Elleanor akhirnya kembali ke mobil Victor karena kemacetan juga sudah mulai terurai perlahan setelah polisi lalu lintas datang. Elleanore mengemudikan mobil Victor dengan sabar menunggu antrean, sebelum akhirnya gadis itu bisa melaju ke arah rumah sakit.
"Kak Cecil! Maafkan Elleanore!"
****
Sudah banyak orang di rumah sakit saat Elleanore tiba. Ada Aunty Claudia yang sedang menangis di pelukan Uncle Aaron dan ada Victor yang sedang tertunduk lesu di sudut kursi tunggu.
"Kondisi Kak Cecil bagaimana?" Tanya Elleanore yang sudah menghampiri Victor dengan cepat.
"Kakinya patah dan sedang dioperasi. Selebihnya dia baik-baik saja karena airbag mobil sempat terbuka. Hanya kakinya yang terjepit dan patah," jelas Victor pada Elleanore.
Elleanor ganti menghampiri Aunty Claudia dan Uncle Aaron.
"Aunty," panggil Elleanore lirih.
"El!" Aunty Claudia ganti memeluk Elleanore.
"Kak Cecil akan baik-baik saja dan pasti cepat pulih, Aunty!" Hibur Elleanore yang hanya membuat Aunty Claudia mengangguk.
"Jadi tadi Cecilia belum sampai di rumah kamu?" Tanya Uncle Aaron memastikan.
"Sudah, Uncle!" Jawab Elleanore tergagap.
"Tapi Kak Cecil balik pergi lagi karena dia melihat El berpelukan dengan Victor," Elleanor sedikit meringis.
"Victor yang itu?" Uncle Aaron memastikan dan menunjuk ke arah Victor yang masih berada di sudut kursi tunggu.
"Itu bukannya keponakan Melody? Yang kata Felichia mau dijodohkan dengan Elleanore?" Cecar Aunty Claudia pada Uncle Aaron.
"Iya, itu calon suami Elleanore-"
"Bukan, Uncle!" Sanggah Elleanore cepat.
"Kak Cecilia menyukai Victor, dan Victor juga menyukainya Kak Cecilia. Jadi El dan Victor berencana membatalkan perjodohan kami," jawab Elleanore membeberkan rencananya.
"Apa katamu tadi? Cecilia menyukai pria itu?" Tanya Aunty Claudia yang sepertinya shock.
"Tidak usah lebay, Clau! Putri kita sudah dewasa!" Sergah Uncle Aaron seraya mengusap pundak Aunty Claudia.
"Tapi nanti bagaimana kalau Mom dan Dad kamu mengira Cecilia-"
"Elleanore juga tak ada perasaan apapun pada Victor, Aunty!" Sergah Elleanore cepat dengan wajah yang terlihat bersungguh-sungguh.
"Dan soal perjodohan itu sebenarnya Elleanore juga keberatan. Tapi Aunty Navya yang terus saja memaksa," Elleanore melanjutkan curhatnya.
"Jadi nanti Elleanore yang akan menjelaskan pada Mom dan Dad, serta Aunty Navya," Lanjut Elleanore menenangkan Aunty Claudia.
Aunty Claudia mengangguk-angguk bersamaan dengan seorang dokter yang keluar dari ruang operasi dan melaporkan operasi kaki Cecilia yang sudah selesai dan berjalan lancar. Semua orang langsung mengucap syukur.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.