
"Aaaaaarrrghhh!!" Gika menjerit tak karuan saat Tiffany merem*s lengannya hingga mungkin akan patah sebentar lagi.
"Kenapa kau yang menjerit? Aku yang kesakitan sekarang!" Tiffany ganti memukul lengan Gika dengan barbar. Demi apapun, ini bukan ruang persalinan. Ini adalah ring tinju karena Tiffany tak berhenti memukul, mencubit, hingga menjambak Gika demi meluapkan rasa sakit akibat kontraksinya.
"Lenganku akan putus jika kau rem*s sekuat itu!" Cicit Gika yang raut wajahnya benar-benar membuat para dokter dan suster yang sedang membantu Tiffany melahirkan jadi menahan tawa.
"Biar kau ikut merasakan yang aku rasakan!" Ujar Tiffany geram sebelum kemudian wanita itu meringis pagi karena kontraksi yang semakin kuat.
"Kau yang membuatku jadi begini!"
"Iiiihhhh!" Tiffany ganti menggigit lengan Gika sampai pria itu menjerit-jerit.
"Dokter, tidak bisakah perut istri saya dibelah saja agar bayinya cepat keluar?" Jerit Gika yang tangannya sudah memerah dan ada bekas gigi seri Tiffany. Rasanya langsung cenat-cenut tak karuan.
"Tidak bisa, Pak! Ini posisi kedua bayinya sudah bagus sekali dan pembukaan hampir lengkap. Bu Tiffany sangat bisa melahirkan secara normal," jelas dokter panjang lebar yang benar-benar membuat Gika ingin menangis. Bisa-bisa nanti saat kedua bayi Gika lahir, badan dan wajah Gika sudah biru-biru semua akibat ulah barbar Tiffany.
"Pembukaan sudah lengkap," ucap Dokter pada Tiffany yang masih sibuk menjambak dan menggigit Gika hingga suaminya itu sudah pasrah sekarang.
Dokter membimbing Tiffany agar mulai mengejan dan Gika hanya bisa merelakan tubuh serta wajahnya mebjadi samsak tinju untuk Tiffany yang sedang berusaha melampiaskan rasa sakitnya.
Sabar, Gika!
Sedikit lagi!
Jangan pingsan!
"Oweek!" Bayi pertama Gika dan Tiffany yang berjenis kelamin perempuan akhirnya berhasil keluar.
Namun perjuangan Tiffany masih berlanjut dan wanita itu kembali merem*s lengan Gika yang hendak melihat bayinya.
"Yang satu belum keluar!" Tiffany menggeram pada Gika sembari kembali mengejan hingga akhirnya bayinkedya Tiffany dan Gika yang berjenis kelamin laki-laki menyusul keluar.
"Akhirnya!" Gika bersorak gembira dan langsung mendekap Tiffany yang sepertinya sudah lemah dan kehabisan tenaga. Wanita itu tak lagi bersikap barbar, dan kini malah ganti berurai airmata.
"Hei, kau kenapa?" Tanya Gika yang langsung menghapus airmata Tiffany yang bercucuran.
"Apa aku baru saja menjadi seorang ibu?" Tanya Tiffany yang sepertinya masih tidak oercaya kalau ia baru saja melahirkan sepasang bayi kembar.
"Ya! Jawab Gika yang ikut berkaca-kaca karena bahagia. Perawat membawa dua bayi Tiffany dan Gika, lalu meletakkan keduanya di dada Tiffany.
"Lihat! Gika junior dan Tiff junior!" Mata Gika berbinar bahagia saat melihat dua makhluk mungil yang kini menggeliat di dada Tiffany tersebut.
"Mereka cantik dan tampan," puji Tiffany yang langsung dijawab Gika dengan anggukan kepala.
"Mau memanggilnya siapa?" Tanya Gika selanjutnya seraya mengecup kening Tiffany.
"Yang kemarin."
"Griffin dan Gwyneth." Gumam Gika seraya mengusap bergantian pipi kedua bayinya.
"Griff dan Gwen," timpal Tiffany menyebutkan nama panggilan si kembar.
"Terima kasih," ucap Gika tulus sambil kembali mengecup kening Tiffany.
"Terima kasih atas perjuanganmu, Sayang!"
****
"Aaaaaak! Suapi lagi!" Rengek Ashley pada Richard yang sejak tadi tak berhenti menyuapi Ashley.
"Kau sudah makan banyak, Ash! Bagaimana kalau kau sakit perut?" Cecar Richard khawatir.
"Aku masih lapar!"
"Aduuuh!" Ashley meringis sevehtar saat kontraksi itu kembali datang.
"Sudah cukup!"
"Belum, Rich! Aku masih lapar, ihh!" Ashley mengambil kue yang tadi disuapkan Richard, lalu melahapnya sekaligus.
"Ashley, pelan-pelan!" Richard buru-buru mengambil tisu untuk membersihkan kue yang belepotan di sekitar bibir Ashley.
"Minum!" Ashley berbicara tanpa suara karena sepertinya kesulitan menelan kue. Richard buru-buru mengambilkan minum untuk istrinya tersebut dan membantunya minum sekalian.
"Sudah yang makan, Bu? Ini bukaannya sudah lengkap," ucap dokter yang akan membantu persalinan Ashley.
"Ah iya, Dok! Saya bersin sebentar!" izin Ashley yang bersiap untuk bersin.
"Hatchi! Hatchi!"
"Oweek!"
Ashley baru selesai bersin saat bayinya ternyata sudah keluar dengan sangat mudah. Richard sampai terperangah dibuatnya.
"Selamat, bayinya perempuan," lapor dokter seraya menunjukkan bayi Ashley yang berjenis kelamin perempuan.
"Yeaaay! Ashley junior!" Sorak Ashley yang langsung merangkul Richard yang masih terbengong-bengong karena proses lahiran Ashley yang sangat-sangat mudah. Bahkan tak ada drama mengejan atau teriak-teriak. Hanya bersin dan bayinya sudah lahir.
Luar biasa!
"Apa?" Tanya Richard bingung.
"Kau sudah jadi ayah!" Ashley mengecup pipi Richard dengan lebay.
"Bayi kita?"
"Perempuan," jawab Ashley bersamaan dengan seorang perawat yang sudah membawa bayi Ashley dan meletakkannya di dada ibu muda tersebut.
Kesadaran Richard seolah pulih, dan pria itu langsung tersenyum dengan sangat lebar sambil mengusap pipi merah bayi mungilnya.
"Hai, Casey!"
"Kau cantik seperti Mom!" Sapa Richard pada sang putri.
"Siapa tadi?" Tanya Ashley yang tak menduga kalau Richard ternyata sudah menyiapkan nama untuk sang putri.
"Casey. Bagaimana menurutmu?" Tanya Richard meminta pendapat Ashley.
"Nama yang bagus. Nama tengahnya boleh Lucya?" Ashley mengajukan usul.
"Boleh," jawab Richard seraya mengecup kening Ashley.
"Welcome to the world, Casey Lucya Alexander!"
****
"Mom!" Elleanore menghampiri Mom Fe yang masih menunggu dibdepan ruang operasi Alsya. Kehamilan Alsya yang masuk kehamilan beresiko tinggi, membuat Alsya harus menjalani operasi cesar demi keselamatan menantu Mom Fe itu beserta kedua bayinya.
"Bayi Kak Tiff dan bayi Kak Ashley sudah lahir!" Elleanore memeluk erat Mom Fe yang juga langsung tersenyum haru.
"Bayi Ashley?" Tanya Mom Fe yang sudah sangat penasaran denagn jenis kelamin bayi Richard dan Ashley.
"Perempuan!" Jawab Elleanore dengan mata berbinar.
"Kak Tiff dan Abang Gika dapat sepasang," Elleanore melanjutkan laporannya masih dengan mata yang berbinar.
Disaat bersamaan, pintu kamar operasi dibuka dari dalam dan Naka keluar dengan mata yang masih berkaca-kaca karena bahagia. Naka langsung memeluk Mom Fe dan tak berhenti menggumamkan ucapan syukur.
"Semuanya lancar?" Tanya Mom Fe pada sang putra.
"Iya, Mom! Adiknya Sunny laki-laki ada dua dan semuanya sehat, lengkap, sempurna."
"Kondisi Alsya juga sudah stabil dan hanya tinggal pemulihan," jelas Naka yang langsung membuat Mom Fe dan Elleanore mengucapkan rasa syukur.
"Fe, apa kami terlambat?" Dad Dean yang baru datang bersama Opa Bowles langsung disambut oleh Elleanore.
"Opa Dean!" Elleanore berseru lebay.
"Bayi Tiff sudah lahir?" Tanya Opa Bowles tak sabar.
"Sudah, Opa. Sepasang laki-laki dan perempuan," jelas Mom Fe seraya membimbing Opa Bowles agar duduk di kursi.
"Dad sudah menghubungi pihak rumah sakit dan mknta agar nanti kamar perawatan Ashley, Tiff, dan Alsya dijadikan satu saja. Agar kita semua bisa berkumpul dan tidak perlu bolak-balik," terang Dad Dean pada semuanya.
"Dad memang yang terbaik!" Tukas Elleanore yang langsung memeluk Dad Dean.
"Papa!" Panggil Sunny yang baru datang bersama Hendy. Dua remaja itu bahkan masih mengenakan seragam sekolah mereka.
"Adik Sunny sudah lahir, Pa?" Tanya Sunny tak sabar.
"Sudah! Masih diobservasi di dalam. Nanti kalau sudah dipindahkan ke kamar perawatan, Sunny bisa melihatnya, ya!" Terang Naka seraya mengusap kepala sang putri sambung.
"Laki-laki semua?" Tanya Sunny lagi.
"Iya!" Jawab Naka seraya tersenyum bahagia.
"Pasti ganteng-ganteng seperti Papa!" Sunny langsung menghambur ke pelukan Naka.
"Siapa namanya, Bang?" Tanya Hendy kepo.
"Alkasya dan Kasyana," jawab Naka.
"Alka dan Kasya. Nama yang bagus!" Puji Mom Fe yang langsung menemukan nama panggilan untuk kedua cucunya.
.
.
.
Mikirin nama buat cucunya Dean udah ngalahin emak-emak mau lahiran 🤣🤣🤣
Terima kasih yang sudah memberikan saran dan masukan kemarin. Anaknya Richard satu dulu karena nanti bakal ada kejutan 🤭🤭
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.