Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
MAU KEMANA?



"Alsya tidak hamil, Mom! Alsya sudah pakai kontrasepsi dan kebetulan sekarang sedang ada tamu bulanan," jelas Alsya saat Mom Fe memberikan testpack pada Alsya. Mom Fe terlihat menarik nafas lega setelah mendengar penjelasan Alsya yang ternyata lebih berhati-hati. Mungkin karena sudah pengalaman juga.


"Kenapa mendadak menyuruh Alsya melakukan tes kehamilan, Mom?" Tanya Naka heran.


"Ashley dan Tiff," jawab Mom Fe lirih.


"Mereka positif lagi?" Tebak Alsya yang langsung membuat Mom Fe mengangguk.


"Mom sebenarnya senang, hanya saja masih sedikit kaget karena mereka hamilnya barengan lagi," ujar Mom Fe lagi seraya geleng-geleng kepala.


"Sepertinya mereka memang selalu sehati, Mom!"


"Atau mungkin Gika dan Abang Richard janjian saat membuatnya dan tidak mengajak Naka," kekeh Naka yang langsung berhadiah cubitan dari Alsya.


"Iya, enggak! Kita kan udah punya tiga," Naka mencium pipi Alsya.


"Baiklah kalau begitu. Berarti kamu tidak ikut-ikutan hamil kali ini, ya!" Mom Fe memastikan sekali lagi.


"Enggak, Mom! Alsya akan fokus menyusui Kasya dan Alka dulu," jawab Alsya seraya tersenyum.


"Dan pemulihan bekas operasimu kemarin itu juga penting," Mom Fe menepuk pundak sang menantu.


"Iya, yang itu juga." Alsya tertawa kecil.


"Kasya dan Alka masih tidur?" Tanya Mom Fe selanjutnya pada Alsya dan Naka.


"Masih, Mom! Baru selesai minum ASI tadi. Langsung lelap," jawab Naka.


"ASI lancar, kan? Atau kewalahan menyusui Kasya dan Alka? Tiff sudah kewalahan dan dibantu sufor ditambah sekarang malah hamil lagi," Mom Fe tertawa kecil.


"Sejauh ini masih cukup, Mom. Semoga ke depannya begitu," jawab Alsya penih harap.


"Penting jangan stress dan makan yang bergizi. Pasti bisa, ya!" Mom Fe memberikan semangat.


"Iya, Mom!"


"Kamu harus memberikan dukungan terus, Naka! Pokoknya jamgan sampai Alsya stress atau kelelahan. Kalau begadang ditemani," mom Fe ganti menasehati Naka.


"Iya, Mom! Ini Naka temani terus, dan cuma Naka tinggal kerja saja kalau siang," tukas Naka sedikit pamer.


"Baguslah kalau begitu! Kalian lanjut istirahat saja mumpung si kembar tidur," pungkas Mom Fe sebelum kemudian Mom empat anak itu berlalu pergi.


"Istirahat," Naka mencerukkan kepalanya di leher Alsya.


"Sedang palang merah, Papa Naka!" Ujar Alsya mengingatkan.


"Yang ini tidak palang merah, kan?" Naka mengusap bibir Alsya yang langsung menyunggingkan senyum.


"Sebentar saja!" Bisik Naka selanjutnya pada Alsya.


"Sepertinya tidak akan sebentar," Alsya tertawa kecil dan menutup pintu kamar, lalu menguncinya sekalian.


"Aku lihat si kembar dulu," izin Alsya seraya menghampiri box bayi Alka dan Kasya. Alsya membenarkan selimut kedua bayi kembarnya tersebut.


"Aku tunggu di kamar mandi, Sayang!" Seru Naka yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandi, meninggalkan Alsya yang masih sibuk mengusap-usap pipi kedua bayi kembarnya.


****


"Sudah semua? Tidak ada yang ketinggalan?" Tanya Mom Fe memastikan.


"Tidak ada, Mom! Elleanore sudah memeriksanya tadi," jawab Elleanore yakin. Mom Fe langsung memeluk putri bungsunya tersebut.


"Hati-hati di sana! Jaga diri. Jangan telat makan, dan tetap jaga kesehatan," pesan Mom Fe panjang lebar.


"Iya, Mom!"


"Mom juga jaga kesehatan disini," Elleanore balik berpesan pada Mom Fe yang hanya mengangguk.


"Kita pergi sekarang?" Tanya Naka yang sore ini akan mengantar Elleanore ke titik kumpul.


Naka segera mengambil tas Elleanore, dan berjalan duluan ke arah mobil. Sedangkan Elleanore mengekor di belakang masih sambil merangkul Mom Fe.


"El!" Panggil Richard saat Elleanore hendak masuk ke dalam mobil Naka. Richard yang baru pulang dari kantot, langsung menghampiri adik bungsunya tersebut dan memeluknya dengan erat.


"Sudah mau pergi?" Tanya Richard.


"Iya, Bang! Diantar sama Abang Naka." Elleanore menunjuk ke arab Naka yang sudah siap.


"Ya sudah, hati-hati! Jaga kesehatan di sana!" Pesan Richard seraya mengacak rambut sang adik.


"Kak Ashley tidur tadi habis muntah-muntah. Baby Casey sama Embak di taman," jelas Elleanore memberitahu Rich yang hanya mengangguk.


"El pergi dulu. Bye!" Pamit Elleanore sekali lagi pada Mom Fe dan Richard sebelum gadus itu masuk kd dalam mobil Naka. Tak berselang lama, mobil sudah melaju meninggalkan kediaman Alexander.


Edward yang sejak tadi berada di dalam mobil Richard, akhirnya turun setelah mobil Naka melaju pergi. Edward sebesar sedang bertanya-tanya Elleanore tadi hendak kemana karena gadis itu membawa tas besar. Apa Elleanore mau berlibur?


"Sore, Aunty!" Sapa Edward sopan pada Mom Fe.


"Sore, Ed!"


"Aunty masuk dulu," pamit Mom Fe seraya meninggalkan Edward dan Richard di teras.


"Kau ke ruang kerja dulu saja, aku akan melihat Ashley dulu!" Ujar Richard yang sudah ikut berlalu pergi sebelum Edward sempat bertanya Elleanore tadi kemana.


Ck!


Edward harus bertanya pada siapa sekarang?


Edward akhirnya melangkah masuk ke kediaman Alexander dan langsung menuju ke ruang kerja Richard, saat kedua netranya tak sengaja melihat Hendy yangvbaru turun dari tangga.


Edward menghentikan langkahnya dab ganti memanggil remaja tiga belas tahun tersebut.


"Hendy!" Panggil Edward yang langsung membuat Hendy menoleh.


"Abang Ed! Ada apa?" Tanya Hendy yang sudah menghampiri Edward.


"Elleanore kemana tadi? Kok bawa-bawa tas?" Tanya Edward to the point.


"Mau jadi relawan di lokasi bencana," jawab Hendy yang langsung membuat Edward kaget.


"Relawan?"


"Iya, Bang! Tadinya Hendy juga pengen ikut, tapi masih belum cukup umur," Hendy tertawa kecil.


"Lalu Elleanore jadi relawan bersama siapa? Dia tidak pergi sendiri, kan?" Tanya Edward yang mendadak merasa khawatir. Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Elleanore?


"Sama teman-teman satu komunitas, Bang! Ada beberapa orang kata Mom." Jelas Hendy yang tak lantas membuat Edward merasa lega. Edward masih khawatir.


"Ed!" Panggil Richard yang kini sudah menggendong Bayi Casey.


"Aku pikir kau sudah ke ruang kerja. Masih ngobrol bersama Hendy?"


"Iya, ini aku baru mau masuk ke ruangamu," jawab Edward yang hanya menyapa bayi Casey sekilas, lalu langsung berlalu ke arah ruang kerja Richard.


Benar kata Ashley!


Edward memang kaku pada anak-anak!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.