Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
RAHASIA TIFF



Ashley sedang menemani adik-adiknya di panti asuhan, saat sebuah mobil masuk ke halaman panti asuhan Kasih Bunda.


Tiffany yang tadinya hendak menyusul Ashley, segera mengurungkan niatnya dan berbalik masuk ke dalam panti asuhan setelah melohat mobil hitam tadi. Gadus itu langsung mengunci diri di kamar dan menutup semua tirai serta jendela.


Sementara Ashley langsung menghampiri seorang pria yang hampir seluruh rambutnya sudah memutih yang keluar dari dalam mobil.


"Opa!" Sapa Ashley yang langsung memeluk Tuan Bowles, salah satu donatur tetap untuk panti asuhan Kasih Bunda.


"Ash! Kau semakin cantik!" Puji Tuan Bowles pada Ashley yang langsung tersipu.


"Opa juga semakin tampan!" Ashley balik memuji pria tua tersebut.


"Opa bawa banyak oleh-oleh," ujar Tuan Bowles selanjutnya pada Ashley.


"Yess!" Sorak Ashley yang langsung mengajak adik-adiknya untuk membongkar bagasi mobil Tuan Bowles dan mengeluarkan semua oleh-oleh yang dibawa pria tua dermawan tersebut. Ada makanan, camilan, mainan, dan juga beberapa buku cerita untuk tambahan koleksi di perpustakaan mini panti asuhan.


Tuan Bowles sendu sudah menghilang ke dalam panti untuk bertemu kepala panti asuhan.


Di saat bersamaan, Tiffany akhirnya keluar namun gadis itu sudah memakai helmm fullface di kepalanya.


Memang tidak sumpek?


"Mau kemana, Tiff?" Tanya Ashley menyapa si gadis aneh.


"Ada orderan. Bye!" Jawab Tiffany sekaligus pamit. Tiffany menaiki skuter matic pink-nya lalu segera memacunya keluar dari halaman panti asuhan.


Begitulah Tiffany!


Setiap kali Tuan Bowles datang, gadis itu akan mengurung diri di kamar atau pergi tiba-tiba dan bilang ada orderan. Tiffany memang bekerja sebagai kurir selama ini. Sebagai gadis yang sudah beranjak dewasa, Tiffany dan Ashley tak lagi merepotkan ibu kepala panti dan mereka sudah punya penghasilan sendiri.


"Tiff aneh!" Gumam Ashley sebelum kemudian gadis itu lanjut mengeluarkan oleh-oleh dari Tuan Bowles yang masih banyak.


****


"Aku tidak mau dijodohkan, Tiff! Aku mencintai Henry!"


"Tapi kenapa Henry tak mencintaiku dan malah mengantarku kembali pulang ke rumah Opa?"


"Apa itu artinya Henry tidak mencintaiku?"


Tiffany masih memacu motornya dengan kecepatan tinggi saat kelebat percakapan terakhirnya dengan Stefi terngiang-ngiang di kepalanya.


"Tiff, kau dimana?"


"Masih ada kelas desain. Aku masih di kampus." Jawab Tiffany yang berbicara sambil berbisik-bisik.


"Tiff, kau ingat gaun pengantin yang tempo hari aku tunjukkan di butik?"


"Ya, aku ingat. Kau jadi membelinya?" Tanya Tiffany sedikit berkelakar.


"Aku sudah memakainya malahan."


"Tidak! Aku akan pergi jauh."


"Pergi kemana?" Perasaan Tiffany mulai tak enak.


"Selamat tinggal, Tiff! Tolong jaga opa dan..."


"Maaf!"


Ciit! Bruuk!


Asal seolah tersadar dari lamunannya, saat gadis itu sudah terkapar di atas aspal hitam dan merasakan sakit yang luar biasa pada kakinya.


Apa kaki Tiffany patah sekarang?


Beberapa warga segera berkerumun untuk menolong Tiffany. Seorang pria juga turun dari mobil yang tadi bertabrakan dengan motor Tiffany yang tak berhenti padahal sedang lampu merah.


Tiffany yang masih terkapar di atas aspal, bisa melihat wajah pria yang turun dari mobil tadi. Seketika emosi Tiffany ingin meledak saat lagi-lagi ia harus melihat wajah itu!


Pria ini lagi!


Kenapa Tiffany selalu saja bertemu dengannya dimana saja!


"Nona, apa kau-"


"Pergi kau, Tuan model sinting!" Usir Tiffany galak pada pria yang langsung mengernyit bingung tersebut.


"Maaf?" Pria itu benar-benar terlihat bingung dan raut wajahnya kenapa sedikit berbeda? Kemana raut pongah tuan model sinting ini?


"Sepertinya kaki nona ini patah, Mas! Ujar seorang warga yang tadi menolong Tiffany.


"Langsung bawa ke rumah sakit saja kalau begitu, Pak! Tolong bawa naik ke mobil saya dan tolong motornya diurus dulu!" Ujar pria itu seraya mengarahkan beberapa warga yang mengangkat Tiffany ke mobilnya.


Tunggu!


Pria ini Gika De Chio menyebalkan itu, kan?


.


.


.


Pada bingung nggak, sih?


Cerita dengan banyak tokoh kayak gini?


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.