Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
RASA BERSALAH



Ashley menatap pantulan dirinya di cermin yang kini mengenakan gaun warna putih bak seorang putri. Ashley hampir tak mengenali dirinya sendiri yang terlihat berbeda siang ini.


"Cantik!" Puji Mom Fe saat Ashley keluar dari ruang ganti dan menunjukkan gaun yang rencananya lusa akan Ashley pakai di acara pertunangannya bersama Richard. Meskipun sebenarnya itu hanya pertunangan pura-pura.


"Kak Ashley seperti seorang putri!" Sekarang gantian Elleanore yang memuji sekaligus merangkul Ashley. Hati Ashley rasanya benar-benar tak karuan saat melihat binar kebahagiaan di wajah Mom Fe dan Elleanore serta anggota keluarga Alexander lainnya. Mereka menerima dan menyayangi Ashley dengan sangat tulus, namun yang terjadi, Ashley malah menipu mereka habis-habisan dengan menjadj tunangan bayaran Richard dan dibayar dengan banyak uang.


"Rich, kau sudah datang?" Sapaan Mom Fe pada Richard yang baru datang ke butik langsung membuyarkan lamunan Ashley. Tadi Ashley sendiri memang datang ke butik ini bersama Mom Fe dan Elleanore, lalu Richard menyusul dari kantor karena katanya harus meeting dulu.


"Lihat Kak Ashley, Bang! Apa Abang pangling sekarang?" Goda Elleanore seraya menuntun Richard agar bersanding di sebelah Ashley.


"Serasi sekali!" Seru Elleanore lagi dengan ekspresi girang.


"Jas Richard sudah siap, Mom?" Tanya Richard seraya menoleh sebentar pada Ashley dan memindai gadis itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ashley memang benar-benar terlihat berbeda hari ini dan gadis itu semakin manis saja.


"Abang!" Tegur Elleanore saat memergoki Richard yang menatap pada Ashley, lalu mengulas senyum tipis.


"Ciyee! Ada yang teroesona sama calon istrinya!" Goda Elleanore lagi setaha merangkul Mom Fe yang juga ikut tertawa kecil.


Richard buru-buru mengalihkan tatapannya dan mengambil jas yang disodorkan oleh karyawan butik, lalu masuk ke ruang ganti.


"Sudah nyaman, kan,bajunya? Atau ada yangvterasa longgar?" Tanya Mom Fe seraya menghampiri Ashley dan sesikit membenarkan lengan gaun yang dikenakan Ashley.


"Sudah nyaman, Mom!" Jawab Ashley tergagap.


"Ada apa? Kenapa rait wajahmj sendu begini," tanya Mom Fe yang langsung bisa menangkap bulir bening yang menggenang di sudut mata Ashley. Gadis itu menggeleng.


"Ashley hanya merasa terharu karena Mom dan semua keluarga Alexander sudah menerima Ashley dengan tangan terbuka dan menyayangi Ashley tanpa sedikitpun memandang asal-usul Ashley," jawab Ashley yang entah mengapa malah jadi cengeng siang ini. Tapi ini memang kali pertama Ashley merasakan kehangatan keluarga setelah selama dua puluh satu tahun, Ashley hanya bisa berbagi kasih sayang bersama adik-adiknya di panti asuhan.


"Kau memang bagian dari keluarga Alexander sekarang, Ashley! Jadi tidak usah sedih-sedih lagi, ya!" Mom Fe menghapus airmata Ashley yang sudah jatuh di pipi.


"Mom juga adalah Mom kamu. Lalu Dad Dean juga adalah Dad kamu. Kami semua keluarga kamu, Ashley!"


"Dan kami semua menyayangi Kak Ashley," timpal Elleanore yang langsung memeluk Ashley.


Richard yang sudah keluar dari ruang ganti dan sedikit tertegun melihat kedekatan Ashley dengan Mom Fe serta Elleanore. Tapi gadis itu memang supel dan mudah dekat dengan siapapun yang bahkan baru ia kenal.


"Abang Richard sudah pakai jasnya, Mom!" Seru Elleanore yang terlebih dahulu melihat Richard. Segera Elleanore menghampiri abangnya tersebut dan sedikit menariknya agar mendekat pada Ashley. Sekarang Richard dan Ashley sudah berdiri berdampingan.


"Sudah terasa pas?" Tanya Mom Fe seraya sedikit membenarkan baju Richard.


"Ya!" Jawab Richard singkat.


"Ashley sudah boleh melepas gaunnya, Mom?" Tanya Ashley pada Mom Fe.


"El foto dulu sebentar!" Ujar Elleanore yang langsung mengambil ponselnya dan bersiap mengambil gambar Richard dan Ashley yang masih berdiri berdampingan.


Ashley menoleh sejenak pada tuan kanebo kering yang terlihat semakin menawan dalam balutan jas mewahnya.


Ya, namanya juga Rich!


Apa saja yang ia kenakan pasti akan membuatnya terlihat semakin tampan, menawan, dan berkharisma.


Bodoh sekali jika ada wanita yang mengkhianati Richard dan memilih pria lain.


"Kak Ashley!" Teguran pada Ashley yang masih menatal pada Richard seraya melamun.


"Ya!" Jawab Ashley tergagap.


"Udahan lihatin Abang Richard-nya! Nggak bakal kabur kemana-mana itu!" Ledek Elleanore seraya tergelak yang malah membuat wajah Ashley bersemu merah.


Ya ampun!


Ashley kenapa?


"Lihat kesini, Kak!" Elleanore memberikan aba-aba dan Ashley segera melihat ke kamera ponsel Elleanore. Richard sendiri sudah sejak tadi diam dan hanya berekspresi datar.


Oh, Ashley lupa!


Tuan kanebo kering ini tanpa diberikan aba-aba juga pasti betah jika harus diam berjam-jam menatap kamera.


"Iya, seperti itu kan romantis! Bisa sekalian foto pre wedding," kikik Elleanore seraya jarinya memberikan aba-aba.


"Senyum, ya!"


"Satu, dua!"


"Tiga!"


Ashley mengulas senyum lebar dan dan merasakan rangkulan Richard yang mengerat saat Elleanore menyebut kata tiga. Pria itu hanya tersenyum tipis ke kamera tadi.


"Bagaimana?" Tanya Mom Fe pemasangan yang langsung menghampiri Elleanore.


"Bagus, Mom! El sudah bisa jadi fotografer setelah ini!" Seru Elleanore seraya menunjukkan foto-foto hasil jepretannya pada Mom Fe.


"Serasi sekali. Mom jadi tak sabar melihat mereka berdua di atas panggung pelaminan," puji Mom Fe setelah melihat foto Ashley dan Richard.


"Ashley akan melepas bajunya sekarang, Mom!" Pamit Ashley seraya berbalik tanpa mengangkat gaunnya yang menyapu lantai.


"Eh!" Ashley tak sengaja menginjak gaunnya sendiri dan langsung hilang keseimbangan. Beruntung Richard sigap menangkap tubuh Ashley hingba gadis itu tak jatuh di lantai.


"Hati-hati!" Ucap Richard datar dan Ashley hanya meringis.


"Kak Ashley nggak apa-apa?" Tanya Elleanore yang juga sudah menghampiri Ashley bersama Mom Fe.


"Iya, Ashley nggak apa-apa. Cuma kesrimpet aja," jawab Ashley seraya meringis.


Richard berjongkok dan sedikit membantu mengangkat gaun Ashley.


"Angkat sedikit gaunnya agar tidak terinjak lagi!" Ujar Richard memberikan arahan. Sepertinya pria itu pengalaman sekali.


"Atau gaunnya kita buat pas semata kaki saja, Mom! Takutnya nanti di panggung Kak Ashley menginjak gaunnya lagi," usul Elleanore pada Mom Fe.


"Potong saja sampai di bawah lutut agar dia tidak terlihat pendek!" Richard ikut memberikan saran yang langsung membuat Ashley membelalakkan matanya.


Apa kata tuan kanebo kering ini?


Ashley pendek?


Baiklah Ashley percaya, kalau tuan kanebo kering Richard itu memang setinggi galah. Tapi haruskah ia mengatakan secara terang-terangan kalau Ashley itu pendek?


Meskipun kenyataannya Ashley memang hanya setinggi pundaknya Richard saat mereka berdiri berdampingan!


"Iya itu sepertinya lebih bagus. Jarang-jarang orang bertunangan pakai gaun selutut," celetuk Mom Fe yang ternyata setuju dengan ide Richard.


"Mom akan menemui desainernya," lanjut Mom Fe lagi yang bergegas menemui desainer yang mengurus kostum pertunangan Richard dan Ashley.


"Kau tadi-" Ashley baru saja akan mengomel pada Richard saat tian kanebo kering itu memohon dengan cepat.


"Nanti ikut denganku setelah pulang dari sini!" Perintah Richard tegas.


"Mau kemana?" Tanya Ashley curiga.


"Ke kantor!"


"Baiklah!" Jawab Ashley merengut dan gadis itu lanjut masuk ke ruang ganti untuk melepaskan gaun ribetnya.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.