
Note:
Bab sebelumnya udah aku edit dan ada tambahan beberapa paragraf di bagian bawah. Bisa dibaca ulang ya! Biar nggak bingung.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, Elleanore dan Aunty Navya akhirnya tiba di sebuah villa di atas bukit. Elleanore melirik sebentar ke arah spion mobilnya dimana terlihat jelas mobil Edward yang sejak tadi mengikuti Elleanore.
Apa pria itu pikir Elleanore tidak tahu kalau dia membuntuti Elleanore sejak tadi?
Apa maksudnya, coba?
"Ini villa-nya, El?" Tanya Aunty Navya yang tergesa masuk ke area villa.
"Iya, Aunty!" Jawab Elleanore seraya mengikuti langkah Aunty Navya dan mengabaikan Edward yang masih berada di dalam mobilnya.
"Victor!" Aunty Navya mengetuk pintu depan villa dengan kasar dan memanggil-manggil nama Victor.
"Victor!"
"Cecilia!" Elleanore ikut mengetuk pintu dan memanggil Cecilia.
"Victor! Ceci-"
Pintu villa akhirnya dibuka dari dalam. Ada Victor dan Cecilia yang berdiri bergandengan tangan di belakang pintu.
"Victor-"
"Victor akan langsung kabur bersama Cecilia lagi jika Mami menentang hubungan kami!" Ancam Victor seraya mengangkat tangannya yang masih menggenggam erat tangan Cecilia.
Elleanore mendadak menahan tawa melihat kelakuan konyol Victor.
"Ada apa? Kenapa kau malah tertawa, El?" Tanya Victor menatap heran pada Elleanore yang masih menahan tawanya.
"Tidak ada!"
"Cecil, kesini!" Aunty Navya menarik lembut Cecilia dan memisahkan gadis itu dari Victor.
"Mau Mami apakan Cecil?" Tanya Victor mendelik pada Aunty Navya dan hendak menarik Cecilia lagi ke arahnya. Namun dicegah cepat oleh Aunty Navya
"Victor sudah berbuat apa? Bicara jujur pada Aunty!" tanya Aunty Navya menatap penuh selidik pada Cecilia yang langsung menggeleng dengan yakin.
"Tadi kami hanya berjalan-jalan sebentar. Lalu makan dan ngobrol, dan...." Cecilia meringis untuk beberapa saat seperti merasa ragu untuk melanjutkan.
"Dan apa?" Tanya Elleanore penasaran.
"Kissing," jawab Cecilia seraya meringis.
"Tapi baru sebatas itu, Aunty. Dan Elleanore tiba-tiba menelepon," lanjut Cecilia seraya mengangkat tangan dengan jari membentuk huruf V.
Aunty Navya terlihat menarik nafas lega.
"Ayo, Aunty antar pulang," ujar Aunty Navya selanjutnya pada Cecilia.
"Mami!"
"Datang ke rumah Cecilia baik-baik! Bicara pada orang tuanya kalau kamu memang serius ingin menikahi Cecilia, dan jangan membawanya kabur seperti ini!" Aunty Navya menuding ke arah Victor.
"Victor ingin melakukan itu sejak kemarin! Tapi Mami-"
"Nyalahin mami?" Aunty Navya mendelik pada Victor yang tak jadi melanjutkan kalimatnya.
Sementara Elleanore dan Cecilia hanya tertawa melihat perdebatan Victor dan Aunty Navya yang sepertinya akan memasuki babak baru.
"Apa ini artinya Aunty Navya sudah merestui hubunganku dan Victor?" Bisik Cecilia pada Elleanore.
"Sudah!" Elleanore mengacungkan jempolnya pada Cecilia.
"Ayo kita pulang, Cecil!" Ajak Aunty Navya selanjutnya pada Cecilia yang masih berbisik-bisik bersama Elleanore.
"Mi! Victor nggak diajak pulang?" Tanya Victor seraya garuk-garuk kepala.
"Pulang saja sendiri!" Jawab Aunty Navya galak.
"Bye!" Elleanore meledek ke arah Victor sebelum masuk ke dalam mobilnya. Aunty Navya ganti duduk di belakang kemudi, bersama Cecilia yang duduk di sampingmya. Sementara Elleanore memilih duduk di belakangan saja.
"Itu bukannya asisten Abang Richard, El? Sedang apa disini?" Celetuk Cecilia, saat mobil Elleanore berpapasan dengan mobil Edward yang masih terparkir di tempat semula.
"Nggak tahu! Mungkin sedang ada pekerjaan disini," jawab Elleanore seraya mengendikkan bahu. Elleanore sedang malas memikirkan kenapa Edward mendadak mengikutinya sampai ke Villa. Apa Abang Richard yang menyuruh?
****
Edward keluar dari mobil dan hendak mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Elleanore, Aunty Navya, Victor, dan seorang gadis yang entah siapa yang bersama dengan Victor di dalam apartemen.
Dan kenapa ini sangat membingungkan?
Dering ponsel di dalam saku Edward menyentak berbagai pikiran yang tengah bergumul di kepala pria itu. Segera Edward masuk ke dalam mobil dan menerima telepon bersamaan dengan mobil Elleanore yang lewat di sampingnya.
Edward hanya menatap pada mobil warna putih tersebut dan tak berniat menghentikannya atau sekedar bertanya pada Elleanore apa yang sebenarnya sudah terjadi.
Dasar bodoh!
Kenapa kau diam saja seperti patung, Ed?
Hati kecil Edward merutuki kebodohannya sendiri. Ponsel Edward kembali berdering dan Edward seolah tersadar dari lamunannya.
"Halo!"
"Kau dimana? Kenapa belum sampai ke kantor? Meeting sudah sekesai dan berkasnya malah kau bawa pergi tak tahu rimbanya!"
"Apa aku sedang melakukan kudeta?"
Cecaran Richard di seberang telepon benar-benar memekakkan telinga Edward. Sepertinya Richard memang berubah bawel belakangan ini, lebih tepatnya sejak pria itu bucin akut pada Ashley. Mungkin sudah tertular virus cerewet dan bawel milik Ashley.
"Aku di villa." Jawab Edward jujur, singkat, padat, dan jelas.
"Di villa? Maksudmu kau sedang berlibur?"
"Astaga, Edward!" Richard sepertinya geram sekali di seberang telepon.
Apa Edward baru saja salah bicara?
"Siapa yang berlibur? Aku hanya sedang melihat Elleanore yang melabrak calon suaminya yang sedang selingkuh di villa," Edward menjelaskan pada Richard tentang apa yang ia lakukan di villa.
"Tapi kenapa Elleanore malah membawa selingkuhan calon suaminya pergi? Menurutmu, Elleanore akan melakukan apa pada selingkuhan calon suaminya itu? Menjebloskannya ke dalam penjara?" Gantian Edward yang mencecar Richard di ujung telepon.
"Apa kau sedang mabuk, Edward Anthony?"
"Aku tidak mabuk! Aku tidak pernah minum minuman keras." Jawab Edward cepat menyangkal tuduhan Richard. Bisa-bisanya Richard menuduh Edward sedang mabuk!
"Lalu kenapa bicaramu melantur begitu?"
"Aku tidak melantur!" Kilah Edward sekali lagi.
"Aku bicara kebenaran tentang Elleanore!" Lanjut Edward lagi.
"Sudahlah, aku pusing! Cepat kembali ke kantor sekarang!"
"Baiklah!" Pungkas Edward seraya menutup telepon dari Richard. Edward lanjut masuk ke mobil dan langsung meluncur menuju kd kantor Alexander Group.
****
"Ada apa? Kenapa kau marah-marah, Rich?" Tanya Ashley yang baru tiba di dalam ruang kerja Richard. Wajah suami Ashley itu masih merah padam sekarang.
"Edward sedang mabuk sepertinya," gumam Richard merasa geram.
"Dia dimana jadinya? Tadi perasaan dia berangkat duluan ke kantor, kenapa sekarang dia tak terlihat dimanapun?" Cecar Ashley pada Richard yang sudah mendekat ke arahnya dan melakukan kebiasaan pria itu setiap bertemu Ashley.
Mel*mat bibir Ashley dengan panas!
"Rich!" Ashley sedikit menggelinjang saat tangan Richard juga sudah bergerak nakal dan merem*s dada Ashley.
"Edward ada di villa," Richard akhirnya menjawab pertanyaan Ashley.
"Sedang apa di villa?" Tanya Ashley penuh selidik.
"Aku juga tidak tahu," Richard menarik tangan Ashley menuju ke ruangan di belakang rak.
"Mau apa?" Tanya Ashley pura-pura polos.
"Menikmati appetizer sebelum makan siang," jawab Richard yang sudah mendorong tubuh Ashley hingga jatuh telentang ke atas tempat tidur. Richard dengan cepat menindih Ashley dan kembali mencecap bibir merekah istrinya tersebut.
"Dasar mesum!"
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.