Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
IZIN



"Elleanore akan pergi menjadi relawan di sana," ujar Elleanore pada semua anggota keluarga Alexander yang tengah berkumpul usai makan malam.


"Tidak!" Tolak Dad Dean tegas.


"Dad!"


"Dad tidak mau kau pergi ke daerah bencana! Ada banyak bahaya disana, El!" Tegas Dad Dean lagi menatap tegas pada Elleanore.


"El bisa menjaga diri, Dad! Dan El tidak sendiri! Banyak teman-teman El yang akan kesana juga menjadi relawan!"


"Paling lama satu bulan!" Elleanore tetap keras kepala.


"Kenapa lama sekali?" Protes Mom Fe ikut keberatan.


"El hanya ingin memeluk dan mendampingi anak-anak ini, Mom! Sebagian dari mereka mengalami trauma, kehilangan orang tua dan sabak saudara. Psikis mereka perlu dipulihkan dan El tidak bisa hanya diam disini menggakang bantuan!"


"El mau langsung terjun ke lapangan agar bisa memeluk dan menguatkan mereka!" Mata Elleanore sudah berkaca-kaca saat memaparkan alasannya ingin pergi.


"El pasti bisa menjaga diri, Mom, Dad!" Naka akhirnya buka suara dan mendukung rencana Elleanore. Sejak dulu Naka memang senantiasa memahami Elleanore.


"Dad!" Pinta Elleanore memohon pada Dad Dean. Pria paruh baya itu menghela nafas.


"Dasar keras kepala!" Gumam Dad Dean yang langsung ditimpali oleh Mom Fe.


"Sama seperti kau! Sama persis!"


"Baiklah!" Dad Dean akhirnya memberikan izin meskipun dengan berat hati.


"Terima kasih, Dad!" Elleanore langsung menghampiri Dad Dean dan merangkul Dad kesayangannya tersebut.


"Tapi.." ternyata ada syarat di belakang.


"Dad yang akan langsung menyusulmu ke sana kalau terjadi sesuatu dan Dadtak akan pernah memberimu izin untuk jadi relawan lagi!" Lanjut Dad Dean memperingatkan sang putri.


"El akan baik-baik saja, Dad!" Ucap Elleanore bersungguh-sungguh sembari mengecup pipi Dad Dean.


"Semoga kau nanti bertemu jodohmu di sana," celetuk Gika yang malah membuat pengharapan yang tak nyambung.


"Itu lokasi bencana dan bukan biro jodoh!" Naka mengingatkan sang saudara kembar.


"Siapa yang tahu? Jodoh bisa bertemu dimana saja!" Sergah Gika mencari pembenaran.


"El di sana akan fokus menjadi relawan dan tidak mencari jodoh, Bang!" Elleanore ikut mengomel pada Gika.


"Iya, iya!"


"Selamat menjadi relawan!" Pungkas Gika akhirnya.


Sementara Richard dan Ashley hanya diam dan keduanya saling melempar pandang.


"Aku punya ide," bisik Ashley seraya meraih tangan Richard dan menggenggamnya.


Richard mengerutkan kedua alisnya pertanda pria itu bertanya apa ide Ashley. Namun Ashley tak menjawab dan malah mengulas senyum. Nanti saja Ashley membahasnya bersama Richard setelah makan malam.


"Tiff menyusui Gwen dulu," pamit Tiffany pada semua orang.


"Mau ikut menyusui, ah!" celetuk Gika yang ikut-ikutan meninggalkan ruang makan dan menyusul Tiffany.


"Hendy boleh ikut jadi relawan, Kak?" Tanya Hendy tiba-tiba pada Elleanore.


"Kan masih sekolah, Hen! Mana bisa?" Sahut Ashley cepat mengingatkan anak angkat di keluarga Alexander tersebut.


"Hehehe," Hendy malah tertawa aneh.


"Jadi relawan buat ngasuh Kasya dan Alka saja, Hen!" Celetuk Naka yang langsung membuat semuanya tertawa.


"Yang itu tidak usah disuruh sepertinya. Udah kompak berdua sama Sunny gantiin popoknya Alka dan Kasya kemarin." Sahut Mom Fe sedikit menahan tawa.


"Abang Naka dan Kak Alsya kemana memangnya, Mom?" Tanya Elleanore penasaran.


"Pasti melipir berdua," tebak Ashley yang sepertinya pengalaman juga. Naka dan Alsya sama-sama tersipu.


"Aku akan melihat Casey dulu!" Pamit Richard seraya bangkit dari duduknya.


"Sunny juga mau melihat Dek Kasya dan Dek Alka," Sunny ikut-ikutan pergi.


"Ikut!" Hendy langsung mengekori putri sambung Naka tersebut.


"Selalu kompak kemana-mana," gumam Naka yang sedikit gemas pada kedekatan Sunny dan Hendy.


"Biatkan saja, Naka! Namanya juga seumuran," ujar Mom Fe bijak.


"Kalaupun lanjut mau nikah juga nggak apa-apa." Celetuk Dad Dean ikut menimpali.


"Masih kecil Dean!" Mom Fe mencubit perut sang suami yang langsung meringis.


"Ngomong-ngomong, kapan berangkat, El?" Ashley bertanya pada Elleanore yang sejak tadi sibuk memperhatikan kemesraan Mom Fe dan Dad Dean.


"Mungkin lusa, Kak!" Jawab Elleanore yang langsung membuat Ashley manggut-manggut.


"Ash! Casey haus!" Seru Richard yang langsung membuat Ashley bangkit berdiri dengan cepat.


"Mommy datang, Casey!"


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.