Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
PENGKHIANATAN



Richard mengulas senyum lebar saat melangkah masuk ke sebuah gedung apartemen. Hari ini adalah hari istimewa untuk seseorang yang juga istimewa di hati Richard, Anneth.


Richard dan Anneth sudah bertunangan satu bulan yang lalu, dan kini keduanya tengah disibukkan oleh persiapan pernikahan. Richard juga baru pulang dari luar kota setelah menggantikan Dad Dean menghadiri sebuah acara penting. Seharusnya besok Richard baru kembali, namun karena Anneth berulang tahun hari ini, Richard memutuskan untuk menyelesaikan urusannya lebih cepat agar bisa kembali hari ini dan memberikan kejutan pada Anneth.


Richard sudah membuka pintu apartemen Anneth memakai kartu akses dan pria itu langsung masuk seperti biasa. Jam masih menunjukkan pukul enam pagi. Mungkin Anneth belum bangun. Jadi Richard akan mengejutkan tunangannya tersebut.


Richard pergi ke dapur sebentar untuk membuka kotak kue dan menyalakan lilin. Tak lupa hadiah sebuah kalung berlian juga Richard siapkan. Setelah semuanya siap, segera Richard membawa kue menuju ke kamar Anneth. Richard mendorong perlahan pintu kamar Anneth lalu menyalakan lampu.


Namun pemandangan yang kini ada di hadapan Richard benar-benar membuat pria itu membeku. Anneth sedang terlelap di atas ranjang, tanpa busana dan posisinya tengkurap. Sedangkan di sebelah Anneth ada seorang pria yang juga tak mengenakan sehelai kainpun di tubuhnya.


Pria yang tak lain dan tak bukan adalah asisten sekaligus sahabat Richard, Jasson.


Dasar baj*ngan!


Richard memejamkan matanya dan menelan ludahnya yang pahit dengan susah payah. Hati Richard serasa ditikam oleh belati.


Sakit sekali!


Pria yang di atas ranjang mulai bergerak. Sepertinya pria baj*ngan itu mulai menyadari kehadiran Richard.


"Rich?" Pria itu langsung membelalak saat melihat Richard yang masih mematung di tempatnya semula. Tergopoh-gopoh, sahabat Richard yang brengsek itu memakai celana serta bajunya. Sedangkan wanita yang masih berstatus sebagai tunangan Richard, baru bergerak dan akhirnya ikut terbangun. Ekspresi wajahnya sama kagetnya dengan Jasson.


"Rich, kau sudah pulang?" Gumam wanita itu yang langsung menarik selimut untuk membalut tubuh naked-nya.


Menjijikkan!


"Rich, kami bisa menje-"


Jasson baru saja buka suara saat Richard refleks mengangkat yangannya dan memberikan isyarat kakau ia tak mau mendengar penjelasan apapun dari dua pengkhianat di depannya tersebut.


"Kenapa tidak bilang dari awal kalau memang kalian saling menyukai?"


"Aku tak akan menjadi penghalang-"


"Kami tak memiliki perasaan apapun, Rich!" Sela Anneth memotong kalimat Richard.


"Kami hanya melakukannya karena kebutuhan!" Sambung Anneth lagi yang langsung membuat Richard tertawa sinis.


"Kebutuhan?"


"Kau selalu menolak setiap aku mengajakmu menginap dan melakukannya!" Anneth sudah bangkit dari atas ranjang dan membalutkan selimut ke tubuh polosnya.


Ck!


Richard juga sudah tidak tertarik!


"Itu karena aku hajya mau menyentuhmu setelah kita sah sebagai suami istri!" Sergah Richard membeberkan alasannya selama ini yang tak pernah sekalipun menyentuh Anneth sekalipun mereka sudah bertunangan. Sekalipun Anneth selalu menggoda Richard dan menawarkan diri.


Richard pikir Anneth melakukan hal.itu hanya pada Richard. Namun nyatanya wanita ini begitu murahan dan menggoda Jasson juga.


Jal*ng bertemu bajing4n.


Pasangan yang serasi!


"Munafik kalau kau mengatakan seperti itu!"


"Kau pasti juga sudah pernah menyentuh wanita sebelum aku!" Tuduh Anneth yang benar-benar membuat Richard tak habis pikir.


"Aku belum pernah menyentuh wanita manapun dan aku selalu ingin menjadikan kau yang pertama!" Richard menuding ke arah Anneth.


"Tapi ternyata kau memang tak pantas menjadi yang pertama bagiku karena kau yang begitu murahan!" Tukas Richard uang tentu saja langsung membuat Anneth membisu.


"Terima kasih karena sudah menunjukkan kebenaran ini sebelum kita melangkah ke jenjang yang serius!" Richard melepaskan cincin tunangannya dari jari manis dan melemparkannya ke arah Anneth.


"Rich, aku minta maaf!" Anneth yang menyadari kalau pertunangannya dengan Richard akan kandas sebentar lagi, segera menggamit lengannya Richard dan meminta maaf.


"Aku khilaf, Rich!" Melas Anneth lagi yang langsung disentak dengan cepat oleh Richard.


"Rich!" Jasson ikut-ikutan menghampiri Richard dan hendak menjelaskan. Namun sedetik kemudian pria itu malah mendapat hadiah bogem mentah dari Richard


Bugh!


Jasson langsung tersungkur ke lantai.


"Dasar pengkhianat!" Maki Richard sebelum pria itu berlalu keluar dari apartemen Anneth dan membanting pintu.


"Rich! Aku minta maaf!"


"Aku mencintaimu, Rich!"


"Rich!" Teguran sekali lagi dari Anneth yang malam ini mengenakan dress hitam selutut membuyarkan lamunan Richard.


"Rich, aku merindukanmu," Anneth baru saja akan menggamit lengan Richard saat pria itu langsung menghindar dengan ceoat dan langsung melingkarkan lengannya di pinggang Ashley.


"Ayo pergi!" Ajak Richard pada Ashley masih sambil merangkul pinggang gadis itu.


"Rich, dia siapa?" Anneth mengejar langkah Richard dan berusaha melepaskan lengan Richard dari pinggang Ashley.


"Dia tunanganku!" Jawab Richard tegas yang sudah semakin mengeratkan rangkulannya pada Ashley.


"Mustahil! Aku tunanganmu, Rich! Aku tunanganmu!" Teriak Anneth penuh emosi. Namun Richard hanya acuh dan segera membawa Ashley meninggalkan wanita gila tersebut.


"Rich!" Anneth sepertinya masih pantang menyerah dan kembali menarik lengan Richard.


"Lepas!" Ucap Richard tegas seraya mendelik pada Anneth.


"Aku minta maaf, Rich! Ayo kita perbaiki hubungan kita!" Pinta Anneth memohon.


"Aku tahu kalau kita masih saling mencintai-"


"Tidak lagi!" Potong Richard tegas!


"Aku sudah punya tunangan dan kita tak punya hubungan apapun lagi! Jangan menggangguku!" Tegas Richard sekali lagi sebelum kemudian pria itu menarik Ashley untuk pergi dari wanita gila bernama Anneth!


Richard membencinya!


"Dia tadi siapa? Mantan pacarmu?" Tanya Ashley kepo setelah ia dan Richard duduk di sudut ballroom hotel.


Richard hanya diam seribu bahasa dan tak menjawab pertanyaan Ashley yang kepo sekali.


"Aku penasaran dengan apa yang dilakukan oleh wanita tadi sampai kau membencinya setengah mati. Dia mengkhianatimu?" Tebak Ashley menerka-nerka. Sementara Richard masih diam dan sepertinya memang tak berniat menjawab pertanyaan Ashley.


"Hmm, diam berarti iya. Dia mengkhianatimu, lalu kau merasa trauma dan tak mau menjalin hubungan lagi dengan wanita, begitu?" Ashley mulai bersasumsi dan terus menerka-nerka.


"Richard yang malang!" Gumam Ashley lagi yang benar-benar membuat Richard menjadi geregetan.


"Aku boleh bertanya sesuatu, Ash?" Richard mendekatkan wajahnya ke arah Ashley yang refleks beringsut mundur.


"Tanya apa?"


"Kenapa kau itu cerewet sekali dan selalu bertanya ini itu? Tidak bisakah kau itu diam sebentar agar lidahmu tak terbelit karena banyak bicara?" Cecar Richard yang langsung membuat Ashley merengut.


"Sepertinya tidak bisa karena ini sudah bawaan bayi!"


"Aku sudah cerewet sejak bayi!" Pamer Ashley yang benar-benar membuat Richard geregetan. Andai ada yang jual gembok bibir, Richard akan membelinya dan menggembok bibir Ashley bawel ini agar tak banyak bicara dan bertanya karena kepala Rich sudah pening sekarang!


"Sudah cukup dan diam!" Ucap Richard galak bersamaan dengan sapaan dari seseorang yang langsung membuat Richard kaget bukan kepalang.


"Rich! Kau datang bersama siapa ini? Kekasihmu?"


Mati kau, Rich!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Maaf baru UP.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.