Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
SEBELAS CUCU



"Kembar," ucap dokter yang langsung membuat kedua bola mata Edward serta Elleanore membulat.


"Yang benar, Dok?" Tanya Edward masih tak percaya.


"Ya, kantung dan plasentanya ada dua. Bukan kembar identik. Kemungkinan berbeda jenis kelamin juga," jelas dokter panjang lebar yang langsung membuat kedua mata Edward berbinar tak percaya.


"Kita akan punya dua bayi," ucap Edward seraya merangkul dan mencium kening Elleanore berulang-ulang.


"Semuanya bagus. Tapi nanti di kunjungan berikutnya kita cek lagi," ujar Dokter yang langsung membuat Edward dan Elleanore mengangguk-angguk dan bibir keduanya tak berhenti merekahkan senyuman.


Setelah sedikit berkonsultasi, Edward dan Elleanore akhirnya keluar daru ruangan dokter masih dengan senyum yang merekah.


"Ini benar-benar kejutan," gumam Elleanore yang masih merasa tak percaya kalau ia kini sedang mengandung dua bayi.


"Hai, El junior dan Edward junior! Dad sudah tak sabar untuk segera bertemu kalian nanti," ujar Edward seraya mengusap perut Elleanore. Pasangan suami istri tersebut kini duduk di depan apotik, untuk menunggu obat dan vitamin yang tadi diresepkan oleh dokter.


"Nasih tujuh sampai delapan bulan lagi, Dad Edward!" Kekeh Elleanore yang sudah menyusupkan kepalanya ke dalam dekapan Edward.


"Terima kasih atas hadiah indah ini, El!" Ucap Edward seraya mengusap lembut kepala dan punggung Elleanore.


"Sudah siap menghadapi ngidamku ke depannya?" Tanya Elleanore sedikit menggoda.


"Sangat sangat siap!"


"Kau mau apa sekarang? Nanti aku carikan," jawab Edward siap siaga.


"Mmmmm aku mau...." Elleanore tampak berpikir cukup lama, hingga Edward benar-benar penasaran dibuatnya.


"Mau apa?" Tanya Edward tak sabar.


"Aku mau..." Elleanore berpikir lagi dan Edward sudah benar-benar gemas sekarang.


"Mau apa?" Tanya Edward sekali lagi.


"Nggak mau apa-apa!" Jawab Elleanore akhirnya seraya tergelak.


"El!" Edward langsung mendengus dan sedikit kesal karena nyaris mati penasaran, tapi ternyata Elleanore malah hanya menggodanya.


"Nggak boleh marah, Calon Dad!" Goda Elleanore lagi seraya mengusap wajah Edward. Suami Elleanore itu langsung menghela nafas panjang berulang kali.


"Baiklah! Aku tidak marah," ujar Edward yang sudah kembali mengulas senyum.


"Ayo pulang ke apartemenmu, lalu melakukan sesuatu!" Ajak Elleanore selanjutnya yang sudah ganti menggamit lengan Edward.


"Mau melakukan apa?" Edward bertanya penuh penasaran.


"Ada deh! Nanti kau akan tahu!" Elleanore sudah bangkit berdiri dan Edward ikut bangkit berdiri lalu pasangan suami istri tersebut berjalan beriringan keluar dari rumah sakit.


****


Beberapa bulan kemudian....


Edward mengangkat dengan hati-hati, bayi mungil yang terbalut selimut warna pink dari dalam box bayi. Elleanore juga mengangkat satu bayi lain yang terbalut selimut warna biru.


"Sudah tidak kaku, Ed?" Goda Ashley diiringi gelak tawa anggota keluarga Alexander lain yang juga sedang menjenguk Elleanore dan kedua bayi kembarnya.


Ashley sendiri juga baru melahirkan bayi kembar empat bulan lalu yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Sedangkan bayi Tiffany dan Gika yang lahir selang sehari dari kedua bayi Ashley berjenis kelamin perempuan.


Kini cucu Mom Fe dan Dad Dean sudah genap sebelas.


"Sudah luwes sekali sekarang menggendongnya," puji Mom Fe yang wajahnya terlihat sumringah.


Bagaimana tidak sumringah. Hari-hari tua Mom Fe dan Dad Dean akan dipenuhi dengan celotehan kesebelas cucunya dan mereka tak akan pernah merasakesepian di rumah besar kediaman Alexander.


"Sudah menyiapkan nama?" Gantian Dad Dean yang bertanya.


"Sudah, Dad," jawab Edward dan Elleanore serempak.


"Siapa?" Richard terlihat kepo.


"Pasti inisialnya E juga," tebak Gika sok tahu.


"Salah!" Sanggah Elleanore cepat yang langsung membuat semuanya tertawa.


"Lalu siapa? Ayo beritahu!" Kali ini Naka yang ikut-ikutan bertanya sekaligus penasaran.


"Leora Eddeline Anthony," jawab Edward seraya menunjukkan bayi perempuannya.


Ya, berarti itu adalah nama bayi perempuan Edward dan Elleanore.


"Yang satunya?" Tanya Mom Fe tidak sabar.


"Leon Eduardo Anthony," kali ini Elleanore yang menjawab seraya menunjukkan bayi laki-lakinya.


"Aku benar, kan! Ada inisial E di nama tengahnya!" Sergah Gika dengan nada sombong.


"Tetap salah! Inisial depannya L dan bukan E," Tiffany mengoreksi dan Gika hanya mencibir.


"Nama-nama yang bagus!" Puji Naka dan Alsya serempak.


"Abang Naka dan Kak Alsya tidak ada rencana menambah adik untuk Sunny?" Goda Gika pada sang saudara kembar beserta kakak iparnya.


"Kau saja dan Tiffany yang nambah, Gika! Kami sudah punya tiga lengkap, jadi sudah!" Jawab Alsya seraya tertawa kecil.


"Kami juga sudah tiga, Kak! Jadi pabrik sudah tutup!" Sahut Tiffany menanggapi saran dari Alsya.


"Tapi Gika katanya mau membuat kesebelasan, Tiff!" Celetuk Naka seraya terkekeh.


"Betul itu! Tahun depan aku akan menghamilimu lagi!" Ujar Gika yang sudah merangkul pundak Tiffany.


"Terserah!" Tiffany hanya memutar bola mata dengan malas, karena kalau membantah juga ujung-ujungnya Gika tetap keras kepala.


"Terserah, berarti masih mau hamil lagi Tiff?" Celetuk Ashley yang langsung membuat semuanya tergelak.


"Nanti langsung kembar lima agar tak perlu bolak-balik hamil, ya!" Gika mengerling nakal pada Tiffany dan istri Gika itu kembali memutar bola matanya.


"Terserah!" Gumam Tiffany lagi merasa pasrah.


****


Tak berselang lama, pintu sudah dibuka dari dalam.


"Ada apa?" Tanya Alsya yang masih mengenakan bathrobe. Naka sendiri masih mandi dan bersiap untuk acara syukuran kelahiran bayi kembar Elleanore dan Edward sore ini di kediaman Alexander.


"Alka dan Kasya mana? Biar Sunny dan Hendy yang membawa ke depan," pibta Sunny seraya merangsek masuk, lalu mengambil Kasya yang masih asyik bermain-main di dalam box bayi. Sunny memberikan Kasya pada Hendy, lalu gadis itu ganti mengambil Alka dan keluar dari kamar Alsya.


"Nanti Mama dan Papa nyusul aja. Kami duluan," pamit Sunny yang hanya membuat Alsya mengangguk.


Alsya kembali menutup pintu, setelah Sunny dan Hendy pergi, dan wanita itu langsung terlonjak kaget saat mendapati Naka yang ternyata sudah berdiri di belakangnya.


"Ya ampun! Membuat kaget saja!" Gerutu Alsya seraya memukul dada Naka yang tak tertutupi sehelai kainpun. Nakaemang hanya mengenakan handuk yang membalut bagian bawah tubuhnya.


"Kau sudah selesai yang mandi? Kenapa cepat sekali?" Tanya Alsya selanjutnya, saat Naka tiba-tiba sudah menarik tubuhnya ke dalam dekapan dan Alsya sedikit berjenggit.


"Tadi aku sedang mandi, lalu merasa ada yang tertinggal," Naka mulai mengerling nakal pada Alsya.


"Apa yang ketinggalan? Biar aku ambilkan."


"Kau," jawab Naka sebelum kemudian pria itu menyerukkan kepalanya di leher Alsya dan mulai menciumi leher istrinya tersebut.


"Naka, kita harus segera ke depan," Alsya sedikit menggeliat karena cecapan Naka di tengkuk serta lehernya.


"Terlambat sedikit tidak apa-apa. Mumlung Alka dan Kasya tidak ada," gumam Naka yang tiba-tiba sudah mengangkat tubuh Alsya, lalu mendaratkannya dengan lembut ke atas tempat tidur.


"Aku sudah mandi tadi," Alsya mencari alasan.


"Nanti aku mandikan lagi." Naka mulai menarik tali bathrobe Alsya, lalu menyibak benda putih itu dan mengulas senyum lebar saat melihat tubuh polos Alsya yang terpampang di hadapannya.


Naka tak membuang waktu lagi dan kembali mencecap bibir Alsya. Cukup lama keduanya saling berpagutan, sebelum kemudian kecupan Naka turun ke leher, lalu lanjut ke dada Alsya. Setiap inchi tubuh Alsya tak lolos dari kecupan Naka hingga membuat Alsya tak berhenti melenguh dan mendes*h menikmati semua yang dilakukan oleh Naka.


"Satu ronde saja!" Pesan Alsya setelah Naka berhasil menyentak masuk.


"Kalau aku mau lagi?" Tanya Naka dengan nada genit.


"Nanti malam di lanjut," jawab Alsya seraya tertawa kecil.


"Baiklah!" Naka tersenyum dan mulai bergerak naik dan turun. Gerakan yang tadinya lambat, lama kelamaan berubah cepat, hingga akhirnya Naka dan Alsya melenguh bersamaan karena mereka baru saja mencapai pelepasan.


****


"Alsya dan Naka masih belum ada?" Tanya Mom Fe setelah mengabsen satu persatu anggota keluarga Alexander.


"Sepertinya sedang membuat adik untuk Sunny, Mom!" Celetuk Gika sok tahu seraya terkekeh.


"Itu mereka, Mom!" Lapor Ashley akhirnya saat melihat Naka dan Alsya yang sedang berjalan ke lokasi acara dengan senyum sumringah di bibir keduanya.


"Maaf kami terlambat, Mom! Apa acaranya sudah dimulai?" Sapa Naka sekaligus bertanya pada Mom Fe yang hanya geleng-geleng kepala.


"Hampir dimulai," jawab Mom Fe.


Naka dan Alsya langsung mengambil tempat duduk di dekat Sunny serta Hendy yang kini memangku Alka dan Kasya.


Dad Dean sudah berdiri di depan semua tamu yang hadir malam ini dan memberikan kata sambutan serta memperkenalkan satu persatu cucunya pada semua rekan bisnis serta tamu undangan yang datang malam ini.


"Sunny Allarick!" Dad Dean memanggil Sunny sebagai cucu tertua di keluarga Alexander. Sekalipun status Sunny hanya cucu sambung, namun Mom Fe dan Dad Dean tetap menyayangi gadis yang kini beranjak remaja tersebut.


Alsya segera mengambil alih Kasya dari pangkuan Sunny, agar putrinya itu bisa maju ke depan.


"Casey Lucya Alexander!" Panggil Dad Dean selanjutnya pada putri sulung Ashley dan Richard. Mom Fe yang maju ke depan seraya menggendong Casey yang malam ini terlihat lucu menggemaskan mengenakan gaun warna pink.


"Kasyana Alexander dan Alkasya Alexander!" Panggil Dad Dean selanjutnya. Naka dan Alsya langsung maju ke delan menggendong kedua putra kembar mereka.


"Griffin Alexander dan Gwyneth Alexander!"


Kali ini giliran Gika yang maju seraya menggendong Gwen serta menggandeng Griff yang sudah lincah berjalan.


"Stanley Lucas Alexander dan Stacy Lucya Alexander," panggil Dad Dean selanjutnya pada kedua bayi kembar Ashley dan Richard yang baru genap betusia empay bulan.


"Lalu ada Zoey Gifty Alexander!" Lanjut Dad Dean yang langsung membuat Tiffany beranjak dari duduknya seraya menggendong putri bungsunya ke depan.


"Dan yang terakhir cucu dari putri bungsu saya yang baru lahir pekan kemarin,"


"Leora Eddeline Anthony dan Leon Eduardo Anthony!" Pungkas Dad Dean yang langsung membuat Edward dan Elleanore berdiri serempak dan maki ke depan seraya menggendong bayi kembar mereka.


Semua tamu yang hadir langsung bertepuk tangan.


"Oh, ya! Saya juga mau memperkenalkan putra bungsu baru di keluar Alexander." Dad Dean menatap ke arah Hendy yang sejak tadi hanya duduk diam.


"Hendy Lawrence! Ayo maju ke depan sini dan kita berfoto bersama!" Titah Dad Dean yang langsung membuat Hendy mengulas senyum lalu maju ke depan dan bergabung bersama keluarga besar Alexander.


"Kau juga putra Dad dan Mom, kan?" Ujar Dad Dean seraya merangkul Hendy yang hanya mengangguk-angguk.


Semuanya langsung mengambil posisi dan tersenyum ke arah kamera yang sudah siap mengambil foto keluarga besar Alexander.


"Cheeerrrs!"


*************TAMAT*************


Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua reader yang sudah membaca cerita anak-anak Dean-Felichia sampai tamat.


Akhirnya tamat juga setelah 2 bulan lebih ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Mohon maaf sebesar-besarnya apabila masih banyak typo maupun kata-kata yang kurang berkenan serta alur cerita yang ruwet bin mblundet ditambah tokoh dalam cerita yang seabrek.


Terima kasih juga untuk semua reader yang sudah memberikan like, komen, hadiah, vote, serta dukungan yang tak terhingga jumlahnya. Kalian semua adalah semangatku untuk tetap menulis cerita yang sambung-menyambung ini.


Daftar lengkap anggota keluarga Alexander ada disini, ya:



Jangan lupa mampir juga di karya baru othor "Cinta Olivia"


Terima kasih sekali lagi dan sampai jumpa di karya-karya receh Othor selanjutnya.


Bye ๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ