
"Waduuuh!" Jerit Gika saat asetnya ditendang oleh Tiffany tepat di tengah-tengah. Hancur sudah senjata pusaka Gika. Bodyguard Tiffany yang melihat sikap barbar sang nona muda sampai menahan tawa.
"Sakit, Tiff!" Cicit Gika masih sambil memegangi anunya yang baru saja kena tendang dari Tiffany.
"Minggir makanya! Aku mau pulang!" Bentak Tiffany galak.
"Kau belum bayar kompensa-" Tiffany sudah ganti mengacungkan tangannya bahkan sebelum Gika menyelesaikan kalimatnya.
"Baiklah, tak jadi!" Ucap Gika akhirnya yang tak jadi melanjutkan kalimatmya.
"Gika De Chio!" Sapa Tuan Bowles tiba-tiba yang langsung membuat Gika menyingkirkan kedua tangannya dari pangkal paha. Meskipun sebenarnya masih terasa nyut-nyutan, tapi Gika tak mau merusak image-nya sendiri di depan Tuan Bowles.
"Selamat malam, Opa!" Sapa Gika sok akrab seraya mencium punggung tangan Tuan Bowles.
"Opa?" Tiffany bergumam sinis.
"Lancar belajar bisnisnya?" Tanya Tuan Bowles yang langsung membuat Gika meringis. Omelan Uncle Aaron dan Dad Dean saat mengajari Gika yang tak kunjung bisa mendadak berkelebat di benak Gika.
Fiuuh!
Semuanya memang butuh perjuangan, Gika! Hanya beberapa proses lagi dan kau akan bisa segera membungkam kegalakan gadis macan Tiffany ini.
Rrrrooooaaar! Rrrrooooaaar!
Gika membatin seraya menatap pada Tiffany yang langsung membuang wajahnya.
"Lancar, Opa! Sebentar lagi Gika akan sepandai Abang Richard dan menjadi tuan direktur juga!" Jawab Gika dengan nada pongah. Kalau ada Uncle Aaron atau Dad Dean disini, bisa dipastikan dua toyoran sudah mendarat di kepala Gika sekarang.
Apanya yang lancar?
"Kenapa Opa menyuruhnya belajar bisnis?" Tanya Tiffany yang akhirnya kembali buka suara.
"Agar aku bisa melamar dan menjadi suamimu, Nona Tiffany Bowles!" Bukan Tuan Bowles, melainkan Gika yang menjawab dengan nada lebay.
"Memangnya siapa yang mau menikah denganmu?" Tanya Tiffany menatap Gika dengan sinis.
"Tentu saja kau! Opa sudah memberikan lampu hijau!" Jawab Gika membalas tatapan sinis Tiffany.
"Aku tidak mau!" Tolak Tiffany tegas
"Kau harus mau!" Balas Gika tak kalah tegas.
"Kau harus menikah denganku, Gadis macan! Rrrrooooaaar! Rrrrooooaaar!" Ucap Gika sekali lagi mempertegas tatapannya pada Tiffany.
"Tiffany baru akan menikah denganmu setelah kau benar-benar sudah bisa mengelola sebuah perusahaan dan meninggalkan gaya hidupmu yang kerap bergonta-ganti pasangan, Gika!" sela Tuan Bowles mengingatkan Gika tentang syarat yang pernah ia berikan.
"Tiff tidak akan menikah dengan pria playboy ini, Opa! Kenapa Opa mengatur-atur hidup Tiff?" Sergah Tiffany melayangkan protes pada sang Opa.
"Lalu kenapa kau mengawasinya diam-diam dan memantau semua gerak-geriknya, kalau memang kau tidak tertarik pada Gika De Chio?" Tanya Tuan Bowles yang bagaikan skakmat untuk Tiffany.
Sial seribu sial!
"Jangan kau kira Opa tidak tahu semuanya, Tiff!" Lanjut Tuan Bowles lagi yang benar-benar membuat Tiffany mati kutu.
"Hmmm, jadi diam-diam kau mengawasiku dan nge-fans padaku, ya?" Gika tersenyum penuh kemenangan dan menaik turunkan alisnya ke arah Tiffany.
"Aku hanya memastikan kalau kau tak menipu opaku tentang niatmu belajar bisnis! Bisa saja kau pura-pura bwlajar bisnis tapi di belakang kau masih berpose di depan kamera dan tidur dengan para wanita!" Tiffany mendelik-delik ke arah Gika antara ingin menyangkal dan menahan malu di hatinya.
"Gika De Chio selalu serius saat melakukan sesuatu, terutama jika itu adalah syarat dari Opa Bowles," jawab Gika dengan nada pongah dan sedikit cari muka di depan Tuan Bowles.
Mungkin muka tuan model ini sudah hilang karena terlalu banyak dipotret!
"Baiklah! Jadi syarat kemarin tetap berlaku, Gika! Aku akan menunggu laporan dari Dad-mu tentang perkembanganmu dalam mengelola perusahaan-"
"Tunggu! Dad melapor pada Opa tentang semuanya yang Gika pelajari?" Gika terlihat shock dengan kalimat Opa Bowles.
"Tentu saja! Kata Dad-mu, perkembanganmu sudah cukup baik dan kau sangat serius mempelajari semuanya," tutur Opa Bowles yang langsung membuat Gika ganti bernafas lega. Ternyata Dad Dean bisa juga menjaga aib Gika!
Gika akan lebih serius setelah ini, terlebih Tiff juga sudah nge-fans pada Gika diam-diam. Hahaha, gadis macan rrrooaaar itu ternyata diam-diam menyukai Gika!
"Tapi Opa tidak akan menikahkan Tiffany dengan Edward, kan?" Tanya Gika tiba-tiba yang langsung membuat Tiffany yang sejak tadi diam langsung angkat bicara.
"Edward siapa?"
"Asisten abang Richard yang sama-sama kanebo kering!" Jawab Gika menatap bergantian pada Tiffany dan Opa Bowles.
"Edward?"
"Ed?" Tiffany bergumam sendiri sebelum kemudian gadis itu melempar tatapan tajam ke arah Opa Bowles.
"Itu hanya masa lalu, Tiff!" Sergah Opa Bowles tegas.
"Opa akan ganti menjodohkan Ed dengan Tiff?" Tanya Tiffany menatap tak percaya pada Opa Bowles.
"Tentu saja tidak!" Jawab Opa Bowles cepat.
"Tadi Opa hanya kebetulan berjumpa dengannya jadi Opa mengajaknya mengobrol saja!" Terang Opa Bowles selanjutnya yang turut membuat Gika bernafas lega. Baiklah, Gika tak jadi dendam pada Edward. Tapi Gika masih penasaran ada hubungan apa antara Edward dan Opa Bowles di masa lalu. Pada siapa Gika harus bertanya?
"Kau punya hak penuh untuk memilih siapa yang akan menjadi suamimu kelak!" Imbuh Opa Bowles lagi.
"Dan kau sudah memilih Gika De Chio!" Sahut Gika penuh percaya diri yang langsung membuat Tiffany memutar bola matanya dengan malas.
"Aku tak pernah mengatakan kalau aku memilihmu!" Sinis Tiffany pada Gika.
"Tapi kau mengawasiku! Memantau gerak-gerikku!"
"Tidak usah sok jual mahal kalau memang kau tertarik padaku, Tiff! Aku siap membuatmu mengaum di atas ranjang dan memberikanmu kehang-"
Bugh!
Tiffany yang kesal kembali menendang pangkal paha Gika dengan keras.
"Waduuuh!" Jerit Gika kesakitan yang langsung membuat Opa Bowlesml kaget dan beberapa tamu menoleh ke arah Gika.
"Dua kali kau menendang aset berhargaku, Tiff!" Cicit Gika yang masih memegangi anunya yang semakin nyut-nyutan tak jelas.
"Anggap saja sebagai terapi agar pikiran mesummu itu sedikit berkurang!" Sergah Tiffany bersungut-sungut pada Gika. Opa Bowles hanya menahan tawa dengan perseteruan Gika dan Tiffany yang seperti tak ada habisnya.
"Baiklah, terima kasih terapinya! Aku akan lebih semangat belajar mengelola perusahaan agar aku bisa gantian memberikanmu terapi untuk mengurangi kegalakanmu itu!"
"Eheem!" Opa Bowles berdehem.
"Setelah Gika menikahi Tiffany maksudnya, Opa!" Ringis Gika cepat yang kembali cari muka di depan Opa Bowles.
Terserah!
Batin Tiffany kesal.
"Apa Gika sudah boleh tahu alamat Tiffany, Opa! Gika sudah tak sabar untuk segera melamarnya," rayu Gika pada Opa Bowles.
"Dad kamu sudah tahu dan dia akan mengantarmu ke rumah setelah kau benar-benar siap, Gika! Jadi tetap semangat belajar, ya!" Jawab Opa Bowles yang langsung membuat Gika membelalak tak percaya.
Seberapa dekat sebenarnya Dad Dean dan Opa Bowles?
Apa jangan-jangan yang menjadi mata-mata Opa Bowles selama ini adalah Dad Dean?
Benar-benar sebuah konspirasi!
"Tetap semangat belajarnya, Gika De Chio! Tiff masih menunggu kau melamarnya ke rumah-"
"Ck!" Decakan Tiffany memotong kalimat Opa Bowles. Gadis itu sudah menjalankan kursi rodanya dan meninggalkan Opa Bowles serta Gika.
"Dia masih jual mahal, Opa! Tapi dia tidak akan menolak lamaran Gika nanti," ujar Gika penuh percaya diri.
"Ya! Opa tunggu kau di rumah. Selamat malam, Gika!"
"Selamat malam, Opa!"
"Selamat malam, Tiff!" Gika berseru juga pada Tiffany yang hanya acuh.
Sekarang saja acuh! Nanti juga bucin ke Gika De Chio!
.
.
.
Yakin?
🙄🙄
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.