
"Apa aku nanti juga harus menemanimu meeting?" Tanya Ashley yang baru turun dari dalam mobil Richard.
"Ya!" Jawab Richard singkat.
"Tapi aku harus melakukan apa? Aku belum belajar dan tidak tahu bagaimana menjadi sekretaris yang benar."
"Meskipun aku tahu beberapa hal tentang bisnis di mata kuliah yang aku pelajari. Tapi bukankah biasanya yang di lapangan itu berbeda dengan yang kita dapatkan di kelas?" Ashley tak berhenti bercerocos sambil terus menyamakan langkahnya dengan langkah Richard.
"Awas, lantainya basah!" Richard menahan langkah Ashley saat gadis itu tak memperhatikan tanda lantai basah di depan mereka karena sibuk bercerocos.
"Jadi aku nanti harus bagaimana, Rich?" Tanya Ashley seraya mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Richard yang kini masih merengkuh pundaknya.
"Ikut saja ke ruangan, duduk, dan menyimak! Bukan kau yang akan melakukan presentasi!" Jawab Richard yang langsung membuat Ashley tersenyum lega.
"Baiklah!"
"Kita naik lift?" Ashley selanjutnya menunjuk ke arah lift dan Richard hanya mengangguk. Keduanya melangkah ke dalam lift dan Richard terap merangkul pundak Ashley entah pria itu sadar atau tidak.
Ting!
Lift sudah sampai di lantai tujuan, dimana ruangan Richard berada.
"Kita akan di kantor sampai sore?" Tanya Ashley lagi setelah ia dan Richard keluar dari lift.
"Sampai pekerjaanku selesai," jawab Richard.
"Pekerjaanmu selesai jam berapa?" Ashley bertanya sekali lagi.
"Aku belum tahu. Nanti lihat jadwal dulu," jawab Richard seraya mendorong pintu ruangannya agar terbuka. Ashley langsung menjerit kaget begitu pintu terbuka karena ada Edward dengan wajah yang masih lebam berdiri di dalam ruangan Richard.
"Edward! Wajahmu kenapa? Kau berkelahi?" Cecar Ashley penuh selidik seraya mendekat ke arah Edward untuk memperhatikan detail lebam di wajah putih asisten Richard tersebut. Meskipun Edward langsung beringsut mundur dan menjaga jarak dari Ashley.
"Kau sedang apa disini, Ed? Bukankah aku menyuruhmu istirahat?" Sekarang gantian Richard yang bertanya pada Edward keras kepala.
"Mengatur jadwalmu," jawab Edward tanpa dosa.
"Sudah ada Ashley!" Sergah Richard cepat.
"Dia tidak tahu apa-apa soal jadwalmu!" Edward tak mau kalah dan jarinya menunjuk ke arah Ashley.
"Aku akan belajar!" Sergah Ashley yang dengan berani sudah menyentak jari Edward.
"Dia akan belajar!" Timpal Richard memperjelas.
"Ck! Baiklah!"
"Aku hanya ingin memberitahu kalau Andrew Desmond akan datang hari ini!" Ujar Edward yang langsung membuat Richard terkejut.
"Apa itu Andrew tunangannya Anneth?" Tebak Ashley yang sepertinya pandai mengingat.
"Tepat!" Jawab Edward cepat.
"Andrew mau ada urusan apa kesini?" Tanya Richard pada asistennya tersebut.
"Aku tidak tahu! Tapi dia tadinya mengatakan kakau ingin bertemu kau dan Ashley serta memberikan ucapan selamat karena saat pertunangan kalian kemarin." Kedua telunjuk Edward membentuk tanda kutip saat menyebut kata pertunangan.
Hei! Itu pertunangan sungguhan antara Ashley dan Richard! Meskipun hanya sementara! Tapi Richard masih memakai cincin yang disematkan Ashley malam itu hingga detik ini, dan Ashley tentu saja juga masih memakai cincin bermata berlian yang disematkan Richard malam itu.
"Karena saat pertunangan kalian kemarin, Andrew tidak hadir!" Edward menyambung kalimatnya.
"Jam berapa dia akan kesini?" Tanya Richard lagi.
"Baiklah! Kau bisa pulang sekarang!" Ucap Richard selanjutnya pada Edward.
"Aku akan disini mendampingimu bicara dengan Andrew Desmond-"
"Sudah ada Ashley!" Sergah Richard tegas memotong alasan Edward.
"Dan lihat wajahmu yang lebam itu! Apa kau mau dicecar oleh semua klienku karena wajah lebammu itu?" Ujar Richard lagi yang langsung membuat Edward berdecak.
"Aku punya concealer, Ed! Kau mau memakainya untuk menyamarkan lebam?" Tawar Ashley seraya mengeluarkan concealer dari dalam tasnya. Edward langsung mendengus dan berjalan ke arah pintu.
"Aku akan berada di ruanganku!" Ujar Edward ketus sebelum keluar dari ruangan Richard. Ashley hanya terkekeh dan Richard sama sekali tak berekspresi.
Dasar kanebo kering!
"Aku punya ruangan juga?" Tanya Ashley selanjutnya pada Richard yang sudah duduk di kursi kerjanya.
"Tidak ada! Ruanganmu disini!" Jawab Richard tanpa menatap pada Ashley karena pria itu sudah mulai menyalakan laptopnya.
"Lalu aku mengerjakan apa?" Tanya Ashley bingung. Ashley sudah duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Richard. Ashley meraih bingkai foto yang ada di meja kerja tuan kanebo kering tersebut untuk melohat foto siapa yang tersemat disana. Rupanya foto Richard, Gika, Naka, dan Elleanore yang berada di punggung Gika. Ashley tersenyum simpul saat melihat foto tersebut lalu mengembalikannya ke tempat semula.
"Duduk saja dan nanti aku akan memberimu pekerjaan!" Richard akhirnya menjawab pertanyaan Ashley setelah beberapa saat.
"Baiklah!" Jawab Ashley yang nyatanya tak benar-benar duduk diam. Ashley menyeret kursinya dan mendekat ke arah Richard karena penasaran Richard sedang melakukan apa.
"Kau bisa mengerjakannya?" Tanya Richard seraya menggeser layar laptopnya ke hadapan Ashley.
"Ya! Aku sudah belajar itu di semester sebelumnya." Jawab Ashley yakin.
"Baiklah! Kau yang kerjakan dan hanya tinggal memindahkan datanya dari sini." Richard mengajari Ashley dengan sabar serta sedikit menjelaskan.
"Mengerti?" Tanya Richard sekali lagi memastikan.
"Mengerti!" Ashley mengangguk yakin.
"Bagus! Duduklah disini dan aku akan ke ruang meeting," Richard sudah bangkit berdiri dan mempersilahkan Ashley duduk di kursi kebesarannya.
"Aku jadi nona direktur?" Kelakar Ashley seraya memutar-mutar kursi kerja Richard.
"Aku pergi dulu dan kirim pesan saja jika ada masalah," pesan Richard yang langsung dijawab Ashley dengan anggukan serta senyuman
"Bye!" Ashley melambaikan tangan dengan lebay ke arah Richard yang sudah berlalu keluar dari ruangan. Kini tinggal Ashley sendiri di ruangan kerja Richard yang besar, lengkap, dan mewah.
Baru saja Ashley fokus mengerjakan pekerjaannya, tiba-tiba pintu ruangan sudah menjeblak terbuka. Edward melangkah cepat untuk menghampiri Ashley.
"Apa?" Tanya Ashley menatap bingung pada asisten robot Richard tersebut.
"Mana concealer-mu?" Tanya Edward yang sudah menengadahkan tangannya ke arah Ashley.
Ya ampun!
Mau dandan ternyata tuan robot ini!
.
.
Terima kasih yang sudah mampir
Jangan lupa like biar othornya bahagia.