Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
KELUARGA



Richard masih bungkam dan belum menemukan jawaban atas pertanyaan menohok dari Ashley soal cucu untuk Mom dan Dad, saat tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.


"Abang! Udah belum yang bicara sama Kak Ashley?" Terdengar suara Elleanore dari luar kamar.


"Abang!" Panggil Elleanore lagi seraya mengetuk pintu.


Sementara di dalam kamar, Ashley masih bersedekap seraya menatap tajam ke arah Richard seolah menunggu jawaban.


"Kita pikirkan belakangan!" Ucap Richard akhirnya yang ternyata memang tak punya jawaban dan bahkan belum memikirkannya.


Ashley berdecak dan Richard sudah membuka pintu kamar.


"Makan malam sudah mau dimulai. Kenapa Abang lama sekali mengurung kakak ipar?" Protes Elleanore seraya merangsek masuk ke kamar Richard, lalu menggamit lengan Ashley dan mengajaknya keluar.


"Abang Gika sudah pulang!" Bisik Elleanore pada Ashley yang langsung membuat kedua mata Ashley berbinar.


"Benarkah?"


"Ayo turun!" Ajak Elleanore selanjutnya pada Ashley masih sambil menggamit lengan gadis itu. Dua gadis itupun menuruni tangga dan langsung menuju ke ruang makan. Sementara Richard akhirnya menyusul setelah menutup pintu kamarnya. Richard masih saja kepikiran dengan pertanyaan Ashley tadi dan mendadak menjadi bingung sendiri.


Kalau Mom dan Dad minta cucu, lalu Richard minta Ashley yang mengandung cucu untuk Mom dan Dad, apa kira-kira gadis itu akan bersedia? Tapi Ashley tak akan mungkin hamil kai Richard tak menyentuhnya. Sementara Richard sudah berkomitmen kalau ia tak akan menyentuh Ashley apalagi jatuh cinta serta menaruh perasaan pada gadis bawel pecicilan itu!


Sekalipun mereka akan menikah nanti!


Lalu bagaimana caranya membuat Ashley hamil dan melahirkan cucu untuk Mom dan Dad tanpa menyentuhnya?


"Gika De Chio!" Pekikan Ashley dari ruang makan, segera membuyarkan lamunan Richard. Pria itu mempercepat langkahnya menuju ke ruang makan.


"Ya ampun!" Ashley terlihat berekspresi lebay saat gadis itu duduk di samping Gika.


"Kayaknya nge-fans berat," ujar Mom Fe yang juga ikut tertawa melihat Ashley yang sedikit heboh.


"Jadi, ini calon istrinya Bang Rich?" Tanya Gika pada semua yang duduk mengelilingi meja makan.


"Ya!" Richard yang sudah tiba di meja makan menjawab dengan ketus.


"Minggir!" Usir Richard pada adik laki-lakinya tersebut.


"Masih banyak kursi kosong, Bang! Gika kan mau menjalin keakraban sama kakak ipar," jawab Gika yang menolak untuk pindah dari kursinya.


"Nanti boleh foto bareng, kan?" Tanya Ashley lebay pada Gika.


"Boleh, dong, Kakak ipar!" Jawab Gika ikut-ikutan lebay.


Hati Richard mendadak terasa panas. Pria itu akhirnya duduk di kursi di samping Elleanore, lalu meneguk air di gelas dengan rakus.


"Jadi, kau kenal Abang kanebo kering itu-"


"Gika!" Tegur Dad Dean karena Gika yang menyebut Richard kanebo kering. Sementara Richard hanya mendengus dan malas berkomentar.


"Baiklah, sorry, Dad!"


"Kakak ipar kenal Abang Richard dimana?" Gika mengulangi pertanyaannya.


"Di kantor!" Jawab Ashley cepat.


"Di kantor?" Gika, Elleanore, Mom Fe dan Dad Dean kompak berseru.


"Iya, Ashley kan magang di kantor Rich. Baru beberapa hari, sih," cerita Ashley seraya menatap ke arah Richard yang kini sedang mendelik ke arahnya.


"Di kantor Rich jadi?"


"Sekretarisnya Richard!" Jawab Ashley seraya tersenyum pada Richard yang tetap mendelik ke arahnya.


"Bukankah sudah ada Abang Edward?" Tanya Elleanore bingung.


"Edward siapa?" Ashley ikut bertanya bingung.


"Sekretaris sekaligus asisten Abang Richard. Kak Ashley tidak tahu?" Elleanore semakin bingung.


"Edward sedang aku suruh ke luar kota beberapa hari, jadi dia memang belum bertemu Ashley." Richard akhirnya buka suara dan menyelamatkan karangan ngawur Ashley.


"Tapi tadi kata El, kamu adik tingkatnya di kampus?" Mom Fe memperjelas profesi Ashley.


"Iya, Ashley kuliah, Mom."


"Eh, Aunty maksudnya." Ashley mengoreksi dengan cepat.


"Panggil Mom saja!" Ujar Mom Fe seraya tersenyum hangat.


"Iya, Mom! Ashley kuliah dan di kantor Richard hanya part time jadi masuknya pas nggak ada jadwal kuliah," terang Ashley seraya menundukkan wajahnya.


"Part time biasanya jadi cleaning service. Tapi ini langsung dijadiin sekretaris!" Celetuk Gika seraya bersiul.


"Bucin! Bucin!" Ledek Gika pada Richard yang hanya berekspresi datar. Benar-benar kanebo kering!


"Papa dan Mama Ashley-"


"Ashley yatim piatu, Mom!" Sela Richard memotong kalimat Mom Fe. Sementara Ashley hanya menundukkan wajahnya yang mendadak terlihat sendu.


"Ashley tinggal di panti asuhan sejak bayi," sambung Richard lagi menatap bergantian pada semua orang.


Mom Fe segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Ashley yang masih menundukkan wajahnya.


"Tidak usah sedih, Sayang!" Hibur Mom Fe seraya merangkul Ashley dengan penuh sayang.


"Mulai sekarang kau sudah punya Mom dan Dad. Dan kami semua ini adalah keluargamu," sambung Mom Fe lagi masih sambil memeluk Ashley.


Ashley benar-benar tak kuasa menahan airmata haru karena kebaikan keluarga Alexander yang begitu welcome pada Ashley.


"Kakak iparnya El!" Elleanore sudah ikut menghampiri dan memeluk Ashley serta Mom Fe.


"Selamat malam!" Sapaan dari Henry yang baru datang membuat adegan peluk-pelukan para wanita akhir berakhir.


"Henry! Masuk dan duduklah disini!" Jawab Dad Dean yang langsung mempersilahkan Henry dengan hangat.


"Apa ada hal penting yang Henry lewatkan, Uncle?" Tanya Henry seraya mendekat ke meja makan.


"Ya! Richard membawa calon istrinya ke rumah," jawab Dad Dean pamer.


"Wow! Apa Gika dan Naka juga akan menyusul sebentar lagi?"


"Dimana Naka?" Tanya Henry yang sudah duduk di samping Gika. Namun sesaat Henry langsung kaget saat melihat Ashley yang masih di rangkul oleh Mom Fe dan Elleanore.


Apa?


"Hai! Kita ketemu lagi," Ashley menyapa Henry dan sedikit meringis.


"Kau calon istri Abang Richard?" Tanya Henry tak percaya.


Kenapa dunia sempit sekali?


"Iya! Kau asistennya Gika De Chio, kan?" Ashley balik bertanya pada Henry.


"Kalian sudah saling kenal?" Tanya Gika merasa kepo.


"Ashley tinggal di panti asuhan yang sama dengan Tiffany. Kemarin kami berjumpa saat aku mengantar motor untuk Tiffany" ujar Henry yang langsung membuat semua orang menatap penuh tanya ke arah pria itu.


"Siapa itu Tiffany?"


.


.


.


Siapa, hayo?


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.