Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
SAH!



"Sudah!" Alsya menahan dada Naka yang hendak menciumnya lagi.


"Satu kali lagi," Naka memasang raut wajah memohon yang selalu bisa membuat Alsya menjadi gemas.


"Kita akan terlambat ke hotel," tukas Alsya mengingatkan Naka. Malam ini adalah acara pernikahan Gika dan Tiffany. Acaranya akan digelar di ballroom hotel yang sama dimana Alsya dan Naka menikah minggu lalu. Dan sekarang pasangan suami istri yang masih merupakan pengantin baru tersebut, masih berada di dalam kamar mereka di kediaman Alexander.


"Tidak akan! Acaranya masih satu jam lagi," jawab Naka santai seraya kembali menundukkan wajahnya dan hendak mengecup bibir Alsya. Namun belum juga kesampaian, sudah terdengar ketukan di pintu kamar.


"Ma!" Itu suara Sunny.


"Itu Sunny!" Gumam Alsya yang langsung meraba-raba sekitarnya dan mencari selimut untuk menutupi tubuh nakednya yang masih ditindih oleh Naka.


"Mama!" Terdengar panggilan Sunny lagi dari luar kamar. Naka yang hendak melancarkan ronde selanjutnya menjadi tidak fokus.


"Aku bicara pada Sunny sebentar!" Naka menyambar bathrobe yang tersampir di kepala ranjang, lalu membalutkannya dengan cepat ke tubuh nakednya, sebelum kemudian pria itu membuka pintu.


"Papa! Mama mana?" Tanya Sunny to the point pada Naka.


"Masih bersiap," jawab Naka seraya mengulas senyum.


"Tapi bukannya kita mau berangkat?" Tanya Sunny yang hendak merangsek masuk, saat kemudian terdengar panggilan dari Elleanore dari arah tangga.


"Sunny! Ayo berangkat bersama Aunty dan Hendy! Nanti Papa dan Mama menyusul!" Ajak Elleanore pada putri sambung Naka tersebut.


Ah, Elleanore benar-benar adik yang pengertian!


"Baik, Aunty!" Jawab Sunny yang langsung menghampiri Elleanore. Dua gadis beda usia itupun menuruni tangga dan Naka akhirnya bisa kembali masuk ke dalam kamar.


"Ayo mandi, Naka!" Ajak Alsya yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut hingga sebatas dada.


"Satu kali lagi!" Jawab Naka seraya melepaskan bathrobe-nya dengan cepat, lalu kembali mrlompat ke atas tempat tidur.


"Nanti kita terlam-" kalimat Alsya dipotong oleh bungkaman bibir Naka yang sudah dengan cepat mendarat di atas bibirnya. Pergelutan akhirnya kembali dimulai dan Alsya hanya bisa pas berada di bawah kungkungan Naka. Semoga mereka berdua tidak terlambat datang ke pernikahan Gika dan Tiffany!


****


"Yess!" Gika bersorak lebay saat akhirnya ia dan Tiffany sah dinyatakan sebagai suami istri. Tiffany hanya memutar bola matanya dan memilih untuk menutupi wajahnya karena merasa malu pada kelakuan Gika yang begitu lebay.


Mimpi apa Tiffany, sampai bisa menikah dengan pria yang selalu membuatnya kesal ini!


"Akhirnya kau benar-benar jadi pawang macan, hah?" Goda Naka yang baru datang saat acara pengucapan ikrar pernikahan di mulai.


"Apa, sih?" Sungut Gika yang hendak menoyor kepala Naka, namun meleset seperti biasa. Naka sudah kembali duduk bersama Alsya yang malam ini tampil anggun mengenakan gaun warna lilac, senada dengan yang dikenakan Mom Fe, Sunny, Elleanore, dan Ashley.


"Aku masih tidak paham, kenapa sejak kemarin semuanya menyebut Gika dan Tiffany sebagai pasangan macan?" Tanya Alsya sedikit berbisik pada Naka.


"Gika selalu menyebut Tiffany gadis macan rrrooaaar di awal pertemuan mereka berdua," jelas Naka lengkap dengan auman khas macan yang langsung membuat Alsya tertawa kecil.


"Lalu setelahnya mereka selalu bertengkar dan berseteru setiap kali bertemu. Tapi siapa menyangka, kalau sekarang mereka malah duduk bersanding di pelaminan," Naka tertawa kecil dan tangan pria itu terulur untuk merangkul Alsya dengan mesra. Persis yang dilakukan oleh Richard yang duduk tak jauh dari Alsya dan Naka.


Richard menatap pada wajah Ashley yang kini kedua matanya terlihat berkaca-kaca. Kemarin saat di pernikahan Naka dan Alsya, Ashley juga berkaca-kaca terutama saat Naka mengucapkan janji pernikahan bersama Alsya.


"Kenapa kau menangis?" Tanya Richard yang langsung mengeluarkan sapu tangan dari sakunya, dan menyeka butir bening di pelupuk mata istrinya tersebut dengan lembut.


"Aku tidak menangis! Aku hanya sedang bahagia karena Tiff akhirnya menikah," kilah Ashley seraya menggenggam tangan Richard yang masih sibuk mengusap-usap wajah Ashley.


"Aku punya kejutan untukmu," bisik Richard seraya mencondongkan tubuhnya semakin dekat dengan Ashley.


"Kejutan apa?" Tanya Ashley penasaran.


"Lusa aku ada pekerjaan di luar kota." Richard baru mengucapkan satu kalimat dan Ashley sudah langsung menyela sekaligus merengut.


"Kejutannya, kau akan meninggalkan aku beberapa hari, lalu nanti setiap malam kau akan mengajakku phone s*x dengan alasan kangen," tebak Ashley yang langsung membuat Richard tertawa kecil.


"Salah!" Richard mencolek hidung Ashley.


"Kau pasti bohong!" Ashley sudah menatap wajah Richard yang hanya menggeleng samar.


Ashley hendak bersorak, namun dengan cepat dicegah Richard karena mereka sedang berada di acara.


"Kita honeymoon?" Tanya Ashley menatap tak percaya pada Richard yang hanya mengangguk. Richard menarik Ashley ke dalam dekapannya dan mencium puncak kepala istrinya tersebut.


"Terima kasih, Rich!" Gumam Ashley penuh binar kebahagiaan.


****


"Elleanore!" Panggil Juan pada Elleanore yang sedang mengambil minuman.


"Abang Juan!" Elleanore tersenyum dan segera menghampiri sahabat Naka tersebut, lalu memeluknya dengan erat.


"Soal Henry, aku turut berduka," ucap Juan yang langsung membuat Elleanore mengangguk dan matanya sedikit berkaca-kaca. Juan dengan cepat mengusap butir bening di pelupuk mata Elleanore.


Sementara tak jauh dari Juan dan Elleanore, ada seoasang mata yang menatap penuh cemburu pada kedekatan Elleanore dan Juan. Pria itu mengepalkan erat tangannya dan menggeram menahan amarah, sebelum akhirnya berbalik dan pergi meninggalkan lokasi pesta.


"Sudah, Bang! Nanti ada yang marah," kekeh Elleanore selanjutnya mengambil tisu yang tadi dipakai Juan untuk menyeka airmatanya. Elleanore lanjut menyeka airmatanya sendiri.


"Kau sudah tahu?" Tanya Juan sedikit salah tingkah.


"Abang Naka pernah cerita waktu itu, dan Elleanore benar-benar tidak tahu dan tidak sadar kalau Abang Juan sedang berusaha mendekati Elleanore," ungkap Elleanore penuh sesal.


"Ya! Kau terlalu sibuk mengejar-ngejar si kanebo kering kata Naka," kekeh Juan bersamaan dengan seorang gadis yang menghampiri Juan dan langsung dirangkul mesra oleh pria itu.


"Jadi aku memutuskan untuk berpaling saja saat aku tak sengaja bertemu Jasmine," Juan melanjutkan kalimatmya dan kini ganti Elleanore yang tertawa kecil.


"Jadi aku harap kau tidak akan merasa cemburu," ujar Juan lagi yang langsung membuat Elleanore geleng-geleng kepala.


"El turut senang malahan, Bang!" Ujar Elleanore yang langsung menyapa Jasmine dengan hangat.


"Hai, aku Elleanore!"


"Dia adik bungsunya Naka," Juan memperkenalkan Elleanore pada Jasmine yang langsung membulatkan bibirnya.


"Aku Jasmine!" Jasmine menyambut uluran tangan Elleanore dan dua gadis itu saling berpelukan.


"Jadi, kapan menyusul menikah, Bang?" Tanya Elleanore selanjutnya pada Juan.


"Tunggu kuliah Jasmine selesai dulu." Jawab Juan cepat yang langsung membuat Elleanore mengangguk.


"Semoga dilancarkan semuanya," ucap Elleanore penuh harap.


"Kau juga harus secepatnya move on, El! Jangan terus-terusan meratapi kepergian Henry," nasehat Juan yang langsung membuat Elleanore kembali mengangguk.


"El sedang berusaha, Bang!" Jawab Elleanore lirih seraya kembali menyeka butir bening di pelupuk matanya, bersamaan dengan Hendy yang kini menghampiri Elleanore.


"Kak! Ayo berdansa!" Ajak Hendy yang langsung diiyakan oleh Elleanore.


Elleanore berpamitan pada Juan dan Jasmine, lalu mengikuti langkah Hendy yang mengajaknya bergabung bersama Sunny dan yang lainnya.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.