Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
MOOOOMM!!!!



"Kau semakin gendut saja sekarang," komentar Tiffany pada Ashley yang masih sibuk menyumpalkan potongan buah ke dalam mulutnya. Entah sudah habis berapa nampan ibu hamil yang satu ini, Tiffany juga tak tahu.


"Kau mau?" Tawar Ashley seraya menyodorkan satu potongan pepaya ke depan mulut Tiffany.


"Nanti kalau muntah bagaimana?" Tanya Tiffany ragu.


"Ayolah! Kau tidak akan tahu jika tidak dicoba!" Ashley memaksa untuk menyuapi Tiffany.


"Manis!" Komentar Tiffany setelah mengunyah pepaya yang disuapkan Ashley.


"Mau lagi?" Ashley kembali menyuapi Tiffany.


"Berikan semua! Kau sudah makan banyak sepertinya. Perutmu saja sudah sebuncit itu!" Tiffany merebut piring buah yang berada di pangkuan Ashley.


"Hei! Kah pikir perutmu juga tak buncit? Perutmu malah lebih besar dari milikku!" Sahut Ashley bersungut pada Tiffany.


"Aku bawa dua bayi. Kau kan hanya satu!" Cibir Tiffany dan Ashley hanya manyun.


"Sudah ketahuan jenis kelaminnya?" Tanya Ashley kepo seraya mengusap perut Tiffany.


"Ya! Gika junior dan Tiff junior. Semoga mereka tidak cakar-cakaran di dalam," jawab Tiffany yang langsung membuat Ashley tergelak.


"Bukannya itu kau dan Gika saat di atas ranjang?" Ledek Ashley seraya bangkit berdiri dari ayunan dan melangkah ke dapur. Ashley masih lapar, jadi ibu hamil itu akan mencari makanan lain.


"Jadi, wacana soal perusahaan Opa Bowles yang akan pindah kesini itu benar adanya? Nanti Opa ikut pindah juga?" Tanya Ashley pada Tiffany yang sudah menyusulnya ke dapur. Tiffany jalannya mendadak jadi seperti anak laki-laki habis sunat sejak kehamilannya masuk trimester akhir.


"Ya! Opa sudah beli sebuah rumah di kota ini, dan pemindahan perusahaan ke kota ini juga hampir rampung. Tadinya kan yang disini cuma kantor cabang, sekarang jadi kantor utama," jelas Tiffany yang hanya membuat Ashley membulatkan bibirnya.


"Kak Alsya masih bedrest, ya?" Tanya Tiffany selanjutnya pada Ashley.


"Masih! Sampai lahiran kayaknya," jawab Ashley seraya memperhatikan sesuatu yang keluar dari jalan lahir Tiffany.


"Ada apa?" Tanya Tiffany bingung.


"Itu apa?" Ashley mengendikkan dagunya ke arah kaki Tiffany.


"Aku ngompol, ya?" Tanya Tiffany polos, yang sesaat langsung membuat Ashley menepuk keningnya.


"Bayimu akan lahir!"


"Gika!" Ashley berteriak dari arah dapur sebelum kemudian wanita itu turut merasakan kontraksi yang membuatnya meringis.


"Kau kenapa?" Tanya Tiffany yang perutnya ikut-ikutan kontraksi. Tiffany meringis juga sama seperti Ashley.


"Gika!"


"Richard!"


Tiffany dan Ashley memanggil suami masing-masing yang entah berada di mana.


"Sakit sekali!" Keluh Tiffany yang sudah terduduk di lantai dapur.


"Aku masih lapar," ujar Ashley yang malah berjalan ke arah kulkas untuk mengambil kue. Sesekali wanita itu akan meringis karena kontraksinya kembali datang.


"Kau masih bisa makan?" Tanya Tiffany heran pada Ashley yang masih sempat-sempatnya menyendoki kue dan makan dengan lahap di sela-sela kontraksinya.


"Aku lapar. Kau mau juga?" Tawar Ashley seraya menawarkan kuenya pada Tiffany.


"Perutku sakit dan panggulku hampir lepas, tapi kau malah menawariku kue?" Tiffany mengomel pada Ashley.


"Gika! Aku akan meninjumu kalau kau tak datang dalam lima detik!" Teriak Tiffany mulai kesetanan.


"Hei, aku baru ingat kalau Gika dan Richard sedang pergi sebentar tadi," Ashley mengingatkan Tiffany yang langsung melempar tatapan horor ke arah Ashley.


"Apa katamu?"


"Gika dan Richard pergi--" Ashley kembali meringis, sebelum kemudian dua wanita hamil itu berteriak berbarengan.


"Mooom!!!!!"


****


"Mom!" Panggil Naka pada Mom Fe yang akan masuk ke kamarnya.


"Ada apa?"


"Alsya sepertinya akan melahirkan. Ada cairan bening bercampur darah keluar dari-"


"Iya, itu mau melahirkan, Naka! Lau kau sedang apa disini?" Sergah Mom Fe yang langsung menarik Naka masuk kembali ke kamarnya. Alsya sudah meringis di dalam kamar.


"Sudah kontraksi?" Tanya Mom Fe memastikan.


"Sudah, Mom!"


"Biar Naka yang menggendong, Mom!" Ujar Naka yang bersiap menggendong Alsya. Mom Fe sedikit membantu dan memastikan agara Alsya tak jatuh dari gendongan Naka.


"Hati-hati!" Pesan Mom Fe yangvteeus membimbing Naka agar membawa Alsya dengan hati-hati. Mobil sudah bersiap di depan teras, dan Mom Fe segera membantu Naka memasukkan Alsya ke dalam mobil dengan hati-hati.


"Biarkan berbaring! Kau pangku kepalanya!" Mom Fe memberikan arahan, lalu menutup pintu mobil perlahan.


"Nanti Mom menyusul, oke!"


"Iya, Mom!" Jawab Naka bersamaan dengan mobil yang sudah melaju.


"Hati-hati, Pak!" Pesan Mom Fe pada sopir yang akan mengantar Naka dan Alsya ke rumah sakit. Disaat bersamaan, Richard dan Gika yang tadi pergi bersama sudah tiba kembali di rumah.


"Ada apa, Mom?" Tanya Gika yang terlebih dahulu bertanya.


"Alsya mau lahiran." Mom Fe baru saja menyelesaikan jawabannya, saat tiba-tiba terdengar teriakan Ashley dan Tiffany dari arah dapur.


"Moooommm!!!!"


Mom Fe, Richard dan Gika sampai kaget, dan tiga orang itu langsung berlari ke arah dapur saat kemudian mereka mendapati Ashley dan Tiffany yang sama-sama sudah terduduk di lantai dengan wajah merah padam sembari meringis menahan kontraksi.


"Kalian mau lahiran juga?"


.


.


.


🤣🤣🤣


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.