Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
KEBERATAN



"Menikah?" Gika sampai terlonjak dari duduknya saat Edward dan Elleanore menyampaikan keinginan mereka berdua untuk menikah dalam waktu dekat. Padahal ekspresi Mom Fe dan Dad Dean hanya kaget sewajarnya dan cenderung biasa saja malahan. Sedangkan Gika malah berekspresi lebay serta berdecak berulang-ulang.


"Apa masalahmu? Kenapa kau lebay begitu?" Bisik Tiffany yang sejak tadi memang duduk di samping Gika.


"Kalian sudah benar-benar serius?" Tanya Dad Dean yang terlihat lebih santai.


"Kami serius, Dad!" Jawab Elleanore dan Edward serempak.


"Ck! Kenapa kau ikut-ikutan memanggil Dad?" Komentar Gika yang malah mengomeli Edward.


"Kan Edward calon menantunya Dad Dean, Gika!" Bukan Edward, melainkan Ashley yang membantu menjawab. Ashley mengeratkan gamitannya pada lengan Richard dan semakin merapatkan tubuhnya ke dalam dekapan Richard. Seperti saat hamil Casey, di kehamilan kedua ini Ashley juga semakin manja pada Richard.


"Edward sudah menghubungi Mom dan Dad, Uncle! Dan mereka mebyerahkan semua keputusan pada Edward."


"Mom dan Dad belum bisa pulang sementara ini karena Mom masih berada di kapal pesiar dan Dad masih sibuk dengan pekerjaannya di luar negeri," terang Edward panjang lebar yang langsung membuat Ashley berbisik-bisik pada Richard.


"Edward masih punya kedua orang tua?"


"Ya, orang tua Edward masih lengkap, hanya saja mereka sudah lama berpisah dan tidak tinggal di negara ini," jelas Richard ikut berbisik-bisik pada Ashley.


"Lalu Edward tinggal sendirian? Sudah lama?" Tanya Ashley lagi kepo.


"Sudah sejak SMA kata Edward," jelas Richard lagi seraya mengusap pundak Ashley.


"Apa itu alasan Edward selalu bersikap dingin? Dia sebenarnya keseoian dan kurang kasih sayang," Ashley mulai berasumsi dan Richard hanya mengendikkan kedua bahunya.


"Tapi sekarang sudah ada El yang akan meqarnai hari-hari Edward. Pria itu tak akan kesepian lagi," gumam Ashley lagi seraya mendongak sedikit dan menatap wajah Richard yang sedang balik menatapnya.


"Benar begitu, kan?" Tanya Ashley dan Richard langsung mengangguk seraya mengulas senyum.


"Iya, begitu!" Richard mengeratkan dekapannya pada Ashley.


Sementara di seberang Richa4dan Ashley, Tiffany sesikit merengut melihat kemesraan Richard dan Ashley. Wanita itu ikut-ikutan menggamit lengan Gika yang sejak tadi masih bersungut.


"Ada apa?" Tanya Gika kaget karena Tiffany yang tiba-tiba menggamit lengannya.


"Tu!" Tiffany merengut seraya mengendikkan dagunya ke arah Richard dan Ashley yang masih terlihat mesra.


"Mmmmmuah!" Gika refleks mencium bibir Tiffany hingga kedua mata istrinya itu berkedip-kedip karena kaget.


"Kenapa? Masih kurang?" Tanya Gika yang sudah memonyongkan bibirnya dan hendak mencium Tiffany lagi saat kemudian Naka berdehem pada saudara kembarnya tersebut.


"Apa?" Gika menatap penuh tanya pada Naka.


"Ke kamar sana kalau sudah kebelet!" Nasehat Naka yang langsung membuat Alsya yang duduk di sebelahnya menahan tawa.


"Yang itu tidak disuruh ke kamar juga? Atau karena lebih tua jadi kau takut?" Cecar Gika seraya menunjuk ke arah Richard dan Ashley.


"Mereka hanya duduk dan menyimak. Kau otu yang nyosor-nyosor!" Komentar Naka yang kembali membuat Gika berdecak.


"Bilang saja kalau pengen!" Gika sudah bangkit berdiri dan mengajak Tiffany berdiri sekalian.


"Mau kemana, Gika?" Tanya Mom Fe pada Gika.


"Gika masih keberatan soal Edward yang ingin melamar Elleanore, Mom! Tapi nanti lagi berdebatnya. Gika mau menyelesaikan urusan sebentar bersama Tiffany," jawab Gika yang langsung membuat Dad Dean ikut angkat bicara.


"Tidak! Tunggu dulu, Gika!"


"Tolong jelaskan pada Dad hal apa yang membuatmi keberatan?" Tanya Dad Dean memaksa Gika untuk memberikan penjelasan.


"Karena Edwardoernah hampir membuat Elleanore celaka, Dad! Edward juga pernah mengabaikan Ek yang dulu tergila-gila padanya-"


"Itu hanya masa lalu, Gika!" Tiffany memotong kalimat Gika dengan cepat dan istri Gika itu sudah melepaskan tangannya dari genggaman tangan Gika.


"Setiap orang punya masa lalu, termasuk kau!" Lanjut Tiffany lagi yang sudah kembali duduk di sofa.


"Tiffany benar, Gika!"


"Kau juga punya masalalu yang tak terlalu baik,dan lihatlah Tiffany yang tetap mau menerima kau apa adanya."


"Jadi tak oerlu lagi membawa-bawa twntang sukap Edward pada Elleanore di masa lalu! Toh Edward juga sudah minta maaf dan menyesali semua perbuatannya pada Elleanore." Tukas Dad Dean panjang lebar yang langsung membuat Gika merengut.


"Edward benar-benar mencintai Elleanore dan Edward berjanji tidak akan menyakiti Elleanore, Bang!" Ucap Edward penuh kesungguhan.


Gika tak menjawab dan akhirnya pria itu kembali duduk di samping Tiffany.


"Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya Mom Fe selanjutnya memecah kebisuan.


"Secepatnya, Mom!" Jawab Edward dan Elleanore serempak.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia