Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
SEDIKIT PANAS



Ashley melihat sekali lagi jam di arlojinya. Sudah hampir jam makan siang dan Richard belum kembali. Pekerjaan Ashley juga sudah selesai sejak tadi dan sekarang gadis itu mulai bosan dan bingung mau melakukan apa lagi.


Ashley bangkit berdiri lalu berjalan ke arah kulkas di ruangan Richard untuk mengambil air mineral dingin. Ashley sebenarnya sudah lapar, tapi Richard masih belum kembali.


"Eh iya! Kenapa aku tak mengirim pesan saja pada Richard?" Gumam Ashley setelah meneguk air dingin di botolnya. Padahal yadi Richard sudah berpesan agar Ashley mengirim pesan jika ada masalah.


Ashley meletakkan kembali botol yang isinya tinggal setengah ke dalam kulkas, lalu berjalan ke arah meja kerja Richard untuk mengambil ponselnya. Gadis itu baru mulai mengetik pesan untuk Richard, saat tiba-tiba pintu sudah dibuka dari luar. Ashley mengurungkan niatnya karena akhirnya Richard sudah kembali bersama....


Hah!


Bukankah itu...


"Silahkan masuk, Andrew!" Richard mempersilahkan Andrew Desmond untuk masuk ke ruangannya dan Ashley masih melongo di tempatnya semula saat melihat wajah Andrew Desmond.


"Ash, pekerjaanmu sudah selesai?" Richard yang mendapati Ashley yang masoh melongo, melontarkan pertanyaan pada gadis itu.


"Iya, sudah!" Jawab Ashley cepat seraya meraih satu kertas dari meja kerja Richard untuk menutupi wajahnya, tepat sebelum Andrew Desmond menoleh ke arah Ashley.


"Itu tunanganmu, ya?" Tanya Andrew Desmond yang bisa Ashley dengar suara tawanya. Pasti Andrew tertawa karena Ashley menyembunyikan wajahnya dibalik kertas.


"Iya!" Jawab Richard seraya menghampiri Ashley yang masih menutupi wajahnya.


"Ada apa?" Tanya Richard berbisik seraya melingkarkan lengannya di pinggang Ashley. Rangkulan Richard sedikit erat hingga membuat Ashley berjenggit.


"Itu Andrew Desmond?" Tanya Ashley balik berbisik-bisik pada Richard. Wajah Ashley dan Richard sudah sangat dekat sekarang.


"Iya. Kau mengenalnya?" Tanya Richard menyelidik.


"Dia pernah menyewaku untuk menemani ke acara reuni. Tapi waktu itu namanya Andy!" Ashley membuat pengakuan jujur yang membiat wajah Richard seketika berubah.


"Aku harus bagaimana sekarang, Rich?" Tanya Ashley masih berbisik-bisik pada Richard dan gadis itu masih menutupi wajahnya dan wajah Richard seolah mereka sedang berciuman.


"Eheem!"


"Kau akan pamer adegan mesra dengan tunanganmu sampai kapan, Rich? Aku benar-benar cemburu sekarang," sindir Andrew seraya berdehem melihat keintiman Richard dan Ashley.


"Maaf, Andrew!" Ucap Richard yang langsung menyingkirkan kertas yang sedari tadi dipakai Ashley untuk menutupi wajahnya.


"Umika!" Andrew langsung mengenali Ashley yang hanya meringis.


"Surprize!"


"Kau calon istri Richard?" Tanya Andrew tak percaya yang langsung memeluk Ashley.


Richard diam saja saat Andrew memeluk Ashley meskipun hati Richard mendadak terasa panas. Sepertinya AC di ruangan Richard rusak! Nanti Richard akan minta bagian pemeliharaan gedung untuk mengeceknya.


"Iya! Aku tunangan Richard!" Jawab Ashley yang sudah melepaskan pelukan Andrew dan kembali menggamit lengan Richard. Namun Richard malah menolak dan tangan pria itu ganti melingkar di pinggang Ashley lagi.


"Bukankah kau juga sudah bertunangan dengan Anneth?" Ujar Ashley lagi berbasa-basi pada Andrew.


"Aku mencarimu ke agency waktu itu dan katanya kau sudah keluar. Aku benar-benar tak percaya kalau kau sudah jadi tunangan Richard sekarang," cerita Andrew yang menatap Ashley dengan tatapan aneh. Sebuah tatapan yang membuat Ashley merasa tidak nyaman.


Suasana di ruangan Richard hening untuk beberapa saat.


"Jodoh memang tak bisa ditebak, Andrew!" Ucap Richard akhirnya memecah keheningan.


"Silahkan duduk!" Lanjut Richard yang sejak tadi lupa mempersilahkan Andrew untuk duduk.


Setelah Andrew duduk di sofa, Richard dan Ashley menyusul dan ikut duduk di satu sofa dan tetap berdekatan tentu saja.


"Jadi, kau jauh-jauh datang ke sini tak mungkin hanya ingin memberikan ucapan srlamat, kan?" Richard memulai pembicaraan dan Andrew hanya tertawa renyah.


"Ya, tadinya aku ingin membicarakan hal itu hari ini. Namun setelah aku pikir-pikir dan aku pertimbangkan, aku akan membicarakannya lusa saja-"


"Lusa aku dan Ashley sudah menikah," Richard menyela rencana Andrea dan pria di depan Richard itu nampak terkejut.


"Secepat itu?" Andrew bergumam tak percaya.


"Iya, maaf jika kau belum menerima undangannya." Richard sudah bangkit berdiri untuk mengambil undangan pernikahannya, lalu memberikan undangan mewah tersebut pada Andrew.


"Aku dan Ashley akan sangat senang, jika kau mau datang bersama Anneth ke pernikahan kami berdua," ucap Richard penuh harap seraya merangkul erat Ashley seolah sedang pamer kemesraan pada Andrew.


"Ya!"


"Tentu saja aku akan datang!" Ujar Andrew setelah pria itu terlihat menarik nafas panjang berulang kali.


"Aku pasti akan datang," ulang Andrew lagi seolah sedang meyakinkan dirinya sendiri.


Tak berselang lama, pintu ruangan dibuka dari luar dan Edward masuk ke ruangan Richard.


"Makan siang sidah siap, Tuan Andrew. Semoga anda berkenan menikmati jamuan makan siang hari ini bersama Tuan Richard dan Nona Ashley!" Ucap Edward sopan pada dua tuan direktur di ruangan tersebut.


"Dengan senang hati!" Jawab Andrew yang langsung beranjak dari duduknya dan mengikuti langkah Edward. Richard dan Ashley juga ikut berdiri dan mengikuti langkah Andrew dan Edward.


"Duduk di dekatku dan bicara saja seperlunya!" Bisik Richard yang langsung dijawab Ashley dengan anggukan kepala.


Sikap Richard sedikit aneh hari ini setelah tahu Andrew pernah menyewa Ashley. Ada apa sebenarnya dengan tuan kanebo kering ini?


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.