Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
ANEH



Semua yang berada di dalam kamar perawatan Opa Bowles masih saling diam setelah Gika yang tiba-tiba pamit keluar seolah tak mau mendengar siapa pria yang akan dipilih Tiffany sebagai calon pendamping hidupnya.


"Jadi, Tiff? Kau sudah punya pacar yang akan kau kenalkan pada Opa?" Pertanyaan Opa Bowles akhirnya memecah kebisuan.


Tiffany menggeleng.


"Tiff sedang tidak punya pacar, Opa!"


"Tiff akan menikah dengan siapa saja pilihan Opa, asal Opa bisa sembuh dan jangan sakit-sakit lagi," tutur Tiffany seraya kembali memeluk Opa Bowles.


"Gika De Chio!" Cetus Opa Bowles yang langsung membuat Tiffany membulatkan bola matanya.


"Apa tidak ada kandidat lain, Opa?" Tiffany mengajukan negosiasi.


"Opa rasa tidak ada," jawab Opa Bowles serius.


"Tapi..."


"Gika De Chio..."


"Dia seorang playboy!" Tiffany berbisik pada Opa Bowles di kalimatnya yang terakhir karena takut menyinggung Dad Dean yang masih berdiri di dalam ruangan.


Dad Dean kan Dad kandungnya Gika!


"Itu hanya masa lalu, Tiff!"


"Dan Gika sudah berusaha untuk berubah menjadi lebih baik serta meninggalkan masa lalunya. Kau juga mengawasi sendiri bagaimana Gika berusaha keras untuk bisa memenuhi syarat yang opa ajukan jika ia ingin mendekatimu," tutur Opa Bowles panjang lebar.


"Setiap orang pasti punya masa lalu entah itu baik atau buruk. Tapi jika di kemudian hari orang tersebut sudah berusaha berubah menjadi lebih baik dari masa lalunya. Kita juga harus menghargainya."


"Bukan begitu, Dean?" Opa Bowles meminta pendapat Dad Dean yang sejak tadi hanya diam dan mengulas senyum tipis.


"Betul sekali, Tuan Bowles!" Jawab Dad Dean.


Sementara Tiffany masih diam dan mendadak merasa bimbang.


"Tapi bagaimana kalau nanti Gika kembali menjadi Gika yang playboy dan mengkhianati Tiff?" Tanya Tiffany yang ternyata masih ragu akan perubahan pada diri Gika.


"Uncle sendiri yang akan turun tangan jika Gika sampai melakukannya, Tiff!" Ujar Dad Dean yang rupanya ikut mendengar pertanyaan Tiffany tadi pada Opa Bowles.


"Lihat! Kau punya calon mertua yang akan menyayangimu."


"Apa kau tak ingin menjadi seperti Ashley yang kini punya keluarga besar yang lengkap dan saling menyayangi?" Tutur Opa Bowles lagi yang justru membuat Tiffany merasa sedih.


"Tiff sudah punya Opa!" Tiffany kembali memeluk Opa Bowles.


"Cepat atau lambat, Opa akan menyusul Stefy dan Henry, Tiff! Jadi Opa hanya ingin memastikan kau sudah hidup bahagia bersama pria yang tepat sebelum opa pergi," ujar Opa Bowles lagi yang benar-benar ingin membuat Tiffany menangis.


Eh, tapi nanti kalau Gika melihat, pasti pria itu akan meledek Tiffany.


"Kau mau menikah dengan Gika?" Tanya Opa Bowles sekali lagi pada Tiffany.


"Jika itu demi kebahagiaan dan kesembuhan Opa, Tiff akan melakukannya," jawab Tiffany akhirnya merasa pasrah.


****


Gika duduk di deretan kursi yang tak jauh dari kamar perawatan Opa Bowles. Pria itu menarik kasar cincin untuk Tiffany dari lehernya, lalu memainkannya dengan frustasi.


Seumur hidup, tak pernah ada seorang gadis pun yang membuat hati Gika sepatah ini. Gika bahkan membenci gadis macan rrrooaaar itu!


Lalu kenapa Gika merasa tak rela jika Tiffany menikah dengan pria lain?


"Jangan sampai ke depannya kau yang akan jadi pawang macan untuk Tiff."


"Apa maksudnya pawang macan? Aku jatuh cinta, lalu mengejar gadis macan itu seperti orang gila, dan melakukan semua hal demi dia?"


"Mustahil! Mustahil!"


Kata-kata Naka beberapa bulan lalu kembali terngiang di bdnak Gika dan membuag mantan tuan model itu menggeram kesal.


"Brengsek!" Umpat Gika kesam yang hampir mekempar cincin untuk Tiffany, saat kemudian terdengar panggilan dari Dad Dean.


"Gika!"


Gika menoleh dengan cepat dan menatap tak mengerti pada Dad kandung tersebut.


"Kau sedang apa? Masuk sini?" Dad Ddan mengendikkan dagunya ke arah kamar perawatan Opa Bowles.


Apa Tiffany sudah mengumumkan nama suaminya?


Dad Dean menghela nafas, lalu menghampiri putranya tersebut dan duduk di sebelahnya.


"Apa seorang playboy bisa patah hati juga?" Tanya Dad Dean yang langsung dijawab geraman dari Gika.


"Gika sudah tobat, Dad!" Kilah Gika membela diri.


"Baiklah!" Dad Dean mengambil cincin yang masih dimainkan oleh Gika tadi. Pria paruh baya itu sedikit menyipitkan matanya saat membaca tulisan di dalam cincin itu.


"TIFFANY"


"Jadi ini cincin untuk si gadis macan?" Tanya Dad Dean yang hanya dijawab Gika dengan helaan nafas frustasi.


"Dia sudah memilih pria lain. Gika akan membuangnya," jawab Gika putus asa.


"Tahu darimana Tiff memilih pria lain?" Dad Dean sedikit menahan tawa.


"Iya tadi kan Opa Bowles bilang kalau Tiff boleh memilih calon suaminya sendiri! Jadi Tiff tidak mungkin juga memilih Gika!"


"Kami saja musuh bebuyutan!"


"Rrrrooooaaar! Rrrrooooaaar!" Gika mengaum dengan kesal.


"Yakin Tiff memilih pria lain, Pawang macan?" Dad Dean sedikit menggoda Gika.


"Apa maksud Dad?" Gika memicingkan matanya karena menangkap gelagat aneh Dad Dean.


"Tiff sedang tidak punya pacar ataupun seorang pria yang hendak dia pilih sebagai suami-"


"Tentu saja! Dia saja segalak macan! Mana ada pria yang mau dengannya?" Gika menyela kalimat Dad Dean seraya menggerutu sendiri. Namun kemudian pria itu terdiam karena sadar dengan arah kata-kata Dad Dean tadi.


"Kata siapa tak ada yang mau dengannya," ujar Dad Dean seraya bangkit berdiri dan meninggalkan Gika.


"Dad!" Gika menyusul Dad Dean dengan cepat.


"Masuk sana, sebelum Tiff berubah pikiran!" Ujar Dad Dean yang langsung membuat Gika bersorak senang. Gika langsung berlari menuju ke kamar perawatan Opa Bowles dengan wajah yang berseri-seri.


"Tiffany! Aku datang!" Seru Gika seraya membuka pintu kamar perawatan. Langsung terlihat Tiffany yang masih sedikit merengut dan Opa Bowles yang langsung menyambut Gika.


"Opa!" Gika mencium punggung tangan Opa Bowles dengan takzim, lalu memeluk pria tua tersebut.


"Usahamu luar biasa, Gika!"


"Kau benar-benar sudah menjadi Gika De Chio-"


"Magika Alexander, Opa!" Sela Gika mengoreksi namanya. Gika tak akan memakai nama Gika De Chio lagi karena image nama itu sudah buruk.


"Baiklah! Kau sudah menjadi Magika yang baru sekarang!" Opa Bowles menepuk-nepuk punggung Gika.


"Semua berkat motivasi dari Opa," jawab Gika seraya mengangguk-angguk.


"Tiff!" Panggil Opa Bowles pada Tiffany yang hanya membisu sejak tadi. Tiffany mendekat ke arah bed perawatan opa Bowles.


"Opa mau kalian hidup rukun mulai sekarang dan saling menjaga. Saling mencintai dan menyayangi." Opa Bowles menyatukan tangan Gika dan Tiffany, lalu menggenggam keduanya.


"Dan memberikan Opa banyak cicit!" Lanjut Opa Bowles lagi yang langsung membuat Gika tersenyum lebar hingga menampilkan deretan gigi putihnya. Berbeda dengan Tiffany yang hanya memasang raut wajah datar.


"Mereka harus menikah terlebih dahulu, Opa!" Ujar Dad Dean mengingatkan Opa Bowles.


"Tentu saja! Apa pernikahannya bisa dipercepat, Dean?" Tanya Opa Bowles penuh harap.


"Akan saya usahakan!" Jawab Dad Dean yang langsung membuat Opa Bowles mengangguk lega. Gika juga masih tersenyum bahagia, dan Tiffany hanya menatap pada tangannya yang kini tetap digenggam erat oleh Gika.


Kenapa rasanya aneh begini?


.


.


.


Baru tangan yang digenggam udah aneh, ya, Tiff?


Nanti kalau yang digenggam yang lain 🙈🙈🙈


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.