Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
ORANG TUA EDWARD



"Selamat pagi, Tuan!" Sapa seorang penjaga keamanan yang berada di depan kediaman mewah Nyonya Anthony.


"Mom ada?" Tanya Edward dengan ekspresi raut datar.


"Mom?" Penjaga keamanan tadi terlihat mengernyitkan kedua alisnya.


"Maaf, maksudku, Nyonya Anthony," Edward mengoreksi pertanyaannya.


"Anda harus membuat janji terlebih dahulu sebelum-"


"Edward, kau sudah datang?" Seorang pria lain keluar dari dalam rumah dan langsung menghampiri Edward serta Elleanore.


"Dia putra Nyonya Anthony!" Bisik pria tadi pada penjaga keamanan yang menghadang Edward.


"Maaf, Tuan! Saya benar-benar tidak tahu!"


"Silahkan masuk, Nyonya Anthony ada di dalam," ucap penjaga keamanan tadi akhirnya.


Edward hanya mengangguk samar, dan mengeratkan rangkulannya pada pinggang Elleanore, lalu mengajak istrinya tersebut masuk ke dalam rumah.


"Mom kamu pasti akan sangat senang, melihat kau datang, Ed!" Ujar pria yang tadi menyelamatkan Edward dari penjaga keamanan. Elleanore baru ingat, kalau pria paruh baya tersebut pernah datang di pernikahannya dan mengaku sebagai wakil dari keluarga Edward


"Kau masih ingat pada Uncle Lau, kan? Dia sepupu Mom," Tanya Edward pada Elleanore yang langsung mengangguk.


"Kalian akan menginap sekaligus berlobur disini, kan?" Tanya Uncle Lau lagi antusias.


"Kami hanya mampir, Uncle! Karena El ingin bertemu Mom-" Kalimat Edward tak jadi berlanjut saat terdengar suara seorang wanita paruh baya dari dalam rumah yang berbicara dengan seorang pria yang seusia dengan Edward.


"Aku berharap kau akan memikirkan kembali penawaranku tadi, Oscar!"


"Aku tidak bisa, Deasy! Maaf!"


"Lagipula, bukankah agensiku sudah menjelaskannya di awal?"


Tatapan mata Edward terlihat tidak suka, dan Elleanore yang menyadari hal tersebut, langsung mengusap lembut lengan Edward.


"Selamat siang, Deasy. Kau partner yang luar biasa!" Puji Oscar seraya mencium tangan Mommy Edward tersebut, lalu berbalik dan sedikit menatap sinis pada Edward saat keduanya berpapasan. Edward balik mendelik pada pria yang entah siapa tersebut.


"Deasy!" Panggil Uncle Lau pada Mommy Deasy yang sepertinya belum menyadari kehadiran Edward dan Elleanore.


"Lau, kau membawa sia-" Mommy Deasy langsung terkejut saat mendapati Edward yang sudah berada di rumahnya.


"Edward!" Mommy Deasy langsung menghampiri Edward dan memeluk putranya tersebut sekilas, meskipun Edward hanya menanggapinya dengan dingin.


"Kau membawa siapa, Ed? Kekasihmu?" Tanya Mommy Deasy selanjutnya.


"Istri lebih tepatnya, Mom!" Jawab Edward sedikit ketus. Elleanore kembali mengusap lengan Edward demi meredam amarah suaminya tersebut.


"Kau sudah menikah? Kenapa tidak memberitahu Mom?" Tanya Mommy Deasy yang langsung membuat Edward berdecak.


"Aku sudah memberitahumu, Deasy! Tapi kau menyuruh aku yang datang," Uncle Lau membantu menjelaskan.


"Mom tidak pernah bisa dihubungi karena sepertinya Mom terlalu sibuk dengan para pria muda simpanan Mom seperti Oscar tadi." Edward berucap dengan sinis.


"Mom sibuk mengurus perusahaan disini karena kau, satu-satunya putra Mom malah sibuk bekerja untuk perusahaan lain!" Sanggah Mommy Deasy mendelik pada Edward yang hanya tersenyum sinis.


"Bekerja untuk perusahaan lain lebih membuat tenang ketimbang harus disini dan menjadi boneka Mom-"


"Edward!" Gertak Mommy Deasy galak.


"El mau bertemu Mom, dan Edward hanya mengantarnya." Tukas Edward yang akhirnya berhasil meredam emosi dalam dirinya, setelah berulang kali Elleanore mengusap lengan pria itu.


"Elleanore Alexander!" Mommy Deasy langsung memeluk Elleanore dengan hangat seolah lupa pada emosinya tadi.


"Perusahaan milik ayahmu benar-benar luar biasa, El!" Puji Mommy Deasy selanjutnya yang hanya membuat Elleanore tersenyum tipis. Pikiran Mommy Edward ini sepertinya tak jauh-jauh dari bisnis dan perusahaan. Terlihat sekali kalau Mommy Deasy adalah wanita yang penuh ambisi.


"Kalian akan honeymoon disini, kan? Anggap saja rumah sendiri! Nanti Mom akan menyiapkan semua fasilitas untuk kau dan Edward," tutur Mommy Deasy selanjutnya.


"Kami akan menginap di hotel!" Jawab Edward cepat yang langsung membuat Elleanore menatap tak senang pada suaminya tersebut.


"Kenapa harus di hotel, Ed? Ada belasan kamar di rumah ini yang bisa kau tempati! Kau juga tak pernah menginap di rumah Mom!" Sergah Mom Deasy penuh kekecewaan.


"Edward tidak mau mengganggu Mom dan para pria gig*lo simpanan Mom itu!" Jawab Edward sinis.


"Lagipula, malam ini kami juga akan langsung terbang dan bertemu Dad," lanjut Edward lagi yang sudah mendekat ke arah Elleanore dan merangkulkan lengannya di pinggang sang istri.


"Masih menganggap pria bengkok itu sebagai Dad-mu?"


"Seharusnya kau tak perlu membawa El menemuinya!" Lanjut Mommy Deasy sinis.


"Dia tetap Dad kandung Edward, terlepas dari apapun orientasi kehidupannya sekarang," jawab Edward datar.


"Dan dia juga pernah menjadi suami Mom," imbuh Edward mengingatkan.


"Suami tak berguna dan menjijikkan lebih tepatnya!" Sergah Mom Deasy ketus.


"Dia Dad kandung Edward, Mom!" Lirih Edward sekali lagi, dan Mommy Deasy hanya menanggapinya dengan sebuah dengkusan.


"Kau sudah bertemu Mom, ayo kita pergi sekarang," ajak Edward selanjutnya pada Elleanore yang menatap tak percaya pada Edward.


"Kita belum mengobrol bersama Mom, Ed!" Bisik Elleanore mengingatkan.


"Tidak usah! Mom sibuk dan sedang banyak urusan," tukas Edward dengan nada malas.


"Tinggallah dulu, setidaknya sampai malam, Ed! Mom akan membatalkan semua acara Mom hari ini dan mengajak El shopping sebentar," pinta Mommy Deasy memohon pada Edward.


"Ti-"


"Ed!" Elleanore mengusap lengan Edward dan menatap memohon pada suaminya tersebut.


"Baiklah! Edward akan tinggal disini sampai malam," Putus Edward akhirnya.


.


.


.


Karena cerita ini udah terlalu panjang dan udah terlalu banyak tokoh juga. Nanti cerita Mommy-nya Edward aku pisah sendiri saja dan lebih lengkapnya di judul baru (rahasia dulu judulnya, biar nggak ada yang nikung seperti yang sudah-sudah 😅)


Rilis masih lama, ya!


Nanti juga konfliknya nggak ada hubungan sama cerita keluarga Alexander, kok. Mungkin akhir tahun baru rilis, karena habis Olivia aku masih ada proyek Sasha, Vaia & Bintang, trus si Zeline, sama Bagus dan Queena kalau jadi 🤭🤭🤭 sekalian Sunny dan Hendy mungkin, ya😆😆😆


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.