
Richard membuka pintu ruanganya dengan tergesa dan langsung mendapati Dad Dean, Uncle Aaron, serta Edward yang sudah berada di dalam ruangan.
"Dad?" Sapa Richard lirih.
"Ada apa sebenarnya ini, Rich? Kenapa tiba-tiba Andrew Desmond--"
"Andrew menculik Ashley!" Sela Richard cepat yang langsung membuat tiga pria di ruangannya tersebut terkejut tak percaya.
"Coba duduk dulu dan ceritakan semuanya dari awal!" Uncle Aaron yang akhirnya menghampiri Richard dan membimbing pria itu agar duduk di sofa. Edward turut bergerak untuk mengambilkan air minum, lalu memberikannya pada Richard.
"Andrew datang kesini beberapa bulan lalu dan dia menawarkan sebuah mega proyek untuk Alexander Group." Richard akhirnya memulai ceritanya, setelah pria itu meneguk habis air minum di gelasnya.
"Tapi Andrew juga mengajukan satu syarat untuk mega proyek tersebut."
"Syarat apa?" Tanya Dad Dean dan Uncle Aaron serempak.
"Andrew minta Richard memberikan Ashley kepadanya." Jawab Richard lirih dengan suara yang bergetar.
"Gila!" Geram Uncle Aaron.
"Ada hubungan apa sebenarnya antara Ashley dan Andrew di masa lalu? Kenapa Andrew bisa sampai tergila-gila pada istrimu?" Tanya Dad Dean penasaran.
"Mereka pernah jadi partner dalam sebuah pekerjaan, Dad!" Jawab Richard tanpa menyebut pekerjaan macam apa yang mempertemukan Andrew dan Ashley.
"Richard rasa Andrew menaruh perasaan pada Ashley. Namun pria itu tak bisa mengungkapkannya karena saat ia kembali ke negara ini, Ashley sudah sah menjadi istri Richard," sambung Richard mengungkap semuanya.
"Tidak beda jauh dari Matthew yang pernah memintamu menukar Melanie dengan proyek juga. Apa mereka satu klan?" Bisik Uncle Aaron pada Dad Dean yang wajahnya langsung berubah kesal.
"Tidak usah membawa-bawa kasus itu!" Gertak Dqd Dean yang langsung mendelik pada Uncle Aaron.
"Hmmm, baiklah! Aku hanya mengingatkan," Uncle Aaron mengendikkan kedua bahunya.
"Jadi kau menolak permintaan Andrew-"
"Tentu saja Rich menolaknya, Dad! Rich mencintai Ashley dan Rich tidak akan menukar istri Rich dengan apapun di dunia ini!" Potong Richard berapi-api.
"Baiklah, Dad percaya kepadamu." Dad Dean memijit pelipisnya dan kembali duduk di kursi kerja Richard. Uncle Aaron juga langsung mendekat ke arah Dad Dean dan dua pria paruh baya itu terlihat berdiskusi serius, sebelum kemudian keduanya saling mengangguk.
"Dad-" Richard mendekat ke arah Dad Dean dan hendak mengatakan sesuatu, namun Dad kandung Richard tersebut sepertinya sudah paham.
"Kau tahu kira-kira Ashley dibawa kemana oleh Andrew?" Tanya Dad Dean serius.
"Andrew punya beberapa villa dan apartemen. Mustahil dia membawa Ashley ke rumah tempat tinggalnya selama ini. Andrew pasti menyembunyikan Ashley di salah satu villa-nya," jawab Richard yang masih mencoba menerka-nerka.
"Lalu bagaimana kita bisa tahu Ashley dibawa ke villa yang mana? Tidak mungkin kita memeriksa satu per satu villa Andrew," Gantian Uncle Aaron yang bertanya serius.
"Rich tahu harus mencari tahu informasi itu kemana," jawab Richard dengan tatapan mata tajamnya.
"Pergilah kalau begitu, Son! Temukan Ashley, dan Dad yang akan mengurus semua disini," ujar Dad Dean seraya menepuk punggung putra sulungnya tersebut.
"Pergilah!" Ujar Dad Dean sekali lagi dan Richard tak membuang waktu. Pria itu langsung keluar dari ruangannya.
"Edward, ikutlah bersama Richard!" Titah Dad Dean selanjutnya pada Edward yang sejak tadi hanya mematung.
"Baik, Uncle!"
****
"Apartemen Anneth?" Tanya Edward tak percaya saat Richard malah mengajaknya ke apartemen wanita sialan yang oernah menyakiti Richard.
"Anneth pasti tahu sesuatu." Ujar Richard penuh keyakinan. Meskipun sebenarnya ia tidak sudi lagi bertemu mantan tunangannya tersebut, tapi demi Ashley Richard akan melakukannya.
Richard dan Edward sudah tiba di lantai dimana unit apartemen Anneth berada. Kedua pria itu menekan bel dan menunggu cukup lama, sampai akhirnya pintu dibuka dari dalam.
Seorang pria yang sudah cukup lama tak Richard lihat berdiri di belakang pintu.
"Richard?" Sapa pria itu yang terlihat kaget dengan kedatangan Richard.
"Apa Anneth ada, Jasson?" Tanya Richard sedikit kaku. Dulu pria ini pernah jadi orang kepercayaan Richard, asisten Richard, sampai akhirnya dia berkhianat di belakang Richard.
"Anneth ada. Tapi dia--"
Jasson menghela nafas lalu akhirnya mempersilahkan Richard dan Edward untuk masuk.
"Sia-" suara Anneth tercekat, saat wanita itu melihat Richard.
"Rich?" Sapa Anneth yang kondisinya terlihat berbeda sekarang. Wanita itu terlihat kurus dan tatapan matanya juga sayu.
"Aku kesini ingin bertanya perihal Andrew," ujar Richard menyampaikan tujuannya. Richard tak mau menyoal tentang kondisi Anneth yang sepertinya sedang sakit.
"Aku tak lagi ada hubungan apa-apa dengan Andrew! Dia sudah meninggalkan aku," nada bicara Anneth terdengar ketus dan penuh kebencian.
"Andrew menculik Ashley," ucap Richard lagi yang langsung membuat Anneth tersentak kaget.
"Kau pasti tahu sesuatu, Anneth!"
"Aku tidak tahu!" Sergah Anneth cepat seraya berbalik, lalu meninggalkan Rich dan yang lainnya. Wanita itu membanting pintu kamar.
"Anneth--" Richard hendak mengejar Anneth, namun Jasson mencegah dengan cepat.
"Lepaskan, Keparat! Aku harus tahu istriki dibawa Andrew kemana!" Maki Richard yang mulai kesal pada Jasson.
Namun bukannya melepaskan Richard, Jasson malah mendorong pria itu ke pintu utama apartemen.
"Lepaskan!" Edward ikut-ikutan menggertak serta membantu melrpaskan cekalan Jasson pada lengan Richard.
"Aku tahu sesuatu," ujar Jasson tiba-tiba saat bogem mentah Edward nyaris mendarat di wajahnya. Richard menahan tangan sang asisten dengan cepat.
"Aku pernah mendengar Anneth berbicara pada Andrew saat tengah malam. Intinya, Andrew mengajak Anneth bekerja sama untuk menghancurkanmu. Andrew terobsesi pada Ashley dan hendak mengambilnya dari pelukanmu. Lalu Andrew yang mengira Anneth masih tergila-gila padamu menawarkan iming-iming untuk membantu kau kembali pada Anneth."
"Tapi Anneth menolak semuanya karena dia sudah terlanjur benci pada Andrew Desmond." Terang Jasson panjang lebar.
"Lalu apa kau juga tahu dimana kira-kira Andrew menyembunyikan istriku?" Tanya Richard menatap tajam pada Jasson.
"Andrew punya satu villa di atas bukit yang dikelilingi perkebunan teh, lalu hutan setelahnya."
"Andrew membawa-bawa villa itu saat menyampaikan rencananya pada Anneth," jelas Jasson yang langsung membuat Richard menggeram marah.
"Aku yakin Andrew menyembunyikan Ashley di sana," lanjut Jasson lagi.
"Terima kasih atas semua informasimu," ucap Richard akhirnya pada sang mantan asisten. Jasson hanya mengangguk samar.
Richard dan Edward sudah mengayunkan langkahnya dan hendak pergi, saat kemudian Richard menghentikan langkahnya, lalu kembali berbalik pada Jasson.
"Anneth sakit apa?" Tanya Richard menatap penuh selidik pada sang mantan asisten.
"Kanker serviks," jawab Jasson lirih.
"Dan kami baru saja kehilangan calon bayi kami minggu lalu," sambung Jasson lagi.
"Aku turut berduka," ucap Richard datar.
"Dan semoga ada jalan kesembuhan untuk Anneth," imbuh Richard lagi yang langsung membuat Jasson mengangguk samar.
Tak ada basa-basi lagi, dan Richard langsung melanjutkan langkahnya menuju ke lift.
Richard akan langsung ke villa yang dimaksud oleh Jasson tadi, tak peduli pada langit yang sudah hitam pekat.
Richard harus secepatnya menemukan Ashley!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.