
"Kamu Ashley, kan?" Tanya Elleanore penuh selidik sekaligus memastikan.
Elleanore adalah kakak tingkat Ashley di universitas. Gadis itu memang lumayan terkenal di kampus karena jiwa sosialnya yang tinggi dan kerap menggelar bakti sosial bersama mahasiswa lain yang sealiran. Ashley benar-benar baru tahu kalau Elleanore ternyata putri di keluarga Alexander juga. Benar-benar seorang Queen yang sempurna, sama seperti namanya.
"Iya, Kak!" Jawab Ashley seraya meringis.
"Kalian sudah saling kenal?" Gantian Mom Fe yang bertanya dan menatap bergantian pada Elleanore dan Ashley.
"Tidak terlalu kenal sebenarnya, Aunty! Ashley hanya adik tingkatnya Kak El," jawab Ashley menjelaskan.
Dad Dean sedikit menahan tawa saat mendengar Ashley yang memanggil Elleanore dengan sebutan Kak.
Kak El?
"Ada apa, Dad?" Tanya Mom Fe sedikit berbisik.
"Lucu saja! Ashley calon istrinya Richard kenapa malah memanggil El dengan sebutan Kak? Bukannya terbalik?" Dad Dean akhirnya benar-benar tertawa sekarang dan Mom Fe refleks mencubit lengan suaminya tersebut.
"Eh, iya juga, ya?" Elleanore yang terlebih dahulu tanggap dan membenarkan ucapan Dad Dean.
"Baru calon tunangan, Uncle! Bukan calon istri," ujar Ashley yang kembali meringis. Gadis itu menatap ke arah Richard yang ekspresi wajahnya hanya datar tanpa ekspresi.
Ya ampun, Abang kanebo kering!
Bicaralah!
Buka suara!
Ashley menggerutu dalam hati dan merasa geregetan.
"Nanti akhir pekan kalian akan langsung bertunangan, ya! Lalu setelahnya Mom akan mulai menyiapkan pesta pernikahan yang megah untukmu dan Richard," tukas Mom Fe yang kini sudah merangkul Ashley yang hanya membisu.
Ashley yang biasanya bawel dan selalu punya banyak alasan mendadak kehilangan kata-kata saat berhadapan dengan keluarga Alexander yang ternyata tak seperti bayangan Ashley.
Mereka bahkan tak sombong sama sekali dan tak mencecar Ashley tentang asal-usulnya. Dan yang lebih membuat shock, Mom Fe yang sudah secara terang-terangan merestui hubungan palsu Ashley dan Richard.
"Mom, Rich boleh bicara sebentar dengan Ashley?" Tanya Richard yang akhirnya buka suara.
"Tentu! Nanti jangan lupa untuk mengajak Ashley ke ruang makan, ya! Mom juga sudah menyuruh Gika pulang tadi."
"Kau sudah menelepon Gika, El?" Mom Fe ganti bertanya pada Elleanore.
"Sudah, Mom! Tapi katanya dia masih sibuk berpose di depan kamera dan minta El mengirimkan foto Kak Ashley saja!"
"Dan sebaiknya abang jaga Kak Ashley baik-baik karena abang Gika playboy itu bisa merebutnya kapan saja dari pelukan Abang!" Elleanore lanjut berbisik-bisik pada Richard yang ekspresinya tetap datar.
"Maksudnya Gika De Chio?" Celetuk Ashley tiba-tiba yang langsung membuat semua orang menoleh ke arahnya.
"Dia model terkenal, kan? Apa itu Gika yang sama dengan Gika Alexander?" Tanya Ashley selanjutnya merasa ragu.
"Iya, benar! Gika De Chio dalah Gika Alexander! Salah satu putra kembar di keluarga Alexander. Kau kenal juga?" Jelas Mom Fe panjang lebar sekaligus bertanya pada Ashley yang langsung berekspresi lebay dan menutup bibirnya dengan telapak tangan.
"Ada apa?" Tanya Richard menatap heran pada Ashley.
"Tidak apa-apa!"
"Aku dulu nge-fans sama Gika De Chio," jawab Ashley seraya meringis.
"Wah! El akan memberitahu Abang Gika!" Elleanore sudah mengutak-atik ponselnya saat Richard langsung menegur adik bungsunya itu.
"El! Tidak usah lebay!"
"Jangan membuat Abangmu marah, El!" Nasehat Dad Dean pada Elleanore yang tak jadi menghubungi Gika.
"Maaf!" Elleanore menyimpan kembali ponselnya dan Richard segera menarik Ashley, lalu mengajaknya menaiki tangga.
"Jangan lama-lama, Rich!" Seru Mom Fe berpesan pada sang putra meskioun tak ada jawaban dari Richard.
"Memangnya Abang Richard mau ngapain sama Kak Ashley, Mom?" Tanya Elleanore kepo.
"Bicara hal penting!" Bukan Mom Fe melainkan Dad Dean yang menjawab.
"Bukan membuat keponakan untuk El, ya?" Celetuk Elleanore lagi yang langsung membuat Dad Dean melebarkan bola matanya, lalu menatap pada Mom Fe seakan minta penjelasan.
"Dia sudah dua puluh dua tahun! Sudah legal age, dan dia tahu batasan-batasan yang tak boleh dilanggar," jelas Mom Fe meyakinkan sang suami.
"El tidak akan melakukan hal yang melanggar norma, Dad! El hanya bertanya tadi!" Ujar Elleanore seraya melingkarkan lengannya ke leher Dad Dean dan bergelayut manja pada Dad-nya tersebut.
"Kau akan membuat Mom-mu cemburu," bisik Dad Dean pada Elleanore yang masih bergelayut. Namun bisikan Dad Dean ternyata lumayan keras, hingga Mom Fe bisa mendengarnya.
"Mom tidak sebucin itu!"
****
Richard membawa Ashley ke kamarnya dan menyuruh gadis itu untuk duduk.
Sebenarnya ini kali pertama Richard membawa seorang gadis masuk ke kamarnya. Sebelumnya saat bersama Anneth, meskipun status mereka sudah bertunangan tapi Richard belum pernah mengajak Anneth ke kamarnya yang ini.
Biasanya mereka hanya akan ngobrol di apartemen Richard atau makan dan bertemu di luar.
"Kenapa membawaku masuk kamar, Tuan gunung es?" Tanya Ashley setelah Richard menutup pintu.
Dan menguncinya!
"Kenapa dikunci?" Protes Ashley yang sudah bangkit dari duduknya dan hendak menuju ke arah pintu. Namun lagi-lagi Richard mencegah.
"Duduk!" Titah Richard pada gadis dua puluh satu tahun tersebut.
"Kau mau apa?" Tanya Ashley seraya menatap awas pada Richard.
"Mau bicara. Memangnya kau pikir aku mau apa?" Richard balas menatap tajam pada Ashley.
"Lalu kenapa harus di kamar dan tidak di ruangan lain saja? Dan kenapa pintunya harus dikunci?" Cerocos Ashley nyaris tanpa jeda.
"Apa kau tidak bernafas?" Pertanyaan yang baru saja dilontarkan Richard seketika membuat Ashley melongo.
Jadi, Tuan direktur ini pikir Ashley adalah hantu begitu?
"Tentu saja bernafas! Tidak lihat cuping hidungku yang kembang kempis ini?" Ashley menunjuk ke arah hidungnya yang tak terlalu mancung tapi tidak pesek juga. Pas intinya untuk wajah Ashley.
"Lalu kenapa bicara tanpa jeda dan tanpa titik koma?" Tanya Richard lagi menatap heran pada Ashley yang kini bersedekap sekaligus merengut.
"Jadinya kau tadi mau bicara apa? Cepatlah bicara sebelum ada setan lewat!" Ujar Ashley yang masih bersedekap.
"Jadilah istriku!" Ucap Richard to the point tanpa basa-basi tanpa embel-embel kalimat lain. Hanya satu kalimat perintah yang terdiri dari dua kata. Jadilah dan istriku. Jadilah istriku!
Apa pria kanebo kering ini sedang melamar Ashley?
"Apa kau sedang melamarku? Kenapa kaku dan datar begitu?" Tanya Ashley heran.
"Tidak! Aku sedang menyuruhmu!" Jawab Richard tegas.
"Menyuruh?" Kedua alis Ashley langsung bertaut karena heran dan bingung.
"Mom dan Dad sudah pasti akan menyuruh kita menikah karena aku terlanjur membawamu ke rumah dan mengenalkanmu sebagai kekasih pada mereka."
"Dan aku bukanlah orang yang suka membuat Mom dan Dad-ku kecewa-"
"Anak berbakti!" Gumam Ashley nenyela kalimat panjang Richard. Ternyata Richard juga bisa berbicara panjang kali lebar. Lalu kenapa selama ini bicara hanya satu dua kalimat? Apa orang kaya kalau bicara panjang kali lebar bakal dikenakan pajak?
"Diamlah dulu!" Titah Richard seraya mengangkat tangannya ke arah Ashley yang langsung bungkam.
"Baiklah aku ulangi!"
"Aku tidak suka dan tidak mau membuat Mom dan Dad-ku kecewa. Jadi sebagai konsekuensinya aku terpaksa harus menikah denganmu demi menyenangkan hati Mom dan Dad."
"Tapi kau tenang saja! Pernikahan ini hanya sementara dan aku tak akan menyentuhmu selama jangka pernikahan. Kita akan tinggal di apartemenku nanti agar kita bisa tidur di kamar terpisah dan Mom serta Dad tak perlu khawatir." Tutur Richard panjang lebar memaparkan semua rencananya.
"Dan aku akan membayarmu tiga kali lipat dari sebelumnya. Kau akan mendapatkan banyak fasilitas dariku," sambung Richard lagi penuh keyakinan.
Ashley hanya mengangguk-angguk sampai kemudian sebuah pertanyaan terlontar dari bibir Ashley.
"Lalu bagaimana kalau Mom dan Dad-mu meminta cucu kepadamu? Kau akan menyewa bayi dan anak juga lalu membawanya ke depan Mom dan Dad-mu dan mengaku kalau itu anakmu?"
Richard langsung bungkam seribu bahasa dengan pertanyaan sederhana Ashley. Richard bahkan belum berpikir sampai sejauh itu.
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.