Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
SARAN



"Aduh!" Wajah Mom Fe berubah panik setelah wanita paruh baya itu membaca sebuah pesan di ponselnya.


"Kenapa, Mom? Kok panik gitu?" Tanya Naka yang baru pulang dari kantor travel agency-nya.


"Toko kue yang mengurusi kue untuk acara pertunangan Richard dan Ashley lalu mendadak membatalkan orderan karena mereka baru saja tertimpa musibah."


"Bagaimana ini?" Jawab Mom Fe yang semakin panik.


"Nggak bisa dialihkan ke toko kue lain, Mom?" Tanya Naka memberikan solusi


"Waktunya mepet dan Mom masih harus mencari toko kue yang sesuai-"


"Ke toko kuenya Alsya saja bagaimana?" Celetuk Naka tiba-tiba memberikan saran pada Mom Fe.


"Alsya punya toko kue?" Tanya Mom Fe menyelidik.


"Milik kedua orangtuanya setahu Naka. Tapi selama ini dihandle Alsya dan adiknya," jelas Naka sedikit meringis.


"Apa nama toko kuenya?" Tanya Mom Fe lagi.


"Lily's Cake."


"Oh, iya! Itu recomended memang! Banyak pilihan dan kuenya enak-enak! Mom baru tahu kalau pemiliknya adalah orang tua Alsya," tukas Mom Fe seraya mengangkat gagang telepon dan sepertinya hendak menelepon seseorang.


"Mom mau telepon siapa?" Tanya Naka menyelidik.


"Lily's Cake! Mau secepatnya mengurus orderan! Acaranya sudah mepet," jawab Mom Fe.


"Tidak udah, Mom! Kita ke toko kuenya saja bagaimana?" Usul Naka sedikit modus. Mom Fe langsung mengulas senyum tipis seolah bisa menangkap modus yang direncanakan oleh Naka.


"Iya,mungkin saja Sunny disana, Naka kan sudah beberapa hari belum bertemu Sunny, Mom! Kata Mom Naka harus mendekati Sunny untuk bisa dekat dengan Alsya," tukas Naka lagi membeberkan alasannya.


"Iya, iya! Yang bucin!" Cibir Mom Fe seraya tersenyum kecil.


"Mom akan ganti baju dulu kalau begitu!" Ujar Mom Fe selanjutnya seraya bangkit dari duduknya, lalu masuk ke kamar untuk berganti baju.


"Naka akan menunggu di teras, Mom!" Seru Naka seraya berjalan sambil bersiul menuju ke teras rumah.


"Mau kemana, Bang?" Tanya Elleanore yang baru tiba di rumah dan tak sengaja berpapasan dengan Naka di pintu utama.


"Mau mengantar Mom ke toko kue," jawab Naka seraya tersenyum sumringah.


"Seneng banget kayaknya, padahal cuma ke toko kue," Elleanore menatap penuh selidik.


"Yang punya toko kue kan Alsya! Ya iyalah wajahnya sumringah, El!" Celetuk Mom Fe yang langsung membuat Elleanore mencibir.


"Pantesan!"


"Mom cepat sekali ganti bajunya?" Tanya Naka heran.


"Iya biar kamu bisa cepat ketemu Alsya!" Jawab Mom Fe berkelakar.


"El boleh ikut, Mom! El penasaran sama Kak Alsya yang bikin Abang Naka bucin habis," izin Elleanore seraya menggamit lengan Mom Fe.


"Boleh! Ayo!" Jawab Mom Fe dan dia wanita itupun berjalan mendahului Naka menuju ke mobil. Sementara Naka hanya mengekori Mom serta adiknya itu sambil masih sedikit salah tingkah.


****


"Hai, kau akan datang ke acara pertunanganku?" Tanya Ashley yang sedang video call bersama Tiffany. Ini memang kali pertama Ashley video call bersama nona muda itu, setelah Tiffany pulang ke kediaman Tuan Bowles. Ashley masih tak menyangka jika Tiffany yang tomboy dan ketus ternyata seorang nona muda lulusan sekolah desain.


"Kau sedang bertanya atau meledekku?" Jawab Tiffany ketus seraya mengarahkan kamera ponselnya ke kakinya yang masih diperban. Ashley hanya meringis sekarang.


"Baiklah, semoga lekas pulih, Nona Muda Tiffany!" Ujar Ashley lebay.


"Panggil saja Tiff!" Gertak Tiffany galak.


"Iya, iya! Semoga lekas sembuh, Tiff galak!" Ulang Ashley sedikit meledek Tiffany.


"Kirimkan saja motormu kemari, agar aku bisa menaikinya. Lalu kau bisa minta yang baru lagi pada Opa Bowles," jawab Ashley memberikan solusi.


"Memang kau bisa naik?" Tanya Ashley ragu.


"Motor matic, kan? Tentu saja aku bisa!" Jawab Ashley sombong.


"Motor sport cowok! Kakimu saja mungkin tak akan sampai, bagaimana kau mau menaikinya?" Ledek Tiffany yang langsung membuat Ashley merengut. Tidak Richard, tidak Tiffany, semuanya mengatakan kalau Ashley pendek! Apa Ashley memang sependek itu?


"Ngomong-ngomong, aku mau lihat gaun pertunanganmu," ujar Tiffany mengalihkan pembicaraan.


"Absurd! Masa iya, gaun pertunangan panjangnya hanya selutut," jawab Ashley bersungut, seraya menunjukkan gaun pertunangannya pada Tiffany. Sahabat Ashley itu langsung tergelak.


"Konsep acaranya pesta kebun?" Tanya Tiffany lagi.


"Bukan! Di ballroom hotel. Tapi kata Richard agar aku tak terlihat pendek dan agar aku tak menginjak gaunku," jelas Ashley pada Tiffany seraya merengut.


"Tepat! Kau kan pecicilan!" Ledek Tiffany blak-blakan yang semakin membuat Ashley merengut.


"Besok gaun pengantimu aku buat pendek juga, ya!" Celetuk Tiffany selanjutnya.


"Kau akan mendesain gaun pengantinku?" Ashley menatap tak percaya pada Tiffany.


"Ya! Kau kan sahabat sekaligus saudariku," jawab Tiffany seraya mengulas senyum.


"Ya ampun! Makasih, Tiff! Padahal itu hanya pernikahan di atas perjanjian," Ashley sedikit berbisik pada Tiffany.


"Pernikahan di atas perjanjian? Maksudmu pernikahan kontrak?" Tebak Tiffany seraya mengernyit.


"Iya tahu sendiri, aku cuma pacar dan tunangan bayarannya Richard. Nanti setelah menikah juga aku cuma jadi istri bayarannya Richard," terang Ashley pada Tiffany.


"Dan kau mau saja diperlakukan seperti itu oleh Richard? Kenapa tidak kau tolak saja, Ash! Aku pikir Richard sudah tak menganggapmu sebagai kekasih bayarannya lagi, sejak aku melihatnya mendampingimu di rumah sakit waktu itu!" Cecar Tiffany penuh emosi.


"Semua sudah terlanjur!" sergah Ashley mencari pembenaran.


"Baiklah, terserah! Aku juga tak mau ikut campur," tukas Tiffany akhirnya.


"Ngomong-ngomong, Gika De Chio mencarimu tempo hari saat kau mendadak dibawa Opa Bowles pulang," cerita Ashley mengalihkan pembahasan.


"Aku sedang tak ingin mendengar namanya!" Jawab Tiffany ketus.


"Aku rasa, Gika De Chio menyukaimu, Tiff!" Ashley kembali meledek Tiffany.


"Aku tak peduli! Bisakah kau membahas hal lain dan tak membawa-bawa tuan model playboy menyebalkan itu?" Sergah Tiffany bersungut-sungut pada Ashley.


"Bagaimana perasaanmu, setelah disukai oleh Gika De Chio? Kau merasa deg-degan? Tak bisa tidur? Ingin teriak?"


"Aku tak selebay itu, Ash!"


"Aku akan mematikan video call ini jika kah tak berhenti membicarakan Gika De Chio itu!" Ancam Tiffany galak.


"Gika De Chio menyukaimu, Tiff! Kau akan dijadikan menantu oleh Mom Fe!" Ashley masih tak berhenti meledek Tiffany.


"Aku akan langsung menolaknya! Bye!" Tiffany mematikan begitu saja video call Ashley dan Ashley langsung tertawa terbahak-bahak.


"Dasar Tiff! Sok jual mahal sekali!" Gumam Ashley di sela-sela tawanya.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.