Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
DIMANA?



Elleanore baru akan masuk ke dalam mobil, saat Aunty Navya datang tergopoh-gopoh dan menghampiri Elleanore.


"Aunty, ada apa?" Tanya Elleanore yang tak jadi masuk ke mobil.


"El, apa Victor disini?" Tanya Aunty Navya dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir.


"Tidak ada, Aunty. Victor tak kesini sejak pagi."


"Memang tidak ada di kantornya?" Elleanore balik menanyakan kemungkinan keberadaan Victor.


"Tidak ada! Dia belum pulang lagi setelah kembali dari luar kota. Tadinya Auntu pikir dia langsung kesini menemuimu atau mungkin mengajakmu kemana begitu."


"Ponselnya juga tidak aktif!" Aunty Navya membuka ponselnya lalu mencoba menghubungi nomor Victor. Namun yang menjawab hanyalah operator yang menyatakan kalau nomor sedanh diluar jangkauan.


"Aunty khawatir, El!"


"Aunty takut Victor melakukan sesuatu diluar kendali." Raut wajah Aunty Navya sudah sangat khawatir.


"Memang sebelum Victor pergi, aunty ada berdebat dengan Victor?" Tanya Elleanore penuh selidik.


"Victor memaksa Aunty untuk merestui hubungannya dengan Cecilia," tukas Aunty Navya bercerita pada Elleanore.


"Lalu jawaban Aunty?"


"Tentu saja Aunty menolak! Aunty maunya itu kamu yang jadi menantu Aunty, El!" Ujar Aunty Navya tegas.


Elleanore malah tertawa kecil sekarang.


"Tapi Victor dan Cecil saling mencintai, Aunty!" Terang Elleanore pada mami kandung Victor tersebut.


"Bagaimana kau bisa tahu? Kau tidak merasa cemburu melihat Victor bersama Cecilia?" Cecar Aunty Navya menatal penuh selidik pada Elleanore.


"Tentu saja tidak, Aunty!"


"Cecilia dan Victor itu sering cerita ke El, kalau mereka itu sudah saling nyaman satu sama lain. Mereka juga sudah saling mencintai. Tapi katanya Aunty masih menentang hubungan mereka," jelas Elleanore seraya merengkuh kedua pundak Aunty Navya.


"Tentu saja Aunty menolak! Seperti kata aunty di awal tadi, kalau aunty itu maunya kamu yang jadi menantu Aunty." Aunty Navya berucap lebih lantang lagi.


"Tapi Elleanore sama sekali tidak ada perasaan apapun pada Victor, Aunty! Begitu pula Victor. Dia tak memiliki perasaan apapun pada El. Kami hanya berteman," jelas Elleanore mencoba memberi pengertian pada wanita paruh baya di depannya tersebut.


"Kamu tidak mau jadi putri Aunty?" Tanya Aunty Navya dengan raut wajah sedih.


"El tetap bisa menjadi putri Aunty Navya tanpa harus menjadi istrinya Victor!"


"Bukankah cinta tak bisa dipaksakan?"


"Lagipula, Cecilia juga gadis yang baik dan dia akan jadi putri Aunty yang terbaik," ujar Elleanore panjang lebar masihencoba memberikan pengertian pada Aunty Navya.


"El juga akan tetap jadi putri Aunty Navya sampai kapanpun," lanjut Elleanore lagi seraya memeluk Aunty Navya.


"Aunty restui hubungan Victor dan Cecil, ya!" Pinta Elleanore mencoba membujuk Aunty Navya.


Aunty Navya akhirnya mengangguk meskipun raut wajahnya masih terlihat khawatir.


"Tapi Victor sekarang dimana, El?"


"Victor pasti baik-baik saja, Aunty!" Elleanore memeluk Aunty Navya sekali lagi.


"Nanti El akan bantu mencarinya," ujar gadis dua puluh dua tahun itu lagi.


Elleanore mengeluarkan ponsel dari tasnya dan menghubungi seseorang


Butuh waktu sedikit lama sampai telepon diangkat.


"Halo!"


"Cecil!" Sapa Elleanore cepat.


"Ya!"


Suara Cecilia terdengar sendu. Apa gadis itu baru saja menangis?


"Kau sedang menangis? Kenapa suaramu-"


"Tidak! Aku hanya sedang flu!"


"Hatchi!" Terdengar bersin Cecilia dari ujung telepon.


"Ngomong-ngomong, apa Victor ada disitu bersamamu?" Tanya Elleanore to the point.


"Tidak ada!" Suara Cecilia terdengar gugup.


"Jangan bohong!" Gertak Elleanore yang tahu betul saat Cecil berbohong.


"Apa aunty Navya mencari Victor?"


"Kau sedang dimana bersama Victor?" Bukannya menjawab pertanyaan Cecil, Elleanore malah balik melontarkan pertanyaan.


"Victor mengajakku melakukannya karena Aunty Navya menentang hubungan kami. Kata Victor kalau aku hamil kemungkinan-"


"Jangan gila, Cecil!" Gertak Elleanore berteriak pada Cecilia.


"Kalian dimana sekarang? Jangan melakukannya sebelum kalian menikah!" Elleanore memperingatkan.


"Kami akan kawin lari!"


"Cecil! Dengarkan aku! Aunty Navya sudah merestui hubungan kalian! Jadi ajak Victor pulang dan jangan macam-macam! Kalian dimana?"


"Jangan bohong!"


"Aku tidak bohong! Bicara sendiri pada Aunty Navya!" Elleanore memberikan ponselnya pada Aunty Navya.


"Cecilia, tolong bujuk Victor agar mau pulang. Aunty tidak akan menentang hubungan kalian lagi!" Aunty Navya memohon pada Cecilia.


"Tapi, Aunty! Victor..."


"Victor kenapa?" Tanya Aunty Navya dan Elleanore serempak.


"Jangan! Kita harus pulang kata El!" Terdengar suara bisik bisik Cecilia di ujung telepon.


"Kita lakukan dulu!"


"Jangan, ih! Ayo, pulang!"


"Victor!" Teriak Aunty Navya pada sang putra di seberang telepon. Aunty Navya yakin kalau yang bisik-bisik pada Cecilia tadi adalah Victor.


"Victor! Apapun yang kamu lakukan sekarang, hentikan! Atau mami akan menyeretmu pulang!" Aunty Navya kembali berteriak di telepon.


"Lalu Mami akan memaksa Victor menikah dengan El? Tidak! Victor tidak mau! Victor akan kawin lari bersama-"


"Victor, Aunty Navya sudah membatalkan perjodohan kita!" Elleanore menyela kalimat Victor.


"El, kaukah itu?"


"Ya! Bawa Cecilia pulang dan jangan melakukan hal konyol!" Bujuk Elleanore pada Victor.


"Hal konyol apa maksudnya-"


"Halo, El!" Suara di seberang sudah berubah jadi suara Cecil.


"Kalian belum melakukan sesuatu, kan?" Tanya Elleanore menyelidik sekaligus khawatir.


"Be-lum." jawaban Cecilia benar-benar mencurigakan.


"Kalian dimana?" Tanya Elleanore sekali lagi pada sahabatnya tersebut.


"Di villa!"


"Aku dan Aunty Navya ke sana sekarang dan jangan melakukan hal konyol!" Pungkas Elleanore seraya menutup telepon. Elleanore langsung mengajak Aunty Navya naik mobil dan meluncur ke villa.


Sementara tanpa Elleanore ketahui, Edward yang sejak tadi masih mengawasi Elleanore, kini ikut membuntuti mobil Elleanore yang melaju ke arah villa.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.