Queen Of Alexander'S

Queen Of Alexander'S
KAKU



"Kenapa kau membawa-bawa Casey ke ruang kerja? Bukankah ada Ashley atau pengasuh yang bisa menjaganya," tanya Edward seraya memeriksa beberapa kertas di dalam map yang disodorkan Richard.


Bukan apa-apa, tapi Edward hanya sedikit risih melihat Richard yang kini berdiri sambil menggendong bayi Casey, lalu menimang-nimangnya. Sedikit mengganggu konsentrasi Edward.


"Casey putriku, lalu apa masalahnya?" Jawab Richard sedikit ketus pada Edward.


"Iya,tapi kau tidak perlu menggendongnya sepanjang waktu."


"Bukankah Casey punya bouncher, stroller, dan box bayi juga? Kenapa tak menaruhnya di sana?" Edward garuk-garuk kepala karena antara tidak konsentrasi dan memikirkan Elleanor yang akan jadi seorang relawan. Entahlah, pikiran Edward sedang tak fokus di satu tempat.


"Casey sedang dalam masa suka digendong. Jadi kau konsentrasi saja pada pekerjaanmu dan tak perlu banyak berkomentar!" Ujar Richard yang langsung membuat Edward mendengus.


"Kau sejak tadi mondar-mandir di sampingku sambil menggendong Casey. Bagaimana aku bisa konsentrasi?" Sergah Edward sedikit emosi.


"Sepertinya pikiran dan hatimu sedang tidak sinkron. Tutup saja map itu dan kerjakan setelah pikiranmu fokus!" Saran Richard yang ternyata bisa menangkap kegundahan yang dirasakan Edward.


Ya, Edward sedang gundah karena Elleanore yang mendadak pergi jadi relawan di lokasi bencana. Bagaimana kalau terjadi sesuatu?


"Kenapa kau membiarkan Elleanore jadi relawan di lokasi bencana yang jelas-jelas berbahaya, Rich? Kenapa kau tidak mencegahnya? Bukankah Elleanore adalah adik kesayanganmu?" Cecar Edward akhirnya setelah pria itu menutup map di hadapannya.


"Elleanore yang keras kepala dan memaksa untuk pergi," jawab Richard yang masih menimang-nimang bayi Casey yang sudah sedikit merengek. Richard mengganti posisi menggendong bayi tersebut, dan kini ganti mendekapnya di dada. Bayi Casey langsung tenang dan menikmati suara detak jantung sang Dad.


"Tapi seharusnya kau mencegah!" Edward masih bersikeras.


"Tidak ada gunanya dicegah! Dad juga melarang sebenarnya, tapi seperti kataku tadi, Elleanore itu keras kepala dan tetap ingin pergi."


"Kau tahu sendiri, kepedulian Elleanore yang begitu tinggi, terutama saat gadis itu melihat banyak anak kecil korban bencana yang bingung dan sedih karena kehilangan orang tua serta sanak saudara."


"El ingin ada disana dan memeluk mereka." Tukas Richard panjang lebar


"El sejak dulu memang menyukai anak-anak dan suka berbaur dengan mereka."


"Tidak seperti kau itu yang kaku dan tidak suka pada anak-anak," sambung Richard yang langsung membuat Edward kembali mendengus.


"Aku tidak pernah mengatakan kalau aku tidak suka pada anak-anak!" Kilah Edward membela diri.


"Tidak mengatakan, tapi sikapmu sudah menunjukkannya," Richard sedikit meledak sang sekretaris.


"Kau juga kaku sebelumnya! Hanya setelah Casey lahir saja, kau mendadak bermetamorfosis jadi Richard yang daddyable!" Sergah Edward membalikkan kata-kata Richard. Atasan Edward itu hanya terkekeh dan tetap menimang-nimang sang putri yang berada di dekapannya.


"Tapi tetap saja, lokasi itu berbahaya," gumam Edward yang kembali membahas soal Elleanore yang jadi relawan.


"El tidak pergi sendiri dan dia pergi bersama beberapa temannya yang juga menjadi relawan, Ed!" Ujar Richard yang entah sedang menenangkan Edward atau malah memanas-manasi asistennya tersebut.


"Temannya pria atau wanita?" Tanya Edward penuh selidik seperti dugaan Richard.


"Ada pria ada wanita."


Kalau yang pergi jadi relawan bersama Elleanore kebanyakan pria, pasti akan ada cinta lokasi. Kenapa Edward mendadak jadi tak rela?


Edward mengusap wajahnya berulang kali dan hatinya mendadak jadi gusar.


"Akan aku kerjakan di apartemen saja," tukas Edward akhirnya seraya membereskan beberapa map di hadapannya. Konsentrasi Edward akan pekerjaan sudah menguap pergi dan Edward kini malah memikirkan tentang El, El, dan El!


"Aku pulang dulu!" Pamit Edward selanjutnya seraya menghampiri Richard yang masih mendekap bayi Casey.


"Mau apa?" Tanya Richard sedikit galak.


"Hanya mengusap punggung putrimu! Memang tidak boleh?" Edward mengulurkan tangannya dan mengusap dengan ragu-ragu punggung bayi Casey yang terlihat begitu nyaman berada di dalam dekapan Richard.


Richard menahan tawa atas sikap kaku Edward tersebut. Dasar kanebo kering!


"Sudah!" Lapor Edward yang sudah mengusap sekilas punggung bayi Casey. Asisten Richard itu terlihat salah tingkah.


"Aku pulang dulu!"pamit Edward selanjutnya seraya meraih map di atas meja dan hendak membawanya keluar dari ruang kerja Richard, saat kemudian terdengar celetukan saran dari Richard.


"Kenapa kau tidak menyusul saja dan ikut jadi relawan kalau memang kau merasa khawatir, Ed? Kau bisa sekalian menjaga Elleanore di sana," ujar Richard yang membuat Edward menghentikan langkahnya sejenak. Edward tak menoleh pada Richard, namun pria itu tampak berpikir, sebelum kemudian langkahnya kembali terayun untuk keluar dari ruang kerja Richard.


Richard mengul*m senyum tipis setelah kepergian Edward, lalu pria itu menyusul keluar dan langsung menuju ke kamar untuk menidurkan Bayi Casey yang sudah terlelap di dekapannya sedari tadi.


****


Edward menatap langit-langit kamar di dalam apartemennya dan masih memikirkan soal saran Richard tadi. Jam sudah menunjukkan lewat tengah malam, dan Edward tak kunjung bisa memicingkan kedua matanya, karena kepala Edward masih terus memikirkan soal Elleanore, Elleanore, dan Elleanore!


Edward sepertinya sudah tergila-gila pada adik bungsu Richard tersebut.


Edward bangun dan ganti duduk bersila di atas tempat tidur. Pria itu meraih ponselnya yang baru ia charger di atas nakas, lalu sedikit mengutak-atik benda persegi tersebut.


Apa Edward mengikuti saran Richard untuk ikut menjadi relawan juga seperti Elleanore, ya? Tapi tanggung jawab Edward sebagai asisten Richard di sini bagaimana?


Edward menatap pada tumpukan map di atas meja kerjanya dan sedikit berpikir. Beberapa saat kemudian, pria itu berabjak dari atas tempat tidur dan duduk di kursi, lalu mulai membuka map-map yang ia bawa dari rumah Richard tadi.


Edward akan menyelesaikan semua pekerjaannya terlebih dahulu sebelum pergi menjadi relawan dan menyusul Elleanore.


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.


Jangan lupa like biar othornya bahagia.