
"Langsung istirahat dan jangan begadang!" Pesan Opa Bowles seraya mencium kening Tiffany.
"Siap, Opa! Opa juga langsung istirahat, ya!" Tiffany balik berpesan pada sang Opa.
"Iya!" Opa Bowles tertawa kecil sebelum keluar dari kamar Tiffany.
Setelah pintu kamarnya ditutup oleh Opa Bowles, Tiffany meraih ponselnya dan menghubungi anak buah Opa Bowles yang masih mengawasi Gika.
"Selamat malam, Nona!"
"Dia sudah pulang dari hotel?" Tanya Tiffany to the point yang tentu saja merujuk pada Gika.
Ya! Tiffany masih mengawasi Gika meskipun sebenernya Tiffany sebal pada pria playboy itu. Tiffany hanya sedang mencari satu celah kesalahan yang mungkin dilakukan Gika, agar Tiffany bisa menjadikannya alasan untuk menolak lamaran Gika.
Tapi kenapa hingga detik ini mantan tuan model itu belum melakukan kesalahan?
Kenapa dia bisa fokus belajar bisnis dan tak tergoda untuk kembali berpose di depan kamera atau menyewa jal*ng lalu check in di hotel?
Apa benar seorang Gika De Chio sudah benar-benar tobat?
Mustahil!
Tiffany pasti akan menemukan celah kesalahan Gika sebentar lagi karena Tiffany yakin kalau Gika De Chio belum tobat dan masih jadi seorang playboy akut.
"Sudah, Nona! Tapi mereka tidak menuju ke kediaman Alexander. Mereka ke rumah sakit."
"Mereka? Maksudnya Gika dan seorang jal*ng?" Tanya Tiffany menerka-nerka. Tiffany meraih remote AC di atas nakas dan mengecilkan suhu karena udara di kamarnya mendadak jadi panas.
"Bukan!"
"Tadi ada Tuan dan Nyonya Alexander, lalu Nona Muda Alexander, Gika De Chio, dan beberapa karyawan hotel yang membopong seorang pria yang sepertinya jatuh pingsan."
"Pingsan? Kau mengambil foto pria yang pingsan?" Tanya Tiffany yang mendadak penasaran.
Siapa yang pingsan dan dibopong?
Naka?
"Saya tidak mengambil fotonya, Nona. Tapi saya sudah di rumah sakit dan akan mencari informasi."
"Bagus! Segera cari tahu tentang pria yang pingsan itu. Lalu apa Gika masih di rumah sakit?" Tanya Tiffany lagi memastikan.
Semoga Gika sudah pergi dari rumah sakit lalu check in ke hotel bersama seorang wanita.
Cih!
Apa pria itu tak takut tertilar penyakit kelamin karena bergonta-ganti pasangan?
"Tuan dan Nyonya Alexander sudah keluar dari kamar perawatan dan masuk ke dalam lift. Sepertinya hendak pulang."
"Sedangkan Gika De Chio tak terlihat dan sepertinya masih di dalam bersama Nona Muda Alexander."
"Kau yakin? Jangan sampai kau lengah dan kehilangan jejak Gika! Aku mau info lengkap selengkap-lengkapnya sekalian foto Gika kalau memang dia masih berada di rumah sakit dan belum menyelinap keluar!" Perintah Tiffany yang sudah seperti bos.
Hei!
Tiffany memang bos dan nona muda!
Jadi Tiffany bebas memberikan perintah pada semua anak buah Opa Bowles.
"Baik, Nona! Akan secepatnya saya kirimkan."
"Sekalian info tentang pria yang pingsan tadi!" Pesan Tiffany agar anak buahnya tak lupa.
"Siap, Nona!"
Telepon terputus. Tiffany segera merebahkan tubuhnya dan menarik selimut. Hati gadis itu masih bertanya-tanya siapa pria yang pingsan dan dibawa ke rumah sakit?
****
"Kau sedang memata-mataiku, hah?" Tanya Gika galak pada peia berkostum serba hitam yang kini ia duduki punggungnya sambil ia kunci tangannya.
"Tidak! Anda salah paham, Pak!" Jawab pria asing tersebut.
"Pak? Memangnya aku bapakmu?" Sergah Gika emosi. Pandangan Gika sesaat tertuju pada ponsel pria asing tadi yang sempat terlempar karena Gika menyerangnya secara mendadak. Gika meraih ponsel yang masih menyala tersebut dan memeriksa isinya.
"Kau mengambil fotoku banyak sekali! Apa kau nge-fans kepadaku?" Tanya Gika masih sambil melihat-lihat foto dirinya sendiri yang diambil secara diam-diam oleh pria asing tersebut.
"Kau maho?" Gika sudah membalik tubuh pria berkostum hitam tersebut dan memastikan wajahnya karena mirip bodyguard yang tadi bersama Tiffany. Ternyata memang benar. Sepertinya orang ini suruhan Tiffany.
Cih!
Di depan sok jual mahal tapi nyatanya memata-matai Gika juga dan menyuruh bodyguard-nya mengambil foto Gika diam-diam.
Kenapa tidak berterus terang saja kalau memang nge-fans?
Gika tak keberatan memberikan fotonya bahkan yang hanya mengenakan underwear pada gadis macan itu.
Dasar gadis macan!
Rrrooaaar! Rrrrooooaaar!
"Tentu saja tidak!"
"Lalu kenapa nge-fans padaku? Aneh sekali!" Gika masih sok galak.
"Yang nge-fans putri saya!" Jawab pria itu yang sepertinya sedang mengarang indah. Memang putrinya Tiffany?
Hahahaha!
"Siapa yang menyuruhmu?" Gika sudah menarik kerah baju pria asing itu.
"Tidak ada! Saya bukan anak buah siapa-siapa!"
"Jangan bohong!" gertak Gika galak.
"Saya tidak bohong!"
"Wajahmu kelihatan sekali sedang berbohong!" Gika semakin erat mencengkeram kerah jaket pria asing itu.
"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu!" Hardik Gika lagi semakin galak.
"Nona Muda!"
"Nona Muda sia--"
"Abang Gika!" Panggilan Elleanore membuat Gika tak jadi melanjutkan gertakannya. Pria itu menoleh ke arah Elleanore yang menatapnya dengan heran karena sedang menghajar seorang pria asing.
"Ada apa?"
"Abang sedang apa?" Tanya Elleanore masih menatap heran pada Gika.
"Menghajar seorang penguntit," jawab Gika yang langsung membuat Elleanore ganti mengernyit.
"Henry sudah bangun!" Lapor Elleanore akhir yang langsung membuat Gika bangkit secepat kilat dari atas tubuh pria asing berkostum hitam tadi.
Gika berlari ke arah kamar perawatan Henry dan seolah lupa pada pria asing yang baru saja ia hajar tadi. Elleanore juga langsung mengikuti langkah Gika dan ikut masuk ke kamaf perawatan Henry.
Sedangkan pria asing berkostum serba hitam tadi sudah bangun dan memungut ponselnya yang sempat dilempar oleh Gika. Sedikit retak tapi masih tetap berfungsi. Segera pria itu menelepon seseorang.
"Halo! Bagaimana? Sudah dapat info?"
"Pria yang pingsan tadi bernama Henry, Nona!" Lapor pria tersebut seraya meringis menahan nyeri di pinggangnya yang nyaris patah karena tadi ditunggangi oleh Gika De Chio.
"Kau yakin?"
"Iya, saya yakin. Dan saat ini Gika De Chio masih berada di kamar perawatan Henry bersama Nona Muda Alexander. Saya sudah mengirimkan fotonya ke ponsel Nona."
"Baiklah! Tetap awasi dari kejauhan dan segera lapor jika ada hal mencurigakan yang dilakukan oleh Gika!"
"Siap, Nona! Selamat malam!"
"Malam!"
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.