
Viola benar benar sangat sibuk hari ini, sudah sebulan ia tak datang ke klinik membuat laporan keuangan kian menumpuk.
"Hah, kapan selesainya aku cek laporan ini." lirih Viola yang langsung menundukkan kepalanya.
Ery yang melihat Bos nya tampak sangat kelelahan langsung menghampiri nya. Ery sudah tahu masalah rumah tangga Viola dengan Arsen, ia semakin tak tega melihat Bos nya yang sangat kelelahan itu.
"Mba Vio istirahat aja, biar Ery yang selesai kan laporan keuangan nya. Pergilah tidur ke kamar private nya Mba." ucap Ery yang langsung duduk disebelah meja Viola.
"Gapapa Ry Mba aja, kamu kan juga banyak pekerjaan. Biar Mba kerjain sendiri lah." jawab Viola yang masih terus menatap layar laptop nya dengan mata yang sudah sangat Lelah.
"Gapapa Mba Vio, kerjaan Ery juga sudah selesai kok. Mba udah dari tadi pagi menatap layar laptop terus, ini bahkan udah sore. Bentar lagi juga Mba udah mau pulang, mending istirahat lah sebentar Mba." ucap Ery yang terus memaksa Viola.
"Iya udah deh, Mba istirahat dulu. Bener nih kamu nya gapapa?" jawab Viola yang tidak enak hati dengan Ery.
"Bener kok Mba, Ery gapapa." ucap Ery yang tersenyum kepada bos nya itu.
"Okee... Jangan nyesal dah bantuin kerjaan Mba." jawab Viola tersenyum.
"Gak akan Mba." ucap Ery.
Viola langsung bangkit dari kursi kebesarannya, ia memang benar benar sudah sangat lelah. Viola yang sudah berada dikamar private nya, langsung membaringkan tubuhnya. Tak butuh waktu lama, Viola sudah benar benar tertidur.
.
.
Arsen yang sudah lelah berada di kantor seharian, memutuskan untuk segera pulang. Baru saja ia akan keluar dari ruangan nya, Max masuk dan membuat Arsen terkejut.
"Mau apa? Ini sudah jam pulang kantor, ngapain masuk lagi kesini." ucap Arsen dengan tatapan tajamnya.
"Ini baru jam 15.00 WIB, jam pulang kantor masih satu jam lagi." jawab Max dengan wajah datar nya.
"Aku CEO nya, jadi terserah aku mau pulang jam berapa pun." ucap Arsen dengan raut wajah yang begitu kesal.
"Tapi biasanya tuan baru akan pulang setelah karyawan yang sudah keluar duluan, atau jika lembur bisa sampai jam 9 malam. Tapi sekarang baru jam 15.00 tuan sudah mau pulang?" jawab Max dengan begitu santainya.
"Aku sangat lelah hari ini, pekerjaan juga sudah selesai semuanya. Jika ada keperluan dengan ku, kau kan bisa menghandle nya, jika kau tidak bisa untuk apa aku menggaji mu mahal mahal ." ucap Arsen dengan perkataan ketusnya kepada Max.
Arsen yang menjadi kesal dengan Max, langsung keluar dari ruangan nya.
Max yang melihat Arsen keluar tidak lagi menahan nya, ia hanya heran dengan sikap Arsen sekarang yang sudah berubah menjadi pemarah.
"Hah... Aku rasa setelah Arsen bersama Aline, Aline hanya memberi pengaruh buruk padanya." lirih Max dengan wajah datarnya.
***
Aidan sudah bersiap untuk menjemput Viola di Kliniknya, ia menggenggam kotak berwarna biru elektrik dengan bentuk hati yang berisi cincin berlian.
Aidan terus merasakan jantungnya berdegup dengan sangat kencang, terukir senyum manis dibibir nya saat ia melihat foto nya dan Viola sewaktu mereka kecil dulu.
Selama satu bulan ini Aidan selalu berada di Jakarta, dan terus berusaha menghibur Viola yang tengah bersedih.
Aidan sudah bertekad untuk "Menyatakan Perasaan" kepada Viola malam ini.
"Aku harus menyatakan Perasaan ku kepada Viola, apapun pilihannya nanti aku tetap akan menerima dengan bahagia." ucap Aidan yang berbicara sendiri didepan kaca kamar apartemen nya.
Hari ini juga adalah hari ulang tahun Aidan, ia sudah menyiapkan dinner romantis di dalam apartemen nya.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB, Viola biasanya akan pulang jam 17.00 WIB. Aidan yang sudah bersiap untuk keluar dari apartemen nya, tiba tiba dikejutkan oleh kedatangan Sandra, Papa Joon, Mama Gina, Mang Bowo dan Bu Siti.
"Happy Birthday Kak Aidan." ucap Sandra dengan membawa kue ulang tahun ditangannya.
Sedangkan Papa Joon, Mama Gina, Mang Bowo dan Bu Siti bernyanyi lagu selamat ulang tahun untuk Aidan..
Aidan benar benar sangat terkejut, sekaligus terharu. Ia tidak menyangka bahwa kedua orangtuanya akan datang ke Jakarta dan tengah bersama Keluarga Lee.
Aidan memang baru mengenal keluarga Lee satu bulan ini, tetapi mereka memang sangat baik kepadanya. Meski mereka adalah mantan mertua Viola, tapi Papa Joon dan Mama Gina masih tetap mengganggap Viola sebagai menantunya.
Awal perceraian Viola dan Arsen, Mom Ariana dan Mama Gina sempat berselisih. Tapi sekarang mereka sudah saling memaafkan, dan tetap menjalin silaturahmi.
Aidan yang terus memeluk kedua orangtuanya, harus berhenti karena Sandra yang menyuruhnya untuk meniup lilin.
"Udah dong pelukan sayangnya, Kakak tiup dulu lilinnya dan setelahnya buat doa permintaan." ucap Sandra menjelaskan.
Aidan langsung meniup lilin nya dan mulai berdoa.
"Kak ini kado dari Sandra, terima ya kak." ucap Sandra.
"Waah Aidan, ruang dinner ini kamu yang menyiapkan nya. Cuma ada dua kursi, berarti hanya untukmu dan Sandra saja." ucap Mama Gina yang mengira Aidan menyiapkan nya untuk dinner dengan Sandra.
"Emm... Iya." jawab Aidan yang langsung mengiyakan saja. Ia masih belum berani jika mengatakan, itu ia siapkan untuk dinner bersama Viola.
"Oke lah kalo gitu, kalian bisa mulai dinner nya. Tante sama Om mau makan di restoran bawah saja bersama orang tuamu ya. Kalian lanjut aja...!" ucap Mama Gina.
Sandra yang mendengar jika Aidan menyiapkan ruang dinner untuknya, langsung senang dan bahagia bukan main.
.
Setelah Mama Gina, Papa Joon dan kedua orang tua Aidan pergi dari apartemen nya. Tinggal lah Aidan dan Sandra saja, mereka berdua hanya diam tanpa ada yang akan memulai pembicaraan.
"Emm... Kak Aidan, kapan Kakak menyiapkan semua ini?" tanya Sandra.
"Tadi malam." jawab Aidan singkat dan langsung menundukkan wajahnya.
"Oh ya, berarti Kakak sudah tahu jika kami akan datang keapartemen Kakak ya." ucap Sandra.
Aidan tidak menjawab pertanyaan Sandra, ia malah sibuk menatap jam di pergelangan tangan nya.
.
..."Jika aku terus berada sini, Viola bisa bisa sudah pulang duluan." ucap Aidan didalam hatinya....
.
"Kak, sebenarnya ada yang mau Sandra omongin sama Kak Aidan." ucap Sandra dengan wajah yang sudah memerah karena malu.
"Apa, bilang aja." jawab Aidan yang masih menundukkan wajahnya.
"Hemm.... Sebenarnya Sandra ingin "Menyatakan Perasaan" sama Kak Aidan." ucap Sandra yang langsung menundukkan wajahnya.
Aidan yang mendengar Sandra bicara seperti itu, sangat terkejut dan langsung mengangkat wajahnya.
Sandra yang melihat Aidan mengangkat wajahnya, langsung bersemangat untuk mengutarakan perasaannya.
"Kak, Sandra udah jatuh cinta sama Kakak. Sandra suka sama Kakak, Sandra juga mau jadi kekasih Kak Aidan." ucap Sandra yang langsung to the poin kepada Aidan.
Aidan yang mendengar pernyataan cinta Sandra, langsung membuang mukanya. Ia benar benar tak menyangka jika Sandra menyukainya, ia terharu. Tapi sayangnya, Aidan tidak menyukai Sandra., melainkan hanya mencintai Viola saja.
"Maaf Sandra, tapi Kakak gak bisa jadi kekasih kamu." jawab Aidan dengan tatapan sendu nya.
Sandra yang langsung mendengar penolakan dari Aidan, hanya bisa menundukkan wajahnya. Ia benar benar sangat malu saat ini.
"Maaf... Sandra, Kakak udah menganggap Sandra seperti adik Kakak sendiri." ucap Aidan.
"Kakak baik dan perhatian selama ini sama Sandra, itu hanya karena menganggap Sandra adik?" jawab Sandra yang sudah meneteskan air matanya.
"Sandra jangan salah paham." ucap Aidan.
"Wajar kan kalo aku salah paham, sikap Kakak ke aku membuat aku mengira Kakak juga menyukaiku. Hiks... Hiks... Hiks...!" teriak Sandra yang sudah menjatuhkan air mata nya.
"Maaf Sandra, tapi Kakak mencintai wanita lain. Wanita yang selama ini memenuhi relung hati Kakak, sampai Kakak gak bisa memberikan nya kepada orang lain." ucap Aidan dengan tatapan sendu nya kearah Sandra yang sudah menangis tersedu sedu.
Sandra yang mendengar pengakuan cinta Aidan yang mencintai wanita lain benar benar merasakan hatinya sakit sekali, ia langsung pergi meninggalkan Aidan yang terus memanggil namanya, tetapi ia tetap mengabaikan nya.
•
•
•
•
•
•
** Kasian ya Sandra cinta pertamanya harus langsung berakhir luka, sabar ya Sandra.
.
TBC **
.