
Arsen baru saja tiba di kantor bersama dengan Max, saat memasuki ruangan nya, Arsen di kejutkan dengan seorang pria yang sangat dia kenal yang sudah berada disana.
"Apa yang membuat Papa sampai datang pagi pagi begini ke kantor?" ucap Arsen.
"Nanti sore pulang lah kerumah, ada yang mau Papa dan Mama mu bicarakan." jawab Joon.
"Sepertinya sangat penting, sampai Papa tidak bisa menghubungi saja lewat telepon." ucap Arsen.
"Ya bisa di bilang begitu, tapi bisa juga tidak." jawab Joon tersenyum.
"Yah baiklah aku akan datang, sekarang papa pulang lah, ini masih terlalu pagi untuk bersantai." ujar Arsen dingin.
"Okee..." jawab Joon.
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, Viola bergegas untuk keluar dari klinik karena akan makan siang bersama teman temannya.
"Lho udah dimana Re?" ucap Viola melalui telepon nya.
"Gw udah sampai, barusan aja. Lho dah dimana sekarang." jawab Tere.
"Gw baru otw kesana, tunggu aja 15 menit lagi gw sampai." ucap Viola yang sudah berada di dalam mobil nya.
"Oke Oke gw tunggu." jawab Tere.
Viola segera mengendarai mobil nya menuju Restoran yang sudah di janjikan teman temannya buat berkumpul sambil makan siang.
Saat melewati jalan persimpangan Viola di kejutkan oleh seorang wanita yang berlari ke tengah jalan dan hampir saja tertabrak oleh nya.
Wanita itu langsung berlari kearah mobil Viola dan menggedor kaca mobil nya
"Please tolong aku, aku di kejar kejar pria jahat." ucap wanita itu dengan wajah memelas kepada Viola.
Viola sangat bingung dengan situasi yang terjadi sekarang, hanya melihat saja wanita cantik berwajah blasteran yang meminta tolong padanya.
Sampai akhirnya kumpulan pria bertubuh besar dan memakai pakaian serba hitam langsung berlari mengejar wanita yang berada di depan Viola.
"Please cepat lah buka pintu mobil mu tolong lah aku, aku Mohon." ucap wanita itu lagi.
Viola yang langsung tersadar, segera membukakan kunci mobil nya untuk wanita itu.
"Ya iyaa... Ayo cepat masuk lah." jawab Viola.
"Terimakasih, nanti aku ceritakan, cepat kita pergi." ucap wanita itu.
"Baiklah." jawab Viola dan langsung pergi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Viola membawa wanita itu menuju Restoran tempat tadi dia janjian untuk bertemu dengan teman temannya.
"Ayoo turun kita makan dulu, setelah itu aku akan antar kamu ke tujuan mu." ucap Viola.
"Tidak usah, aku sudah lebih aman disini. Aku akan menunggu saja di mobil, terimakasih sudah menolong ku." ucap wanita itu.
"Ohh...Baiklah aku akan masuk kedalam sebentar untuk bertemu dengan teman temanku, apa kamu tidak apa apa menunggu disini." ucap Viola.
"Tidak apa apa, Oh ya perkenalkan aku Aline." ucap Aline.
"Aku Viola." jawab Viola.
"Terimakasih Viola sudah menolong ku, kalo tadi aku tidak bertemu dengan mu. Aku pasti di pukuli lagi oleh pria itu.
"Apa di pukuli? Memangnya kenapa kamu bisa sampai di pukuli dan di kejar mereka Aline." ucap Viola yang terlihat syok mendengar apa yang barusan di katakan Aline.
"Ceritanya sangat lah panjang, Viola kamu masuk lah dulu kedalam, teman teman mu pasti sudah menunggu mu. Setelah kamu kembali lagi kesini, aku pasti akan menceritakan semuanya pada mu." jawab Aline.
"Oke.. Baiklah, kamu tunggulah aku disini." ucap Viola.
"Yaa pasti." jawab Aline.
Viola bergegas masuk kedalam restoran dan menemui teman temannya.
"Maafkan aku karena datang terlambat teman." ucap Viola dengan wajah memelas nya.
"Hemmm...Oke kita maafin karena kamu baru kali ini telat datang, kalo kita lagi kumpul." jawab Jovanka.
"Emang kenapa bisa telat." tanya Clara.
"Tadi ada sedikit masalah di jalan, tapi tenang aja semuanya udah beres kok!" jawab Viola.
"Lho gak lagi nabrak orang kan Vio." tanya Tere dan Alice.
"Ya gak dong." jawab Viola.
"Ohh.. syukur lah." ucap Tere dan Alice.
Mereka akhirnya makan dan sambil berbincang bincang selama hampir setengah jam lamanya.
Aline yang masih menunggu Viola di dalam Mobil, tiba tiba melihat punggung seorang pria yang sangat dia kenal, masuk menuju ke dalam restoran.
"Arsen.... Maafkan aku, aku ada disini." lirih Aline dengan meneteskan air mata nya.
Viola dan teman temannya sudah selesai makan dan berjalan bersama untuk meninggalkan restoran, dan tanpa Viola sadari, Arsen yang tengah makan bersama Max di restoran yang sama melihat Viola dan teman temannya.
"Kenapa dunia terasa sempit sekali." ujar Arsen dengan sedikit kesal.
"Hah... Kenapa? Apa nya yang sempit." tanya Max bingung.
Viola yang sudah berada di dalam mobil bersama Aline, kini tengah memarkirkan di sebuah taman.
"Aku pasti sudah mengganggu pekerjaan mu Viola?" ucap Aline.
"Hah... Tidak apa apa, aku juga tidak lagi sibuk." jawab Viola.
"Viola, sebenarnya orang yang berpakaian hitam hitam tadi adalah suruhan nya suamiku."
"Hah, jadi kamu melarikan diri dari kejaran suami mu sendiri, apa yang terjadi sebenarnya." jawab Viola.
"Suamiku adalah pria kasar, tempramen yang menakutkan, dan yang lebih bodohnya lagi aku baru mengetahui nya setelah telah menikah dengannya, aku ini cuma korban dari ke egoisan kedua orang tua ku, terutama ibu tiri ku yang selalu gila harta dan kekuasaan. Aku terpaksa menikah dengan nya karena perusahaan ayah ku mengalami kebangkrutan, pria licik ini memberikan saham cuma cuma untuk memulai lagi perusahaan ayahku, tapi syarat nya aku harus menikah dengan nya. Sedangkan aku sendiri dulu sudah memiliki tunangan yang sangat aku cintai, dan aku terpaksa meninggalkan nya." jawab Aline dengan air mata yang sudah tumpah.
"Aku sangat memahami perasaan mu Aline, jadi sekarang apa yang akan kamu lakukan selanjutnya." ucap Viola.
"Bisa kah kamu mengantarkan aku sekarang juga ke bandara, aku akan pulang ke negaraku dan segera bercerai dengan nya." jawab Aline.
"Baiklah ayo." ucap Viola.
Viola dan Aline sudah berada di bandara, sekarang Aline sudah bersiap untuk masuk ke dalam pesawat.
"Viola, aku tidak akan melupakan kebaikan mu, terimakasih." ucap Aline.
"Ya sama sama, berbahagia dan tersenyumlah kembali." jawab Viola sambil tersenyum.
"Goodbye Viola." ucap Aline dan membalas senyuman Viola.
"See you again..." jawab Viola.
Viola tidak lagi kembali ke klinik, dia memilih pulang langsung saja ke rumah. Karena jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, malam nanti juga akan ada pertemuan keluarga.
Viola baru saja masuk kedalam dan tanpa menyapa penghuni rumah.
"Huhhh... Hari ini sangatlah melelahkan." ucap Viola.
"Apa yang membuat mu sampai lelah sayang." tanya Ariana.
"Mom...Kenapa kamu bisa tiba tiba berada di belakang badan ku." jawab Viola.
"Kamu tuh yangnyelonong saja tanpa menyapa orang yang memang sedari tadi berada di rumah." ucap Ariana.
Antonio dan Sean yang memang sudah pulang duluan yang tengah nonton TV diruang keluarga hanya melihat dan diam saja.
Viola tidak menghiraukan mommy nya dan langsung saja naik ke lantai atas menuju kamarnya.
Arsen sudah dari tadi berada di rumah utama keluarga Lee dan tengah duduk bersama kedua orang tuanya, juga Sandra.
"Apa yang akan Papa dan Mama bicarakan?" tanya Arsen.
"Kamu sudah 30 tahun, bukan kah sudah waktunya untuk menikah." ucap Joon.
"Langsung saja ke intinya." Jawa Arsen dingin.
"Menikah lah dengan anak teman sekaligus rekan bisnis papa tuan Lucas." ucap Joon.
"Hahaha, berarti aku akan menikah dengan wanita aneh itu, jangan bercanda pa." jawab Arsen.
"Mama dan Papa tidak lagi bercanda Arsen, Viola itu gadis yang sangat cantik, wanita baik baik dan juga dari keluarga yang terhormat, cuma dia yang akan cocok jadi istri kamu." jelas Gina.
"Cantik mungkin iya, tapi wanita baik baik?? Mama dan Papa tidak tinggal dengan nya, jadi dari mana mama langsung menyimpulkan dia wanita baik baik." sarkas Arsen.
"Arsen kamu jangan keterlaluan, Mama dan Papa sudah mengenal Viola dari dia kecil. Kami melakukan ini semua demi kebaikanmu, sampai kapan kamu harus terpuruk dengan masa lalu mu yang konyol itu." ucap Gina.
"Maaf, Aku Tidak Bisa !" jawab Arsen.
"Mau tidak mau kamu harus menerima perjodohan ini, setelah pertunangan seminggu kalian langsung menikah." ucap Joon tegas.
Arsen yang memang tidak pernah bisa membantah apa yang sudah papa nya perintah kan, hanya menatap tajam saja.
"Terserah jika itu mau papa, aku tidak perduli lagi sekarang." ucap Arsen dan langsung pergi menuju kamar nya.
"Pa, Ma apa itu tidak terlalu menekan kak Arsen?" ucap Sandra.
"Itu yang terbaik untuk nya." jawab Gina.
Sedangkan Joon papanya Arsen memilih diam dan berlalu pergi.
•
•
•
•
•
•
•
\*\* By : @alesya\_arabella 🤍