
Viola dan teman temannya baru saja sampai di pulau Bali, kali ini Viola, Tere, Clara dan Alice, memilih Bali untuk liburan dan merayakan kepulangan Viola dan Tere ke Indonesia.
Cuma Jovanka yang tidak ikut ke Bali karena kesibukan nya yang padat sebagai Model di Jakarta dan tak bisa ditinggalkan.
.
"Sayang banget ya kita belum lengkap Liburan ke Bali nya? Padahal kita baru bisa kumpul bareng lagi sekarang." ucap Viola sedih.
"Udah lah, gak usah sedih gitu. Kan bisa liburan lagi, gimana kalo tahun baru nanti kita ke Hawai ber lima." saran Alice
"Akhir tahun gw sama Jovanka yang kagak bisa, itu masih suasana natal, gw banyak acara bareng keluarga." jawab Clara.
"Ya udah dong, kita kan lagi liburan sekarang mending kita nikmati, ngapain mikirin nanti." saran Tere.
"Hahaha nah iya iya bener banget." jawab Viola, Clara dan Alice serempak.
Pulau Bali sangat terkenal akan pantai pantai indahnya, dan selalu buat rindu untuk terus datang kembali.
Viola, Tere, Clara dan Alice memilih menginap di Resort yang direkomendasikan Dad Viola, resort yang tak lain punya temannya sendiri.
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 3 sore,mereka berempat sudah di kamar masing untuk istirahat sejenak.
Viola langsung merebahkan badannya di tempat tidur,
"Aduh lelahnya, badan ku kok jadi capek banget, mandi dulu deh, siap itu tidur sebentar. Nanti jam 5 ajalah baru aku keluar kamar lagi" ucap Viola.
***
Didalam sebuah kamar presidential suite, tampak seorang pria tampan yang tinggi dan gagah baru saja selesai mandi, rambut yang tampak sedikit basah makin membuat nya jadi terkesan sexsi.
"Sangat membosankan tenyata jika kita berlibur sendirian.'' keluh Arsen.
"Apa sebaiknya aku menelpon Silvia supaya bisa menemaniku berlibur di sini?" ucap Arsen, sambil berpikir sejenak.
"Aishh tapi wanita itu sangat lah cerewet dan banyak mengatur. Bukan nya hilang beban pikiran ku, malah nanti jadi bertambah banyak, sudah lah tidak usah saja." ujar Arsen.
Arsen menginap di resort ayahnya dan untuk liburan, dia juga baru tadi pagi datang ke Bali sendirian.
Arsen akhirnya memilih keluar dari kamar dan melihat pemandangan sore hari di sekitar resort nya untuk sekedar jalan dan berharap beban pikiran nya segera hilang.
***
Tere sudah tampil cantik dan feminim, dia ingin jalan jalan sore kepantai bersama Viola.
"Vio buka pintu nya, bangun vio ayok kita jalan jalan melihat sunset di pinggir pantai." teriak tere.
"Tok..Tok..Tok..!! Pintu kamar Viola terus saja diketok Tere dengan sangat kencang dan juga terus saja berteriak memanggil nama Viola, tapi Viola tidak juga membuka pintu kamarnya.
Tere yang sudah kesal dengan Clara dan Alice kaena lebih memilih jalan jalan kepantai bersama pacar mereka masing masing."
"Aishh... Dasar sialan! Punya teman tiga orang. Tapi tak ada satu pun buat bisa di ajak liat sunset, menyebalkan sekali." kesal Tere.
Tere makin bertambah kesal setelah tauh....
"Ternyata pacar Clara dan Alice sudah duluan berada di Bali karena urusan pekerjaan. Pantas saja Clara dan Alice tiba tiba saja mengajak gw dan Vio untuk berlibur disini." ucap Tere.
"Itu pasti supaya mereka berdua bisa puas berduaan sekaligus liburan di Bali bersama pacar mereka masing masing, bukan karena untuk merayakan kepulangan gw dan Vio ke Indonesia, dasar sialan banget." kesal Tere.
Dan sekarang Vio juga telah buat Tere bertambah kesal, karena gak juga membuka pintu kamarnya. Tere langsung frustasi dan memilih berjalan sendiri saja untuk tetap menikmati sunset pertama nya di pulau Bali.
"Wahhh, rame banget ternyata ya, tapi kenapa yang datang kesini semuanya berpasangan. Hmmm...Mending gw cari dulu Clara dan Alice biar gak seperti wanita kesepian begini?" jelas Tere.
.
Viola baru saja terbangun setelah tidur selama 4 jam lamanya, dia meraih handphone nya yang berada di atas nakas untuk mengetahui sekarang sudah jam berapa. Viola sangat terkejut ternyata jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, ada banyak sekali panggilan dan chat dari Tere.
"Huhhh... Kenapa teman teman ku tidak membangunkan aku sih, kenapa juga Tere cuma menelpon saja." kesal Viola.
Viola segera beranjak dari tempat tidur, untuk segera mandi, Viola mengenakan dress berwarna putih diatas lutut yang sedikit sexsi dan bermake-up simple.
.
Viola langsung bergegas pergi keluar kamar untuk mencari teman teman nya.
"Aku harus menelpon Tere dulu, kalau mencari mereka aku tidak tauh mereka ada dimana?" ucap Viola.
Tuuuuutttttttt....Panggilan telepon tersambung, tetapi tidak di angkat Tere.
"Tere kemana sih, kenapa gak angkat telepon aku." tutur Viola.
"Aku telepon Alice saja," ucap Viola.
Tetapi tetap saja telepon tersambung tetapi tidak diangkat...
"Sialan banget pada kemana sih mereka, kenapa sampai tidak bisa mengangkat telepon." kesal Viola.
Akhirnya Viola berjalan sendiri menuju restoran di Resort tempat nya menginap, perutnya sudah sangat lapar dan sudah meminta untuk di isi.
"Kenapa aku jadi seperti liburan sendiri disini, kenapa temanku tidak menelpon ku ya. Apa sebenarnya yang dilakukan mereka sekarang?Ah terserah lah yang pasti gw mau makan dulu, baru setelah nya aku cari mereka." tanya Viola.
***
Dipinggir pantai sedang berlangsung party untuk semua tamu di Resort Sky Hyarn.
Tere ternyata sudah dari tadi bertemu dan ikut berkumpul bersama Clara dan Albern, Alice dan Alex, dan juga Bian teman nya Albern.
Mereka semua sedang asyik berjoget, tas masing masing yang di tinggalkan di meja tempat mereka duduk berkumpul.
"Bian Ayoo kita kembali saja, gw udah cape mau duduk." ujar Tere.
"Oh ayolah." jawab Bian dengan tersenyum.
Tere dan Bian sudah duduk kembali ke meja tempat mereka pertama kali bertemu.Tere membuka tasnya untuk mengambil handphone, dia langsung terkejut karena ada banyak panggilan telepon dari Viola.
"Astaga gw sampe kelupaan sama Viola, gara gara udah ketemu sama Bian, aduh vio pasti bakal marah ke gw nih." ucap Tere.
Tere segera menghubungi Viola. Tuuuuuuuuttttt.... Telepon tersambung!
"Hallo vio lho dimana, sorry banget gw tadi gak dengar lho telepon." ucap Tere.
"Kalian itu teman gw apa bukan sih, masa gw di tinggal gitu aja, gak ada satu pun kalian bangunin gw tidur." kesal Viola.
"Lho aja tuh yang tidur nya kek kebo tauh, gw datang ke kamar lho tadi sore, dah gw gedor kencang banget pintu kamar lho. Tapi tetap aja lho kagak bangun." jelas Tere.
"Ya tapi tetap aja gw masih marah sama kalian semua, karena gak ngajak gw." ucap Viola.
"Ya lah serah lho, cepatlah datang gw sama yang lain nya di pantai, lagi ada acara Party disini." ucap Tere.
"Ya tunggu, gw jalan sekarang." jawab Viola.
.
Viola sudah menyelesaikan makan nya dan bersiap untuk keluar dan menuju ke pantai yang tadi di bilang Tere lewat telepon.
Tanpa Viola sadari dia tengah di perhatikan oleh seorang pria yang duduk tak jauh dari kursi nya, pria itu langsung tersenyum devils melihat Viola.
"Gw bakal dapatkan lho malam ini sayang." seringai pria itu, dia adalah Rey pria yang pernah nembak Viola dulu di SMA.
Viola sudah berjalan melewati taman bunga dan juga bungalow yang terletak hampir mendekati pantai, Viola sedikit takut karena sedikit gelap dan sangat sepi.
Tiba-tiba dibelakang Viola sudah ada Rey, Viola menyadari bahwa ada yang mengikutinya. Viola sedikit mempercepat jalannya dan mulai berlari dengan kencang.
Sialan, mau kabur kemanapun akan ku kejar kamu Viola." seringai licik Rey.
~ Ini Visual Teman Teman Viola, Clara, Alice Dan Jovanka !
.
~ Visual Clara
•
•
~ Visual Alice
•
•
~ Visual Jovanka
•
•
~ Visual Albern Kekasih Clara
•
•
~ Visual Alex Kekasih Alice
•
•
~ Visual Bian Teman Albern
•
•
~ Visual Deon Kekasih Jovanka
•
•
•
* Hallo Guys Dukung terus ya karya pertama author love you all ❤️
TBC*