
Sandra yang sudah selesai mengisi perutnya, segera memanggil waiters restoran untuk membayar tagihan bill nya.
Saat ia beranjak bangun dari duduknya, tiba tiba seorang wanita cantik menabrak nya.
"Ah... Maaf, maafkan aku." sapa wanita itu.
"Hah sudahlah, tidak apa." jawab Sandra lalu menoleh kearah wajah wanita yang sudah menabrak nya itu.
Sandra tertegun menatap kecantikan wanita itu, wajah khas timur tengah dengan mata belok yang sangat indah berwarna coklat hazel. Benar benar sangat sempurna...
"Maaf ya soalnya aku sedang terburu buru, sampai aku akhirnya menabrak mu. Oh ya perkenalkan namaku Ameena." ucap Ameena sambil mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan mereka.
"Iya enggak papa kok, santai aja, aku Sandra." jawab Sandra membalas uluran tangan dari Ameena sambil tersenyum.
"Sayang, ada apa?" ucap seorang pria yang tengah berdiri tepat di belakang Sandra.
"Em... Sayang, tidak ada apa apa. Aku hanya tidak sengaja, tadi sudah menabrak nya." jawab Ameena menyentuh lembut pundak Sandra.
Sandra yang mendengar suara seorang pria yang tengah berdiri di belakangnya, benar benar merasa tidak asing.
"Sandra, kenalin ini suamiku." ucap Ameena kepada Sandra.
Sandra pun langsung membalikan badannya untuk berkenalan dengan suami Ameena, tapi saat tatapan matanya dan mata suami Ameena bertemu ia langsung membelalakkan kedua mata nya.
"Kak Aidan????" ucap Sandra dengan begitu terkejutnya.
"Sandra?" jawab Aidan dengan senyum indah nya.
"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Ameena dengan raut wajah bingung nya.
"Hem... Iya sayang, aku mengenal nya dulu karena dia adik ipar dari teman masa kecil ku." jawab Aidan.
"Ohh.... Ya sudah kalo begitu mari kita makan siang bersama." ucap Ameena.
"Tidak perlu, aku harus pergi sekarang. Karena aku harus segera menjaga Kakak ku." jawab Sandra yang langsung menolak halus permintaan Ameena.
"Hem... Sayang sekali, padahal aku sangat ingin kita bisa makan bersama. Lain kali aku akan menjamu mu di rumah ku ya Sandra." ucap Ameena.
"Iya kak baiklah, kalo begitu saya permisi dulu." jawab Ameena yang langsung bersiap untuk pergi.
Tapi saat ia sudah berjalan pergi, Aidan memanggil nya lagi.
"Apa Arsen tengah sakit?" tanya Aidan.
"Hem... Iya Kak, seminggu yang lalu Kak Arsen mengalami kecelakaan yang cukup parah." jawab Sandra.
"Di kamar berapa Arsen dirawat, aku ingin menjenguk nya." ucap Aidan.
"Di kamar Bougenville 122 Kak silahkan menjenguk nya." jawab Sandra.
"Hem... Baiklah, terimakasih Sandra." ucap Aidan.
"Sama sama Kak, aku pergi dulu Assalamualaikum." jawab Sandra.
"Waalaikum sallam." jawab Aidan dan Ameena bersamaan.
Di sepanjang perjalanan menuju kembali kerumah sakit Sandra bertemu dengan kerumunan banyak orang yang tengah berlalu lalang, tapi entah kenapa hati nya terasa begitu sepi dan sakit.
Sudah dua tahun ia memang tidak pernah lagi bertemu dengan Aidan, karena yang ia tahu Aidan sudah kembali ke Dubai karena pekerjaan nya dan memang menetap di sana.
Hari ini setelah sekian lama Sandra akhirnya bertemu kembali dengan Aidan, tapi ternyata Aidan malah sudah menikah.
"Hah... Kenapa nasib cinta pertama ku sangat menyedihkan seperti ini." lirih Sandra lalu menghapus air matanya yang entah sejak kapan sudah jatuh menetes.
Sandra pun kembali berjalan, setelah tadi sempat berhenti sebentar karena rasa sakit dan sesak yang di rasakan nya. Tidak lupa ia juga membawa satu kotak makanan untuk di berikan nya kepada Livy...
*
*
*
Esok hari nya...
Pagi ini semua sudah bersiap menunggu dokter Hanan untuk membuka perban mata Arsen, tak berapa lama dokter Hanan pun masuk kedalam ruang rawat VVIP itu.
"Pagi semua nya, maaf saya sedikit terlambat." ucap dokter Hanan.
"Hem... Tidak masalah dok." jawab Papa Joon.
Di ruangan Arsen sudah ada Mama Gina, Papa Joon, Sandra, Livy, dan Papa Jeremy.
"Buka saja dok." jawab Arsen.
"Iya baiklah, tuan Arsen tetap lah berbaring dengan tenang ya." ucap dokter Hanan.
"Hem....!" jawab Arsen.
Dokter Hanan mulai membuka perban yang menutupi mata Arsen dengan perlahan, sampai akhirnya mata Arsen sudah siap untuk di buka.
"Tuan Arsen, silahkan buka mata anda perlahan lahan. Rasakan sensasi yang mungkin mulai hari ini akan berbeda dari hari hari anda sebelumnya." ucap dokter Hanan.
"Apa maksud anda?" tanya Arsen yang sudah mulai bingung.
"Arsen sayang, buka saja mata nya." ucap Mama Gina.
"Hem... Iya Ma." jawab Arsen.
Saat Arsen sudah membuka kedua matanya dengan sempurna, Livy lagi lagi di buat terkejut dan keheranan oleh ketampanan Arsen yang benar benar luar biasa. Livy yang masih dalam dunia khayalan nya sendiri, akhirnya tersadar saat mendengar teriakkan emosi Arsen.
"Ma, Pa, Sandra kalian dimana? Kenapa semuanya gelap, kenapa aku tidak bisa melihat apapun selain kegelapan, kenapa!" teriak Arsen dengan begitu emosinya.
"Arsen sayang, kamu tenang lah." ucap Mama Gina yang berusaha untuk menenangkan Arsen.
"Bagaimana aku bisa tenang Ma, sedangkan aku sekarang tidak bisa melihat apa apa lagi selain kegelapan. Aku mohon tolong hidupkan lampu nya, dan berhentilah bercanda ini semua sangat tidak lucu." jawab Arsen yang masih saja terus emosi.
Sandra, Livy, Papa Joon dan Papa Jeremy hanya bisa terdiam dan menjatuhkan air mata. Mereka semua tidak tega melihat Arsen seperti itu...
"Arsen sayang, lampu nya sekarang sudah menyala. Tidak ada yang gelap di ruangan ini, kamu harus sabar dulu Mama pasti menemukan pendonor mata untuk mu." ucap Mama Gina yang sudah mulai menangis tersedu sedu.
"Pendonor mata??? Apa maksud perkataan Mama tolong jelaskan." teriak Arsen.
"Arsen maafkan Mama, kamu pasti akan segera sembuh seperti sedia kala sayang, jadi bersabarlah." ucap Mama Gina.
"Arsen kamu sekarang sudah tidak bisa melihat, kecelakaan yang menimpa mu seminggu yang lalu menyebabkan mata mu terluka akibat dari serpihan kaca mobilmu yang pecah berhamburan." ucap Papa Joon menjelaskan.
"Tidak mungkin, tidak mungkin aku tidak bisa melihat lagi. Tidak mungkin...!!!!" jawab Arsen dengan tatapan yang begitu menyedihkan nya.
"Arsen kamu harus menerima nya, karena semua sudah terjadi." lirih Papa Joon.
"Akh.... Aku tidak mungkin buta, tidak mungkin! Kalian semua pasti telah berbohong kan." teriak Arsen yang langsung bangun dari tempat tidur nya untuk berniat pergi dari sana.
Tapi baru juga Arsen menurunkan satu kakinya, ia sudah jatuh tersungkur di bawah brankar nya. Semua yang berada di sana, langsung saja membantu Arsen untuk bangun.
"Jangan sentuh aku, aku bisa bangun sendiri. Aku cuma pria buta, bukan juga pria lumpuh." maki Arsen kepada semua orang yang berada di sana.
"Arsen kedua kaki mu juga tidak bisa di gerakkan untuk saat ini, papa mohon jangan keras kepala." teriak Papa Joon.
"Hahahaha..... Kalian semua benar benar mengerjai ku, kaki ku baik baik saja sekarang. Menyingkir lah dari tubuh ku, lihat lah aku berjalan." ucap Arsen yang berusaha melepaskan diri dari pegangan Papa Joon dan Papa Jeremy.
.
Tapi lagi lagi, baru juga Arsen mencoba untuk berdiri ia sudah terjatuh lagi di lantai.
Arsen kini baru menyadari jika ia juga benar benar sudah tidak bisa lagi berjalan, dengan deraian air matanya Arsen terus menangis.
"Aku benar benar "Tidak Bisa Menerima" semua yang telah terjadi kepada ku saat ini, oh Tuhan apa ini adalah balasan yang harus ku terima karena telah menyakiti hati istriku Viola." teriak Arsen dengan raungan kesedihan dan penyesalan nya.
Livy yang mendengar Arsen menyebut nama istrinya, kini hanya bisa menutup mulut dengan begitu terkejutnya.
.
..."Jadi Kak Arsen sudah mempunyai istri? Terus dimanakah istrinya yang bernama Viola itu sekarang??" gumam Livy didalam hati dengan keterkejutan sekaligus kekecewaan nya ...
.
Mama Gina yang melihat Arsen seperti itu, langsung memeluk nya erat erat. Hati nya pun begitu sakit, saat ia melihat nasib putranya kini....
*
*
*
*
Bersambung...
.