Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Sold Out



London,


Viola mengantarkan Steve ke Bandara, ia terus saja memeluk nya dan masih belum rela Steve tak ikut dengan nya ke Indonesia. Tapi Viola juga tidak bisa memaksa Steve, karena ia ada urusan pekerjaan yang jauh lebih penting daripada menemani nya datang ke Indonesia.


"Kalo peluk terus begini, bisa bisa sayangmu ini gak jadi pergi loh." ucap Steve yang menyentuh lembut rambut Viola sambil tersenyum dengan begitu tampan nya.


"Hem... Emang tunangan mu ini masih kangen banget pak Dokter. Jadi mau gimana dong..." jawab Viola yang juga tersenyum tapi sedikit cemberut.


"Gak sampai 6 bulan lagi, sabar ya... Nanti kita bisa sayang sayangan terus setiap hari." ucap Steve lalu langsung mengecup lembut kening Viola.


"Iya... Tunangan mu ini selalu sabar kok." ucap Viola yang semakin erat memeluk Steve.


"Jika nanti sudah di Indonesia, selalu kasih kabar ya." ucap Steve dengan tersenyum.


"Tentu..." jawab Viola yang juga tersenyum.


"Aku pergi ya, jaga diri di Indonesia. I love you to, and I always miss you to." ucap Steve.


"Me, too." jawab Viola.


"See you dear." ucap Steve yang mulai masuk ke ruang keberangkatan pesawat, lalu ia melambaikan tangannya kepada Viola dengan tersenyum.


"See you again." jawab Viola yang juga tersenyum dan juga melambaikan tangan nya kepada pria yang sekarang sudah memenuhi relung hati nya yang paling dalam.


.


Viola sudah diperjalanan menuju pulang kerumah, ia akan segera membereskan barang barang yang akan ia bawa selama berada di Indonesia.


Viola tadi pagi sudah berpesan dengan Natalie asisten nya, bahwa ia tidak akan datang ke klinik Arabella selama dua minggu kedepan, karena ia akan pergi ke Indonesia.


***


Viola yang sudah berada di depan rumahnya, langsung masuk tanpa mengucapkan salam lagi kepada kedua orang tua nya yang ternyata tengah sibuk mengepak oleh oleh untuk Sean, Sashi dan cucu kesayangan mereka Vino.


"Dad, apa Vio enggak papa jika pulang ke Indonesia sendirian, Mom agak khawatir." tanya Mom Ariana yang khawatir Viola pulang sendirian.


"Dad pikir ya tidak apa Mom, memangnya apa yang membuat Mom harus khawatir?" jawab Dad Antonio


"Mom takut, Vio akan kembali dekat dengan Arsen. Jika mereka kembali bertemu, Mom takut Arsen akan menyakiti nya lagi." ucap Mom Ariana dengan tatapan sendu nya.


Viola yang sudah dari tadi berdiri di dekat ruang keluarga rumah nya, sontak saja hanya diam saat mendengar percakapan kedua orangtuanya, lalu kemudian ia berjalan mendekati Mom dan Dad nya itu...


"Mom and Dad tidak perlu khawatir, sampai kapan pun Vio gak akan pernah kembali lagi kepada Arsen. Di hati Vio sekarang hanya ada Steve, Dokter tampan yang akan segera menjadi suami Vio." jawab Viola dengan tersenyum.


Dad Antonio dan Mom Ariana kini juga tersenyum, rasa khawatir yang dirasakan Mom Ariana tadi perlahan mulai menghilang. Ia percaya, memang putrinya tidak akan semudah itu untuk kembali lagi kepada Arsen, pria yang sudah sangat menyakiti hati nya.


"Iya udah sekarang kamu makan dulu sebelum tidur, ya sayang." ucap Mom Ariana.


"Oke Mom siap, tapi Vio mau kita makan bersama." jawab Viola dengan tersenyum.


"Oke baiklah." ucap Mom Ariana dan Dad Antonio bersamaan.


***


Jakarta, Indonesia.


Viola yang sudah berada di Bandara Soekarno Hatta, langsung bergegas keluar menuju pintu kedatangan untuk mencari Kakak kesayangan nya yang sudah satu tahun ini tidak pernah bertemu.


Sean yang melihat Viola sudah keluar, langsung bergegas melambaikan tangan nya kearah Viola sambil tersenyum. Viola yang sudah melihat Sean, membalas lambaian tangannya dengan tersenyum juga.


"Kak Sean, Vio kangen banget sama Kakak." ucap Viola yang langsung berlari memeluk erat tubuh Sean.


"Kakak juga kangen banget sama kamu, maaf ya kakak gak bisa datang ke pesta pertunangan mu waktu itu. Tapi Kakak janji nanti saat kamu menikah, Kakak pasti datang." jawab Sean yang langsung mengusap kepala adik kesayangannya itu.


"Bener ya, awas kalo bohong." ucap Viola.


"Beneran lah, kakak kan sudah janji." jawab Sean.


"Hemmmm.... Baiklah, ayo kita jalan." ucap Viola.


"Ayo kita pulang." jawab Sean yang langsung memegang tangan Viola.


.


Viola yang baru masuk kedalam rumah Sean, langsung di kaget kan oleh suara tangisan Baby Vino.


"Cup... Cup... Cup..., Anak Mama jangan nangis ya." ucap Sashi yang tengah Menganti popok Baby Vino.


"Sayang, Viola sudah datang." panggil Sean kepada Sashi yang tengah mengurusi Baby Vino.


"Viola, apa kabarnya. Maaf ya Kakak sibuk sama Vino, sampai gak tahu kamu sudah datang." ucap Sashi.


"Iya Kak, enggak papa kok." jawab Viola.


"Iya udah ayo kita makan, Kakak udah siapin makanan kesukaan mu." ucap Sashi yang langsung menyerahkan Baby Vino pada Baby sister nya.


"Iya Kak, ayo." jawab Viola yang langsung berjalan bersama Sashi menuju ruang makan.


Sean yang sudah berganti pakaian santai, ikut makan malam bersama keduanya. Mereka pun mulai makan dengan di selingi senda gurau dan tertawa bersama...


.


Siang harinya....


Viola yang sudah berdandan rapi, langsung turun dari kamarnya untuk menemui Sashi. Ia akan makan siang bersama teman temannya, sekalian akan pulang kerumahnya.


"Iya udah kamu hati hati, jangan ngebut bawa mobilnya. Jangan lupa kasih kabar juga saja Kakak mu, biar dia tahu kamu pulang kerumah utama." ucap Sashi kepada Viola.


"Oke Kak siap, aku pergi ya Kak Sas, dada keponakan aunty yang sangat tampan. Nanti kita main lagi ya " jawab Viola yang masih mengelus pipi Baby Vino.


"Iya hati hati, jalan gih." ucap Sashi.


"Oke...!" jawab Viola.


***


Viola, Tere, Clara dan Alice sudah bertemu dan makan siang bersama. Clara sudah punya Baby berusia baru dua bulan, Alice yang juga sudah menikah dengan Alex kini tengah hamil.


"Vi, kenapa Dokter tampan tunangan lho gak ikut datang ke Indonesia." tanya Alice.


"Emangnya mau buat apa, hem." jawab Tere.


"Iya gw mau nanya lah seputar kehamilan gw, emang mau apa lagi. Huh...!" ucap Alice.


"Dia sekarang berada di Italia, ada seminar kedokteran di sana. Makanya gak bisa ikut gw kesini." jawab Viola menjelaskan kenapa Steve tidak bisa datang.


"Ohhh....!" ucap Alice.


"Jovanka 3 hari lagi melepas masa lajang, tinggal Tere nih yang belum "Sold out", lho mau sampai kapan hah." ucap Viola.


"Apaan sih, biarkan aja. Gw masih betah kok sendiri, gak ada masalah juga. Huh...!" jawab Tere.


"Nih lho liat, mantan lho si Bian udah bahagia, anak nya aja udah gede. Lho gak mau apa bahagia juga kek dia, kalo lho sendiri terus pasti dia bakal ngira lho gak bisa move on dari dia." ucap Alice.


Tere yang melihat foto Bian dan anaknya, hanya bisa menghela nafas kasarnya...







Hai semuanya Bantu Like, Komen dan Vote nya dong All. Biar author semakin banyak up nya, kok makin sepi sepi aja hmmm....


** TBC *


.