Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Hidup Baru



Viola kini menetap di London bersama kedua orang tuanya, sudah lima bulan lebih ia meninggalkan Indonesia.


Klinik Kecantikan Violett ia percaya kan kepada Ery, asisten pribadi Viola. Meskipun Klinik Violett tetap dalam pantauan Sean, tapi tetap Ery lah yang sudah mengurus semuanya.


Viola sangat bahagia, meskipun ia tidak lagi berada di Indonesia dan mengurus Klinik Kecantikan Violett. Karena di London, ia juga sudah membuka Klinik Kecantikan yang ia beri nama Klinik Kecantikan Arabella.


Viola yang tengah berdiri sambil melipat kedua tangannya didepan jendela kaca cukup besar di ruangan nya, terus mengembangkan senyuman manisnya.


"Hidup Baru" ya,, sekarang aku akan mulai menjalani nya di Negara ini." Hem... Indonesia, aku masih merindukan nya, rindu dengan Kak Sean, Kak Sashi dan Kak Aidan." ucap Viola yang awalnya penuh dengan semangat, kini bersedih juga...


***


Dokter Steve saat ini sedang menemani tunangan nya shopping di Mall terbesar kota London. Ia yang sudah benar benar sangat lelah, hanya bisa mengangguk saja saat Natasya bertanya padanya tentang tas atau baju yang akan ia beli.


Dokter Steve dan Natasya telah bertunangan 3 bulan yang lalu, ia dan Natasya dipertemukan dalam perjodohan yang di lakukan oleh Mommy nya dan Mama Natasya.


Dokter Steve awalnya benar benar sangat menentang keras perjodohan yang dilakukan Mommy nya itu, sampai sampai sang Mommy harus di larikan ke rumah sakit akibat serangan panik attack yang diderita nya karena ulah Steve yang sudah berani melawannya...


Setelah kejadian itu, Dokter Steve yang merasa sangat bersalah kepada Mommy nya terpaksa akhirnya menerima perjodohan itu. Meskipun Steve dan Natasya sudah bertunangan, ia tidak mau cepat cepat menikahinya. Karena sebenarnya Steve tidak mencintai Natasya.


Sudah hampir 7 bulan berlalu setelah ia pertama kalinya bertemu Viola, Steve masih terus mengingat Viola dan tak bisa melupakan nya.


Rasa kecewa begitu mendalam di hati Steve, saat ia mengetahui jika wanita yang sudah membuat jantung nya berdegup kencang ternyata sudah bersuami.


Selama ini Steve telah berusaha untuk melupakan Viola, tapi tetap saja ia tak bisa. Wajah cantik dan senyum indah Viola benar benar sudah melekat di relung hatinya...


Steve bahkan masih berharap agar kelak Viola lah yang menjadi istri dan ibu dari anak anaknya, meskipun sudah pasti itu tidak akan pernah terjadi...


Steve yang tengah duduk di sofa sebuah boutique hanya bisa menghela nafasnya. Ia benar benar sudah lelah dan merasa frustasi jika terus berada di London, ia ingin secepatnya pulang ke Paris.


"Steve... Aku sudah selesai, ayo kita lanjut makan." ucap Natasya yang sudah menghampiri Steve disofa.


"Hem..." jawab Dokter Steve dengan raut wajah datar bercampur kesal.


.


Viola saat ini tengah makan siang di restoran steak bersama Dad Antonio, makan siangnya kali ini terasa berbeda karena Dad Antonio yang datang menemui nya di klinik.


"Vio sayang, apa kamu bahagia berada di negara ini." tanya Dad Antonio yang sudah menyelesaikan makannya.


"Hemm.... Vio bahagia, apalagi Vio disini bersama Dad dan Mom." jawab Viola yang masih mengunyah makanan nya.


"Dad dan Mom akan tetap berada disini bersama mu, sampai nanti saatnya kamu sudah memiliki keluarga sendiri baru Dad dan Mom akan kembali menetap di Indonesia." ucap Dad Antonio dengan tersenyum.


"Dad, Vio tidak mau menikah lagi. Hidup bahagia seperti ini saja sudah membuat Vio happy." jawab Viola yang tengah mengelap mulutnya dengan tissue.


"Hemm... Itu terserah mu, apapun keputusan mu Dad dan Mom akan selalu mendukung." ucap Dad Antonio dengan senyuman indah nya.


"Ayo kita pulang, Makanan nya juga sudah habis." jawab Viola.


"Hemm.... Ayoo." ucap Dad Antonio yang langsung menggandeng tangan putrinya itu.


.


Steve yang tengah berjalan menuju kedalam restoran steak bersama Natasya, tiba tiba langsung terdiam seketika saat ia melihat Viola yang baru saja keluar dari restoran steak yang sama dengan tujuannya.


Deg... Deg... Deg... Jantung Steve berdegup dengan begitu kencangnya, ia benar benar tak menyangka bisa bertemu lagi dengan Viola di London.


Viola yang tengah tertawa dan bercanda bersama Dad nya langsung terhenti, saat ia mendengar suara seorang pria yang tiba tiba memanggil namanya...


"Viola?????" panggil Dokter Steve yang berjarak sekitar 4 meter dari Viola dan Dad Antonio.


Viola langsung saja menolehkan kepalanya kearah sumber suara yang tengah memanggilnya.


"Dokter Steve???" jawab Viola dengan tatapan terkejutnya.


"Iya.... Ini aku." ucap Dokter Steve yang langsung berjalan mendekat kearah Viola dan Dad Antonio.


.


Natasya yang melihat Steve berjalan mendekati seorang wanita muda dan pria tua, hanya bisa mendengus kesal.


"Apa kabar? Sedang apa kamu di London?" tanya Dokter Steve dengan senyum menawan nya.


"Alhamdulillah aku baik, sekarang aku menetap di sini." jawab Viola yang juga membalas dengan senyuman indah nya.


"Benarkah??" ucap Dokter Steve dengan tatapan tak percaya sekaligus sangat bahagia.


"Hemm... Benar, oh ya kenalin ini Daddy ku." jawab Viola yang juga tersenyum dan langsung mengenalkan Dad Antonio.


"Hai... Om, saya Steve." ucap Steve yang langsung mengulurkan tangannya sebagai tanda sebuah perkenalan.


"Hemm... Saya Antonio." jawab Dad Antonio yang akhirnya membalas jabatan tangan dari Dokter Steve.


"Perkenalkan saya tunangan Steve." ucap Natasya yang langsung nyosor untuk memperkenalkan dirinya.


"Ohh... Iya Natasya, saya Viola." jawab Viola.


"Ya sudah kalo gitu kami mau makan dulu kedalam, senang bisa berkenalan dengan mu." ucap Natasya yang langsung menggandeng lengan Steve.


"Iya sama sama, kami juga akan segera jalan kembali." jawab Viola dengan tersenyum lalu mulai kembali merangkul lengan Dad Antonio dengan berjalan beriringan.


"Tunggu dulu Viola." panggil Steve yang langsung menghampiri lagi Viola.


"Iya ada apa Dokter Steve." jawab Viola.


"Aku ingin kamu menuliskan nomor ponselmu." ucap Steve yang langsung saja to the poin.


"Ohh.... Iya baiklah." jawab Viola yang langsung menuliskan nomor ponselmu di ponsel Steve.


"Terimakasih banyak." ucap Steve yang langsung berlalu pergi meninggalkan Viola yang masih melongo melihatnya.


Dad Antonio yang menatap raut bahagia dari wajah Steve hanya bisa tersenyum didalam hati, ia yakin jika Dokter Steve itu menyukai putrinya.


.


..."Aku rasa pria itu tidak buruk, dia sepertinya menyukai Viola ku. Jika memang benar, kali ini aku tidak akan dengan mudahnya merestui hubungan mu dengan putriku. Sudah cukup dulu aku dengan mudahnya mempercayai Arsen, tapi ternyata...." ucap Dad Antonio didalam hati....


.


***


Di sebuah Mansion mewah....


Steve yang saat ini tengah berada di ruang keluarga sedang disidang oleh kedua orang tuanya. Apalagi tatapan Mommy Yuna kepadanya benar benar sangat mengerikan.


"Apa maksud mu tiba tiba ingin membatalkan pertunangan dengan Natasya?" tanya Mommy Yuna dengan tatapan tajamnya.


"Maaf Mom, tapi itu karena Steve tidak mencintai nya." jawab Steve yang masih menundukkan wajahnya.


"Jadi mesti sampai kapan Mommy harus menunggu kamu bertemu dengan wanita yang bisa membuat mu jatuh cinta dan kamu cintai Steve." ucap Mommy Yuna yang sudah menaikan satu tingkat suara nya.


"Steve sudah mendapatkan nya Mom, dia seorang wanita yang sangat cantik dan perpect." jawab Steve yang langsung membayangkan wajah Viola.


"Jangan ngeles, Mommy dan Daddy kamu tidak akan pernah percaya lagi dengan kata katamu." ucap Mommy Yuna.


"Hemm.... Iya, Daddy yakin wanita itu cuma fantasi gila mu saja." ucap Daddy Aron menimpali.


"Kali ini aku benar benar tidak berbohong, wanita itu bernama Viola. Hanya dia wanita yang bisa membuat jantungku berdegup dengan kencang saat aku melihatnya, aku ingin dia wanita yang aku nikahi Dad, Mom, bukan Natasya." jawab Steve.


"Kamu harus bawa dulu kesini wanita yang bernama Viola itu, jika Mom sudah melihatnya Mom baru percaya." ucap Mommy Yuna.


"Aish... Kenapa kalian berdua tidak percaya sih, aku tidak berbohong." jawab Steve.


"Karena kamu itu sudah terlalu sering berbohong tentang wanita yang pura pura menjadi kekasih mu." ucap Mommy Yuna.


"Iya aku tahu aku sudah salah, tapi kali ini aku benar benar tidak berbohong Mom." jawab Steve.


"Kamu itu sudah umur 32 tahun, memang sudah seharusnya menikah. Mommy dan Daddy kamu ini sudah gak sabar ingin nimang cucu." ucap Mommy Yuna.


"Iya... Hanya kamu harapan Daddy dan Mommy." ucap Daddy Aron menimpali lagi dan lagi.


"Sabar Mom, doakan saja. Semoga kali ini Viola lah yang jadi jodoh Steve." jawab Steve yang langsung memeluk erat tubuh kedua orangtuanya.


"Amen." ucap Mommy Yuna dan Daddy Aron bersamaan.


.


..."Aku mohon Tuhan, jodohkan aku dan Viola apapun caramu." lirih Steve didalam hati....


.







Hayoo, siapa yang setuju kalo Viola berjodoh dengan Dokter Steve. Hayoo.... Hehehe !


Mohon bantuannya all, untuk selalu like, komen dan vote author ya. Thanks All ❤️


.


** TBC **


.