Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Hanya Terpaksa



Keluarga Lee baru saja sampai di kediaman keluarga Kendrich.


Arsen hanya terdiam saja dari tadi, pikiran nya kacau atas semua yang akan terjadi selanjutnya.


Antonio dan istrinya telah menyambut kedatangan keluarga Lee, yang sebentar lagi akan menjadi besan nya itu.


"Joon Ayoo masuk, kita mengobrol di dalam." ucap Antonio.


"Mari silahkan masuk, kami juga sudah menyiapkan makan malam." ucap Ariana.


"Terimakasih jeng Riana, sudah lama sekali kita tidak bertemu." jawab Gina.


"Dimana Viola, apa dia sudah tauh rencana kita?" ucap Joon.


"Putri ku sedang menyiapkan makanan pembuka, dia lagi menemani mbok Irma." jawab Antonio.


Mereka semua sudah duduk di kursi makan dan tengah berbincang bincang.


Mbok Irma datang membawa berbagai macam makanan inti.


"Mbok, Vio mana?" ucap Ariana.


"Ada Bu di belakang sama den Sean." jawab mbok Irma.


"Bilang sama mereka untuk segera keluar, karena tamu kita sudah datang." ucap Ariana.


"Baik Bu." jawab mbok Irma.



Tak berapa lama Viola dan Sean datang, Viola membawa pudding buah yang tadi dia masak sendiri.



Arsen yang melihat penampilan Viola malam ini langsung terkesima.



"Kenapa dia benar-benar sangat cantik malam ini." ucap Arsen di dalam hati.



Casandra yang melihat Viola pun juga sampai melongo.



"Gila Gila Gila...! Wanita yang akan di jodohkan dengan kak Arsen benar benar sangat cantik, kalau begini aku bisa tenang. Aku sangat yakin kak Arsen akan cepat mencintai nya, kak Aline aja kalah jauh lah." ucap Sandra didalam hati sambil terus menatap Viola.



"Putri mu benar benar sangat cantik jeng Riana." ucap Gina.



"Terimakasih jeng Gina." jawab Ariana.



Semua sedang menikmati makan malam dengan di selingi sedikit obrolan ringan.



Kini mereka sudah berada di ruang keluarga Kendrich. Joon, Antonio dan Sean mereka bertiga sibuk dengan pembicaraan bisnis.


Ariana dan Gina juga asyik bercerita tentang arisan.


Arsen yang memang sudah kesal melihat semua ini, akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Pa, Om Antonio. Bisa kah aku bersama Viola pergi sebentar, ada yang harus kita bicarakan." ucap Arsen.


Semua melongo karena terkejut, tetapi akhirnya mereka tertawa bersama.


"Lucas, kita memang akan menjodohkan putra dan putri kita, tapi baik Arsen ataupun Viola. Belum begitu saling mengenal, jadi biarkan mereka berdua bicara dulu." ucap Joon.


"Yah itu terserah mereka, yang penting jangan kembali terlalu malam." jawab Antonio.


"Baiklah Om, kalo begitu kami pergi dulu." ucap Arsen dan langsung memegang tangan Viola untuk segera ikut dengan nya.


Viola terkejut sekaligus senang, karena dia bisa bersama Arsen.



"Masuklah..." ucap Arsen sambil mendorong Viola kedalam Mobil nya.



"Ehh...Tapi kita mau kemana?" ucap Viola.



"Ikut saja." jawab Arsen.



"Oke Oke...!" ucap Viola.



Didalam perjalanan tidak ada pembicaraan dari mereka berdua. Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah cafe daun yang unik.



"Turun lah." ucap Arsen dingin.



"Ngapain kita disini." tanya Viola.



"Jangan banyak bicara, ikut saja." ucap Arsen.



"Huhh.... Sebenarnya dia mau ngapain sih?" ujar Viola kesal.



Arsen sudah sampai di sebuah meja yang ternyata telah ada seorang wanita yang sangat sexy menunggu nya.



"Sayang Kenapa lama sekali datang nya." ucap wanita itu yang langsung memeluk Arsen.




Viola yang sudah sangat kesal melihat tingkah dua orang manusia di depan nya ini, akhirnya memilih tidak perduli dan langsung saja duduk di kursi.


"Sayang wanita ini siapa, kenapa dia tadi datang bersama mu?" ucap Monica.


"Ohh, dia adalah wanita yang di jodohkan dengan ku, tapi sayang nya aku tidak perduli, karena aku sayang kamu Monica." jawab Arsen dengan sengaja supaya Viola sakit hati dan memilih membatalkan perjodohan ini.


"Aku tauh Oppa sengaja melakukan ini padaku supaya aku cemburu dan membatalkan perjodohan ini kan, tapi sayangnya aku tidak akan pernah melakukannya." ucap Viola santai meski sebenarnya hatinya juga sakit karena perkataan Arsen.


"Meskipun akhirnya kita menikah, tapi aku Hanya Terpaksa menikahi mu. Aku tidak mencintaimu sedikit pun, jadi batalkan saja perjodohan konyol ini." tegas Arsen.


"Aku tetap tidak mau, meskipun Oppa Hanya Terpaksa nanti nya menikah dengan ku. Aku tetap yakin suatu saat Oppa pasti akan mencintai ku." ucap Viola.


"Jangan konyol, sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencintai mu. Karena cintaku sudah ada pemiliknya." jawab Arsen dengan menatap tajam ke arah Viola.


Viola terdiam membisu dan akhirnya satu tetes air mata jatuh juga membasahi wajah cantiknya. Viola segera berlari meninggalkan Arsen dan Monica.


"Hey kau mau kemana? Ini sudah malam ayo kita pulang." teriak Arsen, tetapi Viola tidak memperdulikan nya.


Viola akhirnya berhenti berlari dan duduk di kursi yang ada di sebuah taman yang berada di seberang jalan cafe daun. Viola terus saja menangis dan mengumpat Arsen.


"Aku seharusnya tidak boleh menangis, tetapi air mata sialan ini terus saja keluar." ucap Viola



"Aku harus pergi mencari gadis itu, jika nanti aku membutuhkanmu lagi Monica kau akan ku hubungi lagi." ucap Arsen sambil memberikan amplop yang berisi uang kepada Monica.



"Okee.. Siap sayangku." jawab Monica.



Arsen berlari mengelilingi cafe tersebut mencari Viola, tetapi Viola tetap tidak terlihat.



"Kemana gadis aneh itu, kalo dia sampai pulang sendiri, aku pasti akan di marahi om Antoni dan papa." ucap Arsen.



Sementara di taman Viola masih saja terus menangis dan kadang tertawa melihat dirinya sendiri yang tergila-gila pada pria brengsek seperti Arsen.


"Tidak baik seorang gadis menangis dan tiba tiba tertawa sendirian, orang akan mengiramu menderita gangguan mental." ucap seorang pria tampan yang berada di samping Viola.


"Siapa kamu? Gak usah ikut campur urusan ku." jawab Viola ketus.


"Ini sudah malam, lebih baik kamu segera pulang. Tempat ini biasa nya sering di datangi preman pasar untuk mabuk mabukan, mereka akan menggangu siapa saja yang berada disini." ujar pria itu menakuti Viola.


"Hah benarkah." ucap Viola.


"Ya benar." jawab pria itu yang ternyata hanya mengerjai Viola saja.


"Aku akan pulang, tapi aku tidak tauh ini ada dimana. Aku baru pertama kali kesini, bisakah kamu membantu ku mencari taksi." ucap Viola.


"Ohh tentu ayo, biar ku antar." ucap pria itu.




Di saat Viola akan berdiri mengikuti pria yang baru saja di kenal nya, Arsen datang dengan berlari dan segera menarik tangan Viola.



"Kau mau kemana, ini sudah malam, ayo kita pulang." ucap Arsen.



"Aku tidak mau pulang dengan Oppa, aku akan naik taksi saja di antar dia." ucap Viola sambil menunjuk pria di samping nya.



"Kau ini memang wanita bodoh dan ceroboh, kau baru mengenal pria ini. Dia adalah pria jahat, jika kau mau ikut dengan nya kau akan diculik." ujar Arsen dengan sedikit berbisik, tetapi masih bisa di dengar Gio.



"Heemm sorry, tapi aku bukan pria seperti yang kau tuduh kan tuan. Kau sebagai kekasih seharusnya menjaga nya bukan malah membuat dia menangis sendirian seperti ini." ucap Gio dan segera beranjak pergi.



"Tunggu." ucap Viola.



"Kenapa lagi, kamu juga akan menuduhku seperti itu." ucap Gio yang sudah mulai kesal.



"Ohh... Bukan begitu, aku cuma mau bilang terimakasih ya tadi sudah mau mengantarkan aku mencari taksi." ucap Viola dengan tersenyum ramah.



Gio yang melihat Viola tersenyum, langsung saja salah tingkah di buat nya.



Arsen yang melihat itu semua, jadi semakin yakin jika Viola sama saja dengan para wanita koleksi nya yang murahan.



"Cuihh... Benar benar menjijikkan !!" ucap Arsen didalam hati nya sambil menatap tajam Viola.









\*\* See You ❤️