Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Aku Akan Tetap Menikahi Mu



London,


Steve kini hanya bisa terdiam dan menundukkan wajahnya, ia tak menyangka Viola akan memutuskan hubungan mereka berdua secara tiba tiba.


"Viola, please sayang. Aku gak mau hubungan kita berakhir, aku sudah lama memimpikan untuk hidup bahagia bersamamu." lirih Steve sambil menatap wajah Viola dengan perasaan sedihnya.


"Tapi aku gak bisa Steve, aku mohon cari lah wanita lain yang jauh lebih sempurna dari aku. Karena aku, benar benar jauh dari kata sempurna untuk pria terbaik seperti kamu." jawab Viola.


"Aku tidak menginginkan wanita lain sayang, aku cuma mau kamu hanya kamu." ucap Steve.


"Tapi aku sungguh gak bisa Steve, aku gak bisa melanjutkan pernikahan kita." jawab Viola.


"Jelaskan apa yang membuat kamu tidak bisa lagi melanjutkan hubungan kita, jelaskan lah Viola." teriak Steve dengan tatapan tajamnya.


.


Sepuluh menit berlalu...


Viola masih saja terdiam, ia benar benar tak menyangka Steve akan marah. Tapi apapun yang akan terjadi selanjutnya, ia akan tetap memberitahukan semuanya.


"Steve, maaf maafkan aku... Tapi a-aku... aku sekarang sedang Hamil!" jawab Viola yang langsung menundukkan wajahnya.


Steve sangat terkejut dengan apa yang sudah ia dengar, ia benar benar tak menyangka jika saat ini Viola tengah hamil. Raut wajah Steve kini berubah sendu, jujur ia sangat kecewa. Tapi semua yang sudah terjadi juga bukan kesalahan Viola, ia juga korban.


Steve yang mendengar tangisan Viola langsung mendekati nya. Ia tidak tega jika terus melihat Viola menangis tersedu sedu seperti itu.


"Jangan menangis lagi, apapun yang sudah terjadi saat ini aku tetap akan mencintaimu." ucap Steve sambil mengelus lembut rambut Viola.


Viola yang mendengar Steve masih mencintainya, langsung mengangkat wajahnya. Ia tidak mau membawa Steve masuk kedalam hidupnya yang semakin berantakan seperti saat ini.


"Steve, aku mohon lebih baik kamu cari lah wanita lain untuk menjadi istrimu, jangan aku." ucap Viola.


Steve langsung naik keatas brankar tempat tidur Viola, ia memandangi wajah Viola dengan sangat dekat. Ia juga tidak mau mendengar lagi Viola mengatakan padanya untuk mencari wanita penggantinya, karena itu percuma, ia akan tetap bersama nya dan menikahinya.


"Berhentilah menyuruh ku untuk mencari wanita lain sebagai istriku, karena aku tidak mau." jawab Steve dengan tatapan cemberutnya.


"Tapi aku tidak bisa." ucap Viola.


"Aku Tetap Akan Menikahi Mu" mesti kamu setuju ataupun tidak setuju." jawab Steve dengan tatapan sendu nya kepada Viola.


"Tapi... eum..!!!" ucapan Viola langsung terhenti karena Steve langsung mencium bibir nya.


Ciuman Steve sangat lembut, ia memeluk tubuh Viola yang berada tepat dibawah kungkungan nya. Viola kini mulai terbawa suasana, ia membalas setiap isapan isapan lembut yang Steve berikan padanya.


Saat Viola sudah mulai terbawa suasana, Steve langsung menghentikan ciuman mereka yang sudah berubah menjadi ciuman panas.


"Kita akan melanjutkan nya lagi setelah menikah, hem." ucap Steve dengan wajah yang sudah memerah, tapi ia masih berusaha menggoda Viola.


Viola hanya bisa tersenyum malu, wajah nya pun sama merah nya seperti wajah Steve.


"Sayang ayo kita percepat pernikahan kita." ucap Steve dengan tersenyum begitu manis nya.


Viola hanya bisa membelalakkan matanya, ia benar benar tak menyangka jika Steve malah ingin mempercepat pernikahan mereka.


"Tapi Steve, hem...!" jawab Viola dengan raut wajah bingung nya.


"Pernikahan kita memang seharusnya terjadi 4 bulan lagi, tapi itu akan membuat perut mu semakin membesar sayang. Aku tidak mau, orang orang akan membicarakan kita." ucap Steve yang langsung mengusap lembut perut Viola yang masih rata.


"Hem... Baiklah, aku ikut kamu saja. Tapi tolong hentikan tangan jahil mu itu, karena itu sangat geli." jawab Viola yang langsung memegang tangan Steve yang terus mengusap lembut perutnya.


"Aku sangat menyukainya, karena aku sudah tidak sabar ingin melihat perut mu yang membesar." ucap Steve dengan tersenyum.


"Hah... Apa bagus nya dari perut membesar karena hamil, hem aku pasti akan seperti angka nol...!" jawab Viola dengan wajah cemberutnya.


"Kamu pasti sangat sexsi sayang." ucap Steve dengan senyum menggoda nya.


"Yang pasti aku menyukainya sayang, jadi biar saja kamu bilang aku aneh." ucap Steve yang lagi lagi sangat manja kepada Viola.


Viola dan Steve kini saling berpelukan satu sama lain, Steve yang memang kelelahan selama penerbangan akhirnya tertidur pulas disamping Viola.


Viola memandangi wajah teduh Steve yang tengah tertidur dengan begitu pulas nya, tersirat senyum indah dari bibir Viola. Ia benar benar bahagia bisa sangat dicintai dan disayangi oleh pria seperti Steve, jika nanti mereka sudah menikah ia akan berusaha menjadi istri yang baik untuk nya agar tidak ada lagi pelakor didalam rumah tangga mereka.


.


"Tuhan, aku hanya meminta kepadamu. Jika kami memang berjodoh, berikan lah keberkahan pada pernikahan kami nanti, jangan pisahkan lagi aku dengan suami ku, kecuali memang sudah kehendak mu berpisah karena kematian. Amen...!" ucap Viola yang langsung menitikkan air matanya.


Akhirnya Viola pun ikut tertidur didalam pelukan hangat Steve...


*


*


*


Mom Ariana yang sudah bersiap untuk pergi lagi kerumah sakit, harus terhenti sejenak saat ia mendengar suara ponsel nya yang tengah berdering.


Saat Mom Ariana mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, ia mulai mengeryitkan kedua alisnya saat tahu siapa yang tengah menelpon nya saat ini.


"Arsen....??? Mau apa dia menelepon, hah." lirih Mom Ariana dengan tatapan tak sukanya.


Mom Ariana mengabaikan panggilan telepon dari Arsen, ia benar benar membenci pria itu pria yang sudah menyakiti hati putri kesayangannya sekaligus hatinya.


Mom Ariana sudah keluar dari rumah dan langsung menuju parkiran mobil, tempat dimana Dad Antonio sudah menunggu nya.


"Apa aku lama Honey." tanya Mom Ariana kepada Dad Antonio dengan tersenyum manis.


"No Honey, kita kerumah sakit sekarang." jawab Dad Antonio.


"Hem...!" ucap Mom Ariana.


Saat Dad Antonio mulai menghidupkan mesin mobilnya, ponsel Mom Ariana lagi lagi berdering. Tapi ia masih mengabaikannya...


"Honey, ponsel mu berdering. Siapa yang tengah menelpon, apa itu Viola?" tanya Dad Antonio.


"Hah... Itu hanya telepon dari orang yang tidak penting, jadi biarkan saja. Karena sampai kapan pun aku tidak akan mengangkat nya...?" jawab Mom Ariana dengan tatapan kesalnya.


"Dari siapa? Biarkan aku yang mengangkat nya, kalo kamu tidak mau angkat Honey." ucap Dad Antonio.


"Tidak perlu Honey, yang menelpon cuma si Arsen mantan suami Viola." jawab Mom Ariana yang langsung menutup mulutnya karena keceplosan.


"Mau apa dia sampai menelepon ke ponsel mu Honey." tanya Dad Antonio dengan tatapan menyelidik.


"Iya mana aku tahu Honey, yang pasti ia sudah tidak tahu nomor ponsel Viola maka nya menelepon ku." jawab Mom Ariana.


"Sini ponsel mu Honey, biar aku yang bicara dengan nya." ucap Dad Antonio.


"Hemm... Ini angkat lah." jawab Mom Ariana dengan tersenyum.


*


*


*


*


Bersambung...


.