
Dengan penuh kekesalan dan amarah, Mama Gina yang saat ini sudah berada didalam mobil sudah tidak sabar lagi untuk segera sampai di rumah Arsen.
"Kenapa mobil ini berjalan sangat pelan." ucap Mama Gina.
"Bukan mobilnya yang berjalan lambat, tapi karena kamu sudah terlalu emosional Ma." jawab Papa Joon.
"Ini semua salahnya Papa, kenapa baru memberitahu, jika Arsen akan menceraikan Viola." ucap Mama Gina
"Papa tidak mau, nanti darah tinggi Mama kambuh." jawab Papa Joon.
"Sekarang juga udah dibuat kambuh, karena tingkah laku anakmu itu." ucap Mama Gina.
.
Mobil Papa Joon sudah berada didepan rumah Arsen, Mama Gina langsung bergegas turun dan masuk kedalam.
Bi Mina yang melihat Nyonya besar keluarga Lee datang sepagi ini, langsung segera menyapa nya.
"Selamat pagi Nyonya Gina, Tuan Joon." sapa Bi Mina.
"Iya pagi, kamu siapa?" tanya Mama Gina.
"Saya Bi Mina Nyonya, assisten rumah tangga tuan Arsen." jawab Bi Mina.
"Ohh... Tapi Bi Mina sudah tahu kami?" tanya Mama Gina.
"Nyonya Viola sering menceritakan semua anggota keluarga nya, dan foto Nyonya dan tuan juga ada disana." jawab Bi Mina dengan tersenyum.
"Viola memang menantu keluarga kami yang sangat baik, Mama sudah tidak sabar ingin bertemu dengan nya." lirih Mama Gina.
"Ma, sudahlah jangan bersedih. Lebih baik sekarang kita temuin Arsen dan Viola dikamar nya." ucap Papa Joon.
"Ya ampun, Mama sampai kelupaan." jawab Mama Gina yang langsung berjalan cepat menuju tangga.
"Tapi Nyonya, tuan Arsen sedang tidak berada dikamar nya. Ia dan Nona Aline belum pulang dari lari pagi." ucap Bi Mina.
"Apa? Arsen keluar rumah bersama Aline, memangnya Viola hanya diam saja dan tidak melarang mereka?" jawab Mama Gina dengan begitu kesalnya.
"Nona Viola sudah pergi dari rumah sejak tadi malam Nyonya, Tuan." ucap Bi Mina dengan tatapan sendu.
"Apa?" jawab Mama Gina dan Papa Joon berbarengan.
"Iya Nyonya, Tuan." ucap Bi Mina.
"Astaga Arsen, apa sudah separah ini rumah tangga mereka Pa." tanya Mama Gina.
"Papa juga baru tahu, jika sudah seperti ini Ma." jawab Papa Joon.
"Viola sekarang berada dimana, apa yang akan kita jelaskan kepada keluarga Kenrich Pa." ucap Mama Gina yang tetap berusaha untuk tenang.
"Mama duduklah dulu, kita tunggu disini sampai Arsen pulang." jawab Papa Joon.
"Iya baiklah." ucap Mama Gina.
"Bibi akan siapkan sarapan dulu, Untuk Nyonya dan Tuan makan." ucap Bi Mina yang segera berlalu pergi.
"Iya Bi Mina, terimakasih." jawab Papa Joon.
"Pa, Arsen sudah sangat keterlaluan, Mama gak rela dia menyakiti hati dan perasaan Viola Pa." ucap Mama Gina.
"Sabarlah dulu, jika Arsen sudah dirumah baru kita bicarakan padanya." jawab Papa Joon.
"Heemm...." ucap Mama Gina.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 08.10 WIB, mobil Arsen baru saja sampai dirumah. Ia mulai mengeryitkan kedua alisnya saat melihat mobil Papanya berada dirumah nya, segera Arsen masuk kedalam untuk menemui nya.
Baru saja Arsen masuk keruang tengah, Mama Gina sudah menyapanya.
"Dari mana saja?" tanya Mama Gina dengan tatapan tajamnya.
"Mama??" jawab Arsen dengan begitu terkejutnya.
"Bukan gitu Ma, Arsen dan Sandra sangat kangen Mama." jawab Arsen.
"Sudah basa basi nya, Mama rasa bukan itu yang mau kamu katakan. Jelaskan sekarang." ucap Mama Gina.
"Tentang apa lagi yang harus aku jelaskan Ma, karena aku rasa Mama pasti sudah tahu semuanya?" jawab Arsen.
"Arsen, mengapa kamu menjadi pria yang begitu bodoh, wanita itu dulu pernah menyakiti kamu dan bahkan juga sudah mempermalukan keluarga lee dengan membatalkan sepihak pernikahan kalian secara sepihak. Apa lagi yang kamu harapkan darinya." ucap mama Gina.
"Ma, aku terlalu mencintai Aline. Apapun yang sudah pernah dilakukannya dulu, itu terjadi karena paksaan dari ayahnya, dan aku memaafkan nya " jawab Arsen.
"Sekarang Viola pergi kemana? Dan kenapa kamu sampai membiarkan dia pergi dari rumah ini?" tanya Mama Gina.
"Aku sudah melarangnya untuk pergi Ma, tapi Viola keras kepala dan tetap pergi." jawab Arsen dengan menundukkan wajahnya.
"Kamu bodoh dan sangat keterlaluan, ingat Arsen jangan sampai kamu menyesalinya." ucap Mama Gina.
"Sekarang Aline sudah berubah, percaya lah kata kata ku Ma." jawab Arsen.
"Sampai kapanpun, Mama tidak akan pernah percaya lagi padanya Arsen, apalagi menerimanya, tidak akan pernah." ucap Mama Gina.
"Ma, cukup." jawab Arsen yang sudah mengepalkan erat genggaman tangannya.
"Ingat kata kata Mama, kamu menyakiti hati Viola dan bahkan mau menceraikan nya." ucap Mama Gina dengan begitu emosinya.
"Ma dengar dulu penjelasan Arsen." jawab Arsen.
"Apalagi yang akan kamu jelaskan?" tanya Mama Gina.
"Meskipun Mama tetap tidak akan pernah menerima Aline, tapi keputusan ku untuk menceraikan Viola sudah bulat." jawab Arsen.
"Arsen kau benar benar keterlaluan." ucap Mama Gina yang semakin emosi dengan tingkah Arsen.
Plak... Plak...! Bunyi tamparan di pipi Arsen yang dilayangkan oleh Mama Gina
"Rasa sakit yang kamu rasakan di pipimu itu, bahkan tidak ada apa apanya di bandingkan rasa sakit yang Viola rasakan sekarang." ucap Mama Gina.
Arsen hanya terdiam saja, dengan apa yang sudah dilakukan oleh Mamanya. Papa Joon pun hanya bisa memijat pelipisnya.
"Ayo kita pulang Pa, Mama sudah tidak tahan berada disini." ucap Mama Gina yang langsung bergegas pergi keluar.
"Kamu harus pikirkan baik baik, apa yang tadi Mama mu katakan itu memanglah kenyataan yang sebenarnya." ucap Papa Joon kepada Arsen yang hanya diam saja.
"Papa dan Mama tidak pernah mendengar kan keinginan Arsen, hanya mau di dengarkan saja." jawab Arsen.
"Segeralah bangun dari semua mimpi dan khayalan mu tentang Aline, karena masa depan mu ada pada Viola bukan Aline." ucap Papa Joon dengan menepuk pelan pundak Arsen, lalu bergegas pergi menyusul Mama Gina.
"Argggh... Brengsek, sialan. Semua memihak Viola tanpa ada yang mau memihak ku." teriak Arsen, lalu langsung melemparkan pas bunga yang berada di atas meja ruang keluarga.
***
Di perjalanan menuju pulang kerumah Utama keluarga Lee, Mama Gina hanya diam saja. Ia tidak sanggup jika harus mengatakan perceraian Arsen dan Viola kepada keluarga Kenrich.
"Ma, sudah lah jangan terlalu dipikirkan." ucap Papa Joon.
"Mama, sangat kesal dan emosi sama Arsen Pa. Apa benar dia anak yang telah ku lahir kan, sangat bodoh." jawab Mama Gina.
Papa Joon hanya diam saja, mendengarkan segala keluh kesah dari semua Kemarahan Mama Gina.
"Semoga Arsen bisa cepat berubah, dan segera menyadari kesalahannya." ucap Papa Joon didalam hati.
•
•
•
•
** TBC **
,