Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Program Bayi Tabung



Arsen baru saja sampai dan langsung memarkirkan mobilnya, jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Terdengar suara mesin mobil yang sudah mati, tapi Arsen masih betah berada didalamnya.


Rasa bersalah dan penyesalan mulai menghampiri, tak seharusnya ia sampai membohongi Viola, itulah sekarang yang menjadi pikirannya.


"Kenapa kamu harus datang lagi kedalam hidupku Aline, aku sudah bahagia hidup bersama Viola." lirih Arsen.


Arsen yang marah, kesal dan kecewa, langsung saja memukul setir mobilnya.


"Arggh... Apa yang harus aku lakukan sekarang." ujar Arsen dengan penuh amarah.


***


Arsen berjalan dengan langkah gontai menuju kamar nya, baru saja masuk kedalam matanya langsung tertuju pada Viola yang sudah tertidur dengan sangat nyenyak.


Arsen segera menghampiri Viola, lalu mengelus lembut wajahnya dan mencium keningnya. Cukup lama Arsen mencium nya, sampai membuat Viola terusik dan langsung membuka matanya.


"Oppa sudah pulang?" tanya Viola sambil mengucek matanya.


"Hem... Maaf mengganggu tidurmu." jawab Arsen tersenyum.


"Aku tidur, karena lelah menunggu Oppa." ucap Viola cemberut.


"Maaf sayang, hanya kali ini saja, untuk seterusnya aku tidak akan bekerja lagi dihari libur." jawab Arsen sambil mengelus lembut rambut istrinya itu.


"Baiklah karena suamiku sudah meminta maaf, maka aku pasti memaafkannya." ucap Viola yang sudah tersenyum.


"Terimakasih istriku." jawab Arsen yang langsung saja memeluk erat Viola.


"Apa Oppa sudah makan? Tadi sore saat Oppa pergi aku memasak seafood kesukaanmu kerang lada hitam sama gurita saos pedas, ayo makan." ucap Viola dengan begitu semangatnya.


Arsen semakin bersalah kepada istrinya, nafasnya terasa sesak saat mengingat jika tadi sore ia malah sedang bersama Aline bukan bekerja.


"Ayoo kita makan, suamimu memang sangat lapar." jawab Arsen lalu langsung memegang tangan Viola menuju ruang makan.


Viola memanaskan lagi seafood masakannya, tidak enak jika ia menyiapkan makanan dingin untuk suaminya.


Arsen yang duduk dikursi makan terus menatap Viola, masih terlihat jelas guratan penyesalan diwajahnya.


Arsen mendekati Viola dan memeluknya dari belakang, ia mengusapkan wajahnya di leher istrinya itu. Viola yang kegelian, mulai sedikit terganggu oleh tingkah Arsen.


"Oppa berhenti dulu, kamu menggangguku. Jika kamu terus begini, kapan kamu makan nya." gerutu Viola.


"Aku malah tidak mau makan seafood, tapi mau memakan mu." jawab Arsen.


"Aish... Dasar mesum." ucap Viola.


"Mesum sama istri sendiri kan gapapa." jawab Arsen yang kini membalikan Viola kehadapan nya.


"Sayang, bagaimana kalo kita Program Bayi Tabung?" tanya Arsen sambil menyingkirkan rambut Viola yang menutupi sebagian wajah cantiknya.


"Program Bayi Tabung?" jawab Viola sedikit bingung.


"Iya sayang, aku ingin istriku ini menjadi wanita yang semakin bertambah sempurna, dan aku juga menginginkan anakku cepat lahir dari rahim kamu sayang, supaya keluarga kita semakin lengkap dan sempurna." jelas Arsen lalu langsung mencium bibir Viola.


Viola meneteskan air matanya, ia sedih dan juga sangat terharu. Tapi apa yang Arsen katakan itu memang benar, ia sudah menikah selama satu tahun, tapi belum juga ada tanda tanda kehamilan darinya.


Viola sedikit mendorong arsen dan melepaskan ciuman mereka, ia menatap lekat manik mata Arsen lalu menyentuh wajahnya.


"Aku mau untuk Program Bayi Tabung." ucap Viola yang sudah meneteskan air mata.


Senyum bahagia terpancar jelas dari wajah Arsen, ia mencium lagi bibir Viola dan menghapus air matanya. Kali ini ciumannya benar benar panas dan menuntut, Arsen langsung saja menggendong Viola menuju kamar mereka.


"Oppa turunkan aku, katanya tadi mau makan. Tapi sekarang malah kekamar." protes Viola.


"Makannya nanti aja, sekarang yang jauh lebih penting itu makan kamu dulu." ledek Arsen.


"Dasar Mesum." ucap Viola.


Arsen hanya tersenyum saja dan tidak lagi menjawab perkataan Viola,yang ia inginkan segera melakukannya bersama istrinya itu...


.


Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, Arsen belum tertidur ia masih sibuk dengan laptopnya, sedangkan Viola ia sudah sejak tadi masuk ke alam mimpi.


Arsen turun dari atas tempat tidur dengan tubuh pol*snya, ia melihat pakaiannya dan Viola sudah berserakan dilantai. Terukir senyum bahagia dari bibirnya, saat mengingat percintaan panas nya tadi dengan Viola.


Arsen memunguti pakaian yang berserakan dilantai dan menaruhnya kedalam keranjang pakaian kotor, setelahnya ia langsung membersihkan diri dan kembali tidur dengan memeluk erat Viola.


***


"Sayang, jika tidak ada halangan mungkin hari ini asisten rumah tangga dari yayasannya akan datang, jadi kamu tidak usah cape cape membereskan nya." ucap Arsen


"Oh iya sayang, terimakasih." jawab Viola.


"Security dan tukang kebun mungkin sebentar lagi juga akan datang." ucap Arsen.


"Kapan Oppa mencarinya?" tanya Viola.


"Security itu pindahan dari kantor cabang, kalo tukang kebun Max yang mencarinya." jawab Arsen.


"Waaah... Max memang hebat ya, jika ada dia semuanya pasti beres." ucap Viola dengan tersenyum senang, tanpa menyadari jika sekarang Arsen tengah melototkan matanya.


"Memuji laki laki lain didepan suami, apa maksudnya." ucap Arsen dengan wajah cemberutnya.


"Hehehe... Itu bukan memuji suamiku sayang, cuma kagum saja." jawab Viola.


"Sejak kapan memuji dan kagum itu beda?" ucap Arsen sedikit mengeraskan suaranya.


"Hah, ya jelas beda dong. Memuji itu bla bla, kagum itu bla bla, benar kan." jawab Viola panjang lebar.


"Hemm benar, benar sekali..." ucap Arsen.


"Oppa, apa Max sudah punya kekasih?" tanya Viola.


"Memangnya kenapa, lagian kenapa jadi mengurusi dia." jawab Arsen dengan wajah tidak senang.


"Aku cuma ingin menjodohkan dia dan Tere, jika dia belum mempunyai kekasih. Kasian Tere, sekarang dia jomblo lagi. Bian tiba tiba saja memutuskan hubungan dengannya." ucap Viola sedih.


"Ohh, kalo gitu ya cobalah. Tapi aku tidak yakin jika manusia besi itu bisa jatuh cinta." jawab Arsen terkekeh.


"Hah manusia besi?" ucap Viola dengan melototkan matanya.


"Ya sudah aku pergi dulu, nanti siang aku jemput. Kita langsung ke dokter Nadia untuk konsultasi." ucap Arsen lalu mencium bibir istrinya itu.


"Iya, tapi siang nya jam berapa." jawab Viola.


"Jam dua." ucap Arsen.


"Oke." jawab Viola.


***


Tere hari ini sudah mulai kembali bekerja di perusahaan Papanya, dua hari ia mengurung diri dikamar menangisi cinta pertamanya yang begitu tragis.


Tere yang tengah berada di lift dan akan pergi ke ruangan Papanya yang berada dilantai enam, tiba tiba terkejut saat seorang pria menerobos masuk kedalam lift itu juga.


"Maaf sudah mengganggu." ucap pria itu yang ternyata adalah Jade.


"Tidak masalah, karena ini lift umum." jawab Tere dingin dan acuh tak acuh.


Jade hanya bisa tersenyum melihatnya, tapi ia juga tidak peduli atau mempermasalahkannya.


Tere yang sudah sampai dilantai enam, langsung keluar dan menginjak kaki Jade.


"Wowww...Wowww...Wowww..! Slow nona, jika sedang ada masalah jangan melimpahkannya ke orang lain." ucap Jade yang kesakitan.


"Kau, apa yang kau katakan." sarkas Tere.


"Tidak ada, hanya saja kau telah menginjak kaki ku ini." jawab Jade dengan menunjukkan kakinya, tetapi entah apa yang sudah terjadi sebelumnya. Saat Jade mengangkat sedikit kakinya menunjukkan kearah Tere, ternyata resleting celana terbuka.


"Bitchy, you crazy." (Menyebalkan, kamu gila)." ucap Tere lalu langsung berlari meninggalkan Jade yang melongo melihatnya.








** Hallo semuanya, silahkan mampir juga ya ke novel author yang lain. Judul nya Wanita Lain Suamiku, masih Ongoing dan yang pastinya seru juga. See you all ❤️