Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Perjodohan



Viola sedang berkumpul makan malam dengan keluarganya, di tengah makan yang sedang berlangsung, Antonio berbicara serius.


"Vio sayang, Dad sudah memenuhi keinginan kamu, dengan selesainya klinik kecantikan violett itu. Dad hanya minta satu permohonan, segeralah menikah dan berikan Dad cucu yang banyak." ujar Antonio.


Viola yang sedang mengunyah makanan, langsung saja menyemburkan nya karena terkejut.


Sean yang duduk pas di depan Vio jelas saja langsung tersembur makanan itu.


"Huhhh.... Nasib kena semburan sisa makanan lho itu dek." ucap Sean pasrah.


Sebenarnya Sean juga terkejut dengan permintaan dadakan dari Dad mereka, jadi wajar saja kalo Vio langsung seperti itu.


Vio akhirnya buka suara, setelah diam seribu bahasa,....


"Dad, Vio belum kepikiran buat menikah. Vio masih ingin berkarir cemerlang di dunia kedokteran. Nanti kalau sudah pas waktunya buat Vio menikah, barulah Vio akan menikah. Lagian kenapa harus Vio yang disuruh duluan menikah, padahal kak Sean waktunya udah pas untuk menikah Dad." jelas Vio.


Sean yang mendengar perkataan Vio langsung aja pusing memikirkan nya dia pun memijit pelan pelipis nya, Sean pun diam seribu bahasa.


Tanpa ada niatan untuk berani menjawab, itu semua karena Sean memang sudah siap untuk menikah, tetapi apalah daya pacar saja gak punya. Boro boro langsung menikah !!!


"Dad mau Vio duluan yang menikah, Sean juga laki laki. Tidak masalah menikah lama, tapi kamu perempuan dan sudah 26 tahun, umur segitu sudah sangat cukup untuk membina rumah tangga." jelas Antonio lagi.


Ariana hanya diam saja, dia juga tidak tahu kenapa suami nya tiba tiba ingin Vio cepat menikah, entah lah.....


"Dad, Vio juga tidak punya pasangan untuk menikah, dan Vio benar benar belum mau menikah dad, please Dad, ngertiin Vio?" ucap Vio yang sudah hampir terisak.


"Vio, Dad juga tidak akan mau menikahkan kamu dengan pria sembarangan, calon suami mu adalah anak teman sekaligus rekan bisnis Dad. Dia pria yang baik dan sudah pasti bertanggung jawab untuk kamu sayang, dia juga pria sukses dan tampan. Kalian berdua harus saling mengenal dulu satu sama lain, agar pikiran kalian saling terbuka. Jika kalian sudah menikah. Cinta akan tumbuh dengan sendirinya karena terbiasa." terang Antonio.


"Dad I'm sorry, Vio gak mau Dad." tolak Viola dengan air mata yang sudah bercucuran.


Sean yang sudah tak tega melihat Vio, langsung saja membawa Vio naik ke atas menuju kamarnya.


Vio sekarang sangatlah rapuh, gadis ceria seperti nya jarang sekali menangis sesenggukan seperti ini...


"Please udah jangan nangis lagi, kakak gak tega liat kamu seperti ini, kakak juga gak rela kalau kamu harus menikah dengan pria yang tidak kamu cintai. Jadi bersabarlah, kakak yakin Dad gak akan tega melakukan perjodohan itu ke kamu Vi." ucap Sean sambil mengusap kepala adiknya.



Sedangkan dikamar...


Ariana sekarang tengah beradu argument dengan Antonio suaminya,, ia juga tidak rela anak gadis kesayangannya harus menikah karena perjodohan dengan anak teman suaminya, yang dia sendiri saja tidak tauh seperti apa pria itu.



"Honey please, tenang dulu itu demi kebaikan putri kita, Arsen pria sukses, tampan. Aku yakin jika Viola mau dengannya, apalagi Vio sudah mengenal Arsen. Tinggal mendekatkan lagi saja, dia pasti jatuh cinta dengan nya." terang Antonio.



Ariana yang sudah menangis, akhirnya bertambah kesal dengan suaminya.



"Kenapa kamu tidak memberitahuku dari tadi kalau pria yang akan di jodohkan dengan Vio adalah Arsen putra nya Joon dan Gina." jawab Ariana lega.



"Honey bukannya kamu sendiri yang tidak bertanya?" jawab Antonio.



"Yah itulah kesalahan ku, kenapa kamu begitu yakin jika Vio akan jatuh cinta dengan Arsen?" ucap Ariana.




"Waah baguss, kalo begitu cepat kita jodohkan mereka. Biar mereka cepat menikah." ucap Ariana yang langsung semangat.



"Oke honey, tapi sekarang sudah malam. Vio juga pasti sudah tidur, besok pagi saja pas sarapan kita bicarakan lagi." ucap Antonio.



"Oohh...Oke baiklah, ayo cepatlah tidur biar besok pagi kita tidak kesiangan." jawab Ariana yang sangat bersemangat.



Pagi harinya, mereka berkumpul seperti biasa di ruang makan. Vio sudah siap dengan setelan kerjanya, tetapi tetap diam saja, walau Dad nya dan Mom nya sudah menyapa.


Sean pun sama, dia hanya diam saja. Dia pun masih bingung kenapa Dad nya, tidak ada bicara padanya soal perjodohan itu.


Biasanya apa saja kendala atau masalah apapun di perusahaan Dad nya selalu memberi tauh nya....


Sampai akhirnya Dad Antonio menyambung pembicaraan semalam dan mulai bersuara lagi.


"Viola, nanti sore pulang jangan sampai telat. Kita akan kedatangan keluarga pria yang akan di jodohkan sama kamu." ucap Antonio.


"Oke aku akan pulang tepat waktu." jawab Viola.


"Vio sayang, kamu udah menerima perjodohan ini." tanya Ariana.


"Menolak pun percuma, karena tidak akan ada mendengar keputusan ku." jawab Viola.


"Vio, kamu tauh pria yang akan di jodohkan sama kamu sayang." ucap Ariana.


"Aku tidak perduli dan tidak akan mau tauh siapa pria itu, yang pasti aku membenci nya." jawab Viola.


"Meskipun pria yang di jodohkan itu adalah Oppa Lee mu?" ujar Antonio.


"Apa maksud Dad?" tanya Viola.


"Yah pria yang di jodohkan dengan mu adalah Arsen, putranya Om Joon." jawab Antonio.


"What Pria casanova itu?" ucap Viola.


"Hemmm siapa yang Casanova?" tanya Antonio, Ariana dan Sean yang akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Ohh...Tidak tidak ada, aku hanya salah bicara saja." kilah Viola.


"Oke, itu artinya semuanya sudah deal ya, Viola sudah menerima berarti?" tanya Ariana.


"Hah terserah, liat aja nanti." jawab Viola yang segera beranjak pergi.







~ See you tomorrow ❤️