
Sean sudah berada di depan kamar 506, tempat yang sudah di siapkan Jhonson untuk menyebarkan skandal tentang nya bersama wanita suruhan nya yang sudah disiapkan di kamar itu.
Anak buah Jhonson yang mengantarkan Sean ada tiga orang, satu orang tengah menjauh karena mengangkat telepon, saat dua orang yang memegangi Sean sedikit lengah, segera dia memanfaatkan keadaan untuk melarikan diri dan Lariiii.......
"Hey, dia kabur cepat kejar." ucap Dua orang suruhan Jhonson, segera mereka berlari mengejar Sean.
Sean terus berlari sampai dia melihat satu kamar dengan pintu terbuka, langsung saja Sean bersembunyi didalam nya.
"Hah kemana dia, bos pasti akan marah." ucap salah satu anak buah Jhonson.
"Cepat kita kejar lagi, dia pasti belum jauh."
"Ayoo....."
Sean terduduk dilantai sambil menyandarkan tubuhnya yang sudah basah karena keringat, dan tanpa Sean sadari seorang wanita cantik tengah mendekati nya.
"Kamu kan pria waktu itu, kenapa kamu bisa berada di dalam kamar yang sudah aku booking hah." ucap wanita itu yang ternyata adalah Sashi.
Sean mendongakkan wajahnya dan menatap Sashi yang hanya mengenakan handuk sebatas paha nya, Sean yang memang sudah tidak kuat lagi merasakan panas di dalam tubuhnya langsung berdiri dan mendekati Sashi.
"Heh... Stop, kamu mau apa?" tanya Sashi.
"Sashi terus mundur sampai akhirnya tubuhnya terhalang oleh tembok, Sean menatap Sashi dengan pandangan yang sangat tidak biasa seperti waktu mereka dua kali bertemu.
"Hey, ada apa denganmu, kenapa kamu sangat menakutkan." ucap Sashi.
Sean tidak juga menjawab apa yang Sashi tanyakan pada nya dari tadi, dia hanya terus menatap Sashi dalam.
Sampai akhirnya Sean langsung mencium bibir Sashi, Sashi hanya terdiam dan melototkan matanya. Lalu kemudian tersadar dan mendorong Sean cepat, tetapi tenaga Sashi kalah jauh dari tubuh tinggi dan tegap Sean.
Melihat Sashi yang terus berontak Sean akhirnya melepaskan ciuman mereka dan Sashi langsung menghirup oksigen sebanyak banyaknya....
"Huh..Huhh...Kau mau membunuh ku hah." teriak Sashi.
"Aku mohon tolong aku, klien ku telah memasukkan obat perangsang didalam minumanku." lirih Sean dengan wajah yang sudah memerah.
Sashi langsung terkejut dan segera membopong Sean ke atas tempat tidurnya.
"Jadi apa yang bisa aku tolong." ucap Sashi.
"Bercintalah denganku." jawab Sean.
"Kamu kira aku wanita murahan yang selalu bisa tidur dengan sembarang pria." teriak Sashi, yang tidak suka perkataan Sean.
Sean benar benar jengkel dengan Sashi, dia yang sudah tidak lagi bisa menahan akhirnya memaksa Sashi.
Sean langsung saja menarik handuk yang menutupi tubuh Sashi dan mendorong nya ketempat tidur. Jantung Sashi benar-benar berdegup kencang, sekaligus sangat malu tubuh polosnya dilihat pria yang baginya masih terasa asing.
Sean langsung *******, mengecap dan membelit lidah Sashi. Lama kelamaan Sashi pun akhirnya terbuai, kini tubuh mereka berdua sudah sama sama polos.
Sean menjilat dan mengecupi seluruh leher sampai kebagian tubuh polos Sashi, meninggalkan banyak bekas kissmark dimana mana.
Sean yang sudah tidak sabar lagi langsung mulai memposisikan dirinya kedalam tubuh bawah Sashi, beberapa kali Sean mencoba tapi selalu gagal, ini adalah percintaan yang belum pernah Sean lakukan.
Sean terus mencoba sampai beberapa kali dorongan yang cukup kuat akhirnya junior Sean melesat masuk dan membobol pertahanan Sashi, Sean tauh ini juga yang pertama bagi Sashi.
Sashi merasakan sakit luar biasa dan perih dibagian inti nya sampai dia meneteskan air mata, Sean langsung mengecup kening Sashi dan menghapus air matanya.
"Maafkan aku, setelah ini Aku Akan Menikahimu." ucap Sean.
Sashi terkejut dan sedikit tidak percaya lalu menganggukkan kepalanya, sean tersenyum dan mencium bibir Sashi.
Sean mulai melakukannya dengan sangat lembut, ini adalah yang pertama bagi Sashi dan Sean tidak mau sampai harus menyakitinya.
Suara ******* Sean dan Sashi saling bersahutan memenuhi setiap sudut kamar hotel, sampai jam 03.00 pagi mereka baru berhenti, lalu tertidur saling berpelukan...
•
•
•
•
•
•
** To Be Continued !