Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Kau Membuatku Muak !



California Amerika...


Rasa marah dan kesal yang selama ini dia tahan akhirnya meledak juga, Aline berteriak sekeras mungkin meluapkan rasa benci dihatinya terhadap Lexi, barang yang berada didekatnya pun tak luput dari sasaran kemarahan Aline...


"Kau membawa wanita murahan mu ke rumah ini, kau sangat keterlaluan Lexi." sarkas Aline.


"Aline, tolong dengarkan aku dulu." ucap Lexi.


"Apalagi yang harus kudengar, atau? Kau akan mengatakan, jika sangat menyayangi anak dari wanita ****** mu itu, yang entah benar atau tidak itu darah daging mu." teriak Aline.


Lexi yang sudah berusaha menahan segala emosinya, kini mengeratkan genggaman tangannya hendak memukul Aline.


"Beraninya kau menghina Celine dan mengatakan jika anak kami bukan darah daging ku." teriak Lexi.


"Hooo...Kau mengatakan anak kami, berarti secara tidak langsung kau memang sudah mengakuinya. Hahaha....Bagus sekali, kalian adalah pasangan serasi. Yang satu munafik dan satunya lagi ******." ucap Aline.


"Berhentilah bicara hal yang tak penting." sarkas Lexi.


"Kau bilang tak penting, oke! Terus untuk apa lagi kau masih mempertahankan aku disini sebagai istrimu. Bukankah jauh lebih baik, jika kau ceraikan aku sekarang juga, lalu hidup bahagia bersama istri dan anakmu." teriak Aline dengan kobaran api kemarahan yang terlihat dimatanya.


"Aline, berhenti membuatku semakin marah kepadamu, lebih baik kau diam dan turuti saja semua keinginanku." ucap Lexi.


"Tidak akan pernah, dan aku tidak mau lagi menuruti semua keinginan serta perintah mu. Ceraikan aku sekarang juga." sarkas Aline.


"Dasar ******, istri tidak tauh diri. Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan mu." jawab Lexi, lalu berbalik arah berjalan mendekati Celine yang tengah menggendong bayinya.


"Kau memang pria serakah, menginginkan dua istri hanya untuk kesenangan dunia mu, benar benar sangat menjijikkan." sarkas Aline.


Lexi yang sudah hampir sampai mendekati Celine, langsung berhenti dan menggenggam erat kepalan tangannya sampai memperlihatkan buku buku jari tangan yang memerah.


"Berhentilah bicara yang tak jelas, jangan sampai kau buat kesabaran ku habis." ucap Lexi yang sudah membalikkan badannya tepat kehadapan Aline.


"Aku tidak akan berhenti bicara sampai kita bercerai." teriak Aline.


Lexi langsung mendekati Aline dan menamparnya dengan sekuat tenaga sebanyak dua kali, membuat bibir Aline sampai mengeluarkan darah segar.


"Jika kau berani mengatakan itu lagi, aku akan membunuhmu. Ingat itu....!" tegas Lexi.


Celine yang melihat Lexi, benar benar memukul Aline, kini tertawa senang.


..."Tinggal selangkah lagi, Lexi dan semua hartanya akan menjadi milikku." ucap Celine didalam hati sambil tersenyum smirk....


Lexi tidak mau lagi mendengarkan semua makian Aline, dia memilih diam dan memejamkan matanya sesaat. Lalu membawa pergi Celine dan anak mereka menuju kamarnya...


Aline menatap Lexi dengan penuh sesak didada, rasa cinta yang mulai tumbuh untuknya kini hilang dan berubah menjadi kebencian mendalam.




Aline menangis didalam kamar mandi, dadanya sesak dan hatinya terasa sangat sakit sekali.



Dulu saat terpaksa meninggalkan Arsen lalu menikah dengan Lexi, rasa sakit yang dirasakan Aline tidak sesakit ini, tapi sekarang benar-benar sakit dan sangat sakit.



"Apa sesakit ini jika cinta kita yang tulus di khianati, di sia siakan. Apa dulu Arsen merasakan seperti apa yang aku rasakan saat ini, hiks..hiks..hiks! Maaf, maafkan aku..." lirih Aline dengan air mata yang sedari tadi telah jatuh berderai.



Aline telah membersihkan diri dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, pikirannya jauh melayang menyesali semua kejadian dimasa lalu. Sampai rasa lelah dan sakit di badan menyerangnya, Aline mulai memejamkan mata dan kemudian tertidur...










\*\* By : Alesya Arabella 🪶