
Pagi harinya....
Viola yang masih tertidur tiba tiba merasa terusik oleh suara suara bising dan tangisan seorang wanita didalam ruangan nya.
Saat Viola sudah benar benar membuka kedua matanya dengan sempurna, ia menatap di sekelilingnya telah ada Dad Antonio, Papa Joon, Mama Gina, Kak Sashi, Kak Sean, Kak Aidan dan Sandra.
Sedangkan Mom nya kini tengah menangis tepat disebelah Viola,.
"Mom." lirih Viola yang juga menjatuhkan air mata nya.
"Sayang, maafkan Mom. Mom bahkan tidak tahu apa apa tentang masalah rumah tangga mu, maafin Mom." jawab Mom Ariana dengan air mata yang terus berjatuhan dari wajah nya.
"Mom, Vio gapapa. Udahlah, tidak ada yang harus disalahkan dalam masalah rumah tangga Vio. Hanya saja, memang Vio dan Arsen yang sudah tidak lagi sejalan." ucap Viola.
Dad Antonio melihat dua wanita berharga yang sangat ia sayangi didalam hidupnya, harus terluka dalam waktu bersamaan. Ia yang sudah tidak sanggup berdiri di sana, akhirnya memilih pergi keluar untuk menenangkan diri. Papa Joon melihat sahabatnya seperti itu, akhirnya ikut menyusul juga.
Aidan, Sandra dan Sashi pun memilih untuk ikut keluar. Karena Dokter juga sudah masuk kedalam ruang perawatan Viola untuk memeriksa.
Saat Dokter sudah selesai memeriksa, ia mengatakan luka dibibir dan memar dileher Viola sudah tidak apa apa. Dokter telah memperbolehkan Viola jika ingin pulang.
Mom Ariana yang memang ingin segera membawa Viola pulang, langsung mengurus semua nya.
"Sayang, kamu tunggu dulu sebentar disini jaga adik kamu." ucap Mom Ariana kepada Sean.
"Jeng biar saya yang jaga Viola, Sean mungkin akan menjaga Sashi." jawab Mama Gina menawarkan diri.
"Saya rasa tidak perlu, karena anak saya Sean akan jauh lebih baik menjaga adiknya ketimbang anak nya jeng Gina." ucap Mom Ariana dengan sangat sengit.
Mama Gina yang tiba tiba mendapat perkataan seperti itu dari Mom Ariana, hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Mom Ariana yang melihat Mama Gina terdiam, langsung pergi meninggalkan nya tanpa mengatakan apa-apa lagi.
"Maaf Tante, Mom terlalu emosional." ucap Sean yang merasa tidak enak dengan Mama Gina.
"Emm.... Tidak apa apa, Tante baik baik saja. Kalo gitu Tante keluar duluan ya, salam untuk Jeng Rina." jawab Mama Gina yang benar benar merasa tidak nyaman dengan sikap Mom Ariana tadi.
"Hati hati Ma." ucap Viola kepada Mama Gina.
"Iya Vio terimakasih, maafin Mama. Karena sikap buruk Arsen menjadikan hubungan kedua keluarga jadi begini, Mama harap Vio tidak marah sama Mama." jawab Mama Gina yang kini sudah menangis.
"Ma jangan nangis, Vio tidak pernah marah sama Mama. Vio tahu, Mama sudah sangat berusaha agar pernikahan Viola dan Arsen tetap bertahan. Terimakasih Ma, maafkan sikap Mom tadi. Ia mengatakan seperti itu tadi, hanya ingin meluapkan segala emosi." ucap Viola.
Mama Gina langsung menghambur memeluk Viola, ia tidak ingin Viola pergi dari hidup Arsen. Karena Mama Gina tahu, jika saat ini Arsen hanya sedang dibutakan oleh cinta masa lalunya. Saat Viola nanti sudah benar benar pergi dari hidup nya, ia pasti baru akan menyadari. Dan Mama Gina tidak mau itu terjadi....
.
Mom Ariana yang sudah kembali keruang rawat VVIP Viola, terus mengerutkan dahi karena kebingungannya. Tadi saat ia akan membayar semua tagihan perawatan Viola ternyata malah sudah dibayar oleh orang yang bernama Dokter Steve.
Bahkan bagian kasir pembayaran itu juga memberikan surat dari Dokter Steve untuk Viola, Mom Ariana hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya, tanpa berniat untuk membuka surat apa itu.
"Mom udah kembali, apa semuanya sudah selesai." tanya Sean.
"Iya sudah, bahkan semuanya juga telah selesai. Ayo kita pulang sayang." jawab Mom Ariana kepada anak anaknya.
"Iya Mom." jawab Viola dan Arsen dengan begitu kompaknya.
"Sean, kamu pulang lah duluan kerumah mu bersama Sashi. Biar Vio satu Mobil sama Mom dan Dad, kasihan Sashi yang sedang mengandung ia bisa kelelahan." ucap Mom Ariana.
"Iya Mom baiklah, Sean jalan dulu." jawab Sean yang langsung mencium kening Mom Ariana dan Viola bergantian.
"Hati hati dijalan sayang, jangan ngebut." ucap Mom Ariana.
"Hati hati Kak, salam sama Kak Sashi." jawab Viola.
"Oke Siap Boz." jawab Sean tersenyum kepada dua wanita kesayangannya itu.
Saat Sean sudah benar benar tidak lagi terlihat, Mom Ariana langsung mendekati Viola.
"Sayang, terlalu banyak hal yang sudah terjadi dan Mom tidak mengetahui apa pun itu." ucap Mom Ariana.
"Maksud Mom." jawab Viola dengan wajah bingung nya.
"Mom tidak akan menanyakan lagi masalah rumah tangga mu dengan Arsen, karena Mama Gina sudah menjelaskan semua yang telah terjadi. Tapi? Siapa Dokter Steve, dan apa hubungan nya denganmu?" tanya Mom Ariana.
"Dokter Steve???" jawab Viola dengan tatapan bingung nya.
"Iya, Dokter Steve. Semua biaya perawatan mu, dan ruang rawat VVIP ini, dia yang bayar semuanya." ucap Mom Ariana menjelaskan kepada Viola.
"Apa???? Hah, tapi itu tidak mungkin. Dokter Steve hanya dokter yang bekerja dirumah sakit ini." jawab Viola dengan begitu terkejutnya.
"Jadi kamu mengenal nya, Dokter Steve itu?" tanya Mom Ariana yang semakin penasaran.
"Aku baru mengenal nya Mom, kemarin sore, karena ia yang sudah menolongku dan mengantar kan kerumah sakit ini." jawab Viola menjelaskan semuanya.
"Ohhh begitu, ya udah lebih baik sekarang kamu berterimakasih kepada nya, sebelum kita pulang." ucap Mom Ariana.
"Baiklah Mom." jawab Viola.
"Ayo." ucap Mom Ariana yang langsung berjalan beriringan bersama Viola.
***
Dari lorong rumah sakit Viola melihat Dokter Rio yang pernah menanganinya, ia langsung bergegas mendekati nya.
"Oh Nona Viola, apa anda sudah sembuh?" jawab Dokter Rio.
"Iya saya sudah sembuh, oh ya Dok apa saya bisa tahu dimana ruangannya Dokter Steve?" tanya Viola.
"Dokter Steve?" jawab Dokter Rio.
"Iya Dokter Steve, dia yang mengantarku ke rumah sakit ini kan?" ucap Viola.
"Iya benar, tapi Dokter Steve tidak bertugas dirumah sakit ini Nona Viola." jawab Dokter Rio.
"Ohhh... Dokter Steve bertugas dirumah sakit mana?" tanya Viola lagi.
"Dokter Steve bertugas dirumah sakit Vandam Tehouc Perancis. Dan tadi sekitar pukul 06.00 WIB, ia sudah pulang ke negara asalnya." jawab Dokter Rio menjelaskan.
"Hah Perancis....??? Jadi Dokter Steve, warga negara Perancis." tanya Viola dengan keterkejutan nya.
"Iya, Dokter Steve ke Indonesia hanya menghadiri Seminar Kedokteran Obgyn yang diadakan dipuncak seminggu yang lalu." jawab Dokter Steve.
"Ohh.... Begitu ya, hmmmm kalo gitu -saya pamit Dokter Rio. Terimakasih sudah menjelaskan semuanya." ucap Viola lesu.
"Sama sama Nona Viola." jawab Dokter Rio.
Viola yang berjalan dengan gontai, kini mulai menundukkan wajahnya. Ia sedih karena tidak sempat berterimakasih dengan Dokter Steve sebelumnya.
"Hah Perancis, bagaimana bisa ia bukan warga negara Indonesia. Bahasa Indonesia nya bahkan sangat fasih. Hmmm...." lirih Viola.
Mom Ariana yang sudah melihat Viola keluar dari rumah sakit, langsung menghampiri nya.
"Bagaimana sayang, kamu sudah berterimakasih dengan Dokter Steve!" tanya Mom Ariana.
"Belum Mom." jawab Viola.
"Hah kenapa?" tanya Mom Ariana.
"Karena Dokter Steve nya sudah pulang ke negara asalnya Perancis." jawab Viola.
"Ohhh..... Jadi dia bukan Dokter dirumah sakit ini." ucap Mom Ariana.
"Hemmmm.... Bukan." jawab Viola.
"Ohhh sayang sekali, padahal Mom juga ingin bertemu dengan nya. Mau berterimakasih padanya karena sudah menolong mu sayang." ucap Mom Ariana.
Viola tidak lagi membalas ucapan Mom Ariana dan malah langsung memejamkan matanya.
***
Dad Antonio kini sudah berada didepan Perusahaan Sky Hyarn, ia ingin langsung menemui Arsen.
Baru saja sampai didepan lobby, ia bertemu dengan Max dan langsung menyuruhnya masuk.
"Mari Tuan Besar, Tuan Arsen berada didalam." ucap Max yang mengantarkan Tuan Kenrich yang juga mertua CEO nya itu.
"Terimakasih Max." jawab Dad Antonio.
Saat pintu sudah dibuka oleh Max, terlihat lah Arsen yang memang sedang sibuk dengan segala pekerjaan nya.
"Permisi Tuan, Tuan Kenrich mau bertemu." ucap Max.
Arsen yang mendengar nama Tuan Kenrich langsung mengangkat wajahnya, saat ia melihat Dad Antonio yang berdiri dihadapannya, membuat Arsen terdiam.
"Apa anda sedang sibuk tuan Arsen?" tanya Dad Antonio.
"Em... Tidak, silahkan duduk Dad." jawab Arsen yang langsung tidak nyaman.
"Kenapa kamu harus menyakiti hati sekaligus fisik putri ku secara bersamaan. Viola adalah putriku, sejak ia lahir, saya tidak pernah menyakiti hatinya bahkan memukulnya. Jika kamu sudah tidak lagi menginginkan nya menjadi istrimu, kembalikanlah ia kepadaku." ucap Dad Antonio dengan tatapan sendu nya.
"Dad, Maaf. Maafkan aku, aku... aku tidak bermaksud untuk menyakiti Viola. Tapi hati juga tidak bisa berbohong, bahwa aku sudah tidak bisa lagi meneruskan pernikahan kami." jawab Arsen.
"Iya kamu benar, hati tidak bisa berbohong. Tapi sebenarnya kamu tidak punya hati, karena bisa dengan tega menyakiti istri sebaik Viola. Jujur saya sangat kecewa dan menyesal karena sudah menikahkan putriku denganmu Arsen. Urusan perceraianmu dengan Viola biar saya yang mengurus semuanya." ucap Dad Antonio yang langsung berlalu pergi dari Semua Kekecewaan yang dirasakan nya.
"Kekecewaan Dad Antonio" benar benar terasa menyeruak di hatinya, ia sangat bersalah kepada putri nya Viola. Jika dulu ia tidak menjodohkan Viola dengan Arsen, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi....
Arsen yang mendengar perkataan dari Dad Antonio, tiba tiba merasa tidak rela jika ia benar benar akan segera bercerai dan berpisah dari Viola.
•
•
•
•
•
•
** Hai semuanya, Jangan lupa Like, Komentar, Vote ya. Agar author semakin semangat berkarya. See you all ❤️
TBC **