
Arsen segera membawa Viola keluar dari bungalow dan mengantarkannya menuju pantai tempat dimana teman teman nya sudah menunggu.
"Bisakah kau berjalan dengan cepat, jalan mu sangat lambat seperti kura kura." kesal Arsen.
"Hah...Kura kura?? Jangan menghina ku seperti itu, ini kan kaki ku lagi sakit Oppa?" jawab Viola sedih.
"Mana coba ku lihat?" ujar Arsen sedikit tak percaya.
Viola berjalan mendekati Arsen, dengan tertatih. Kaki Viola bengkak karena memang tadi dia melakukan perlawanan kepada Rey.
Sampai kakinya terbentur nakas samping tempat tidur di dalam bungalow tadi.
Arsen yang melihat Viola berjalan tertatih langsung membantunya untuk segera duduk.
"Duduklah dulu, jangan terlalu banyak bergerak kaki mu memang membengkak dan sepertinya ini sangat sakt." ujar Arsen yang sudah percaya dengan Viola.
"Hemmm aku memang tidak ber bohong kan?" jawab Viola.
"Ya aku kira kau tadi berbohong." ucap Arsen.
"Buat apa coba aku berbohong, gak ada gunanya juga kan." jawab Viola sedikit geram.
"Ayoo cepat naik lah ke punggung ku, biar aku antar saja ke kamar mu. Kau harus istirahat, aku akan panggil kan dokter untuk segera mengobati kaki mu." saran Arsen.
"Ya baiklah, itu ide yang bagus." jawab Viola.
Viola langsung saja naik ke punggung Arsen, tapi dia sedikit tak nyaman karena memakai rok mini.
"Dimana kamar mu." tanya Arsen.
"Di kamar 221." jawab Viola.
Arsen sudah sampai di dalam kamar Viola dan langsung saja membaringkan nya ketempat tidur.
"Istirahatlah, sebentar lagi dokter datang dan akan mengobati kaki mu." ujar Arsen.
"Oppa sudah mau pergi?" tanya Viola.
"Hemm." jawab Arsen singkat.
"Bisakah tunggu sebentar, sampai teman teman ku datang kesini, setelah nya Oppa boleh pergi." pinta Viola dengan menunjukkan ekspresi wajah memohon.
"Oke baiklah, tapi aku harus keluar dulu sebentar." jawab Arsen.
"Terimakasih sekali lagi Oppa Lee!" ucap Viola dengan begitu senang.
Viola sudah menghubungi Tere dan yang lainnya, bahwa dia tadi hampir saja di lecehkan Rey. Tere yang mendengar apa yang Viola katakan langsung terkejut bukan main.
Tere, Alice, Clara dan pacar mereka segera meninggalkan pantai dan bergegas melihat Viola yang sudah berada di kamarnya.
***
Tere dan teman teman Viola yang lain sudah berada di dalam kamar Viola, mereka semua bersedih melihat apa yang barusan saja terjadi sama Viola dan juga melihat kaki Viola yang memar membengkak.
"Vio maafin kita ya, karena kita lho hampir saja di lecehkan Rey." ucap Tere, Alice dan Clara bersamaan sambil menangis.
"Udah lah gw gpp kok, gw bersyukur banget karena ada Oppa Lee. Kalo dia gak nolongin gw tadi, gw juga gak tauh lagi apa yang akan terjadi" jawab Viola sedih.
"Oppa Lee, siapa dia?" tanya Alice.
"Oppa Lee, dia itu pria tampan yang udah nolongin gw dari si brengsek Rey." jawab Viola sambil tersenyum.
"Ohh jadi lho secara tidak langsung juga udah kenalan sama pria dong, benarkah orang nya adalah pria tampan." ucap Alice sedikit tidak percaya dengan omongan Viola.
Tere dan Clara langsung saja melotot melihat Alice...
"Lho itu apaan sih Alice, malah nanya tentang tampan segala, gak tepat banget waktunya." kesal Tere.
"Yaa gpp dong, kan sekalian nanya." jawab Alice yang tanpa rasa bersalah.
"Liat aja nanti, orang nya lagi keluar bentar kok." jelas Viola senang.
"Wahh berarti kita bakalan ketemu juga dong sama Oppa Lee yang bantuin Viola." jawab Alice heboh.
"Hey Alice, di depan tuh ada Alex lho gak mau kan dia sampai tahu kalau kekasih hati nya itu ke gatelan sama pria lain." ujar Clara ketus.
"Ihhh apaan sih bawa bawa Alex segala, gak seru tauh gw kan cuma bercanda doang tadi, buat mencairkan suasana hehehe." kilah Alice.
.
Tak berapa lama Arsen masuk ke kamar Viola dengan seorang dokter wanita yang datang bersama nya, untuk segera mengobati kaki Viola.
Tere yang melihat pria yang tengah berdiri di depan nya itu tampak seperti sedang berpikir.
.
.
Alice yang sudah terpana melihat Arsen, tidak akan melewatkan kesempatan emas ini untuk berkenalan dengan Oppa yang benar-benar sangat tampan seperti yang tadi di bilang Viola.
"Vio ini ya Oppa Lee yang lho bilang tadi, yang udah nolongin lho dari si brengsek Rey?" tanya Alice.
Vio hanya mengangguk saja tanpa menjawab apa yang di bicarakan Alice.
"Bagaimana, apa kaki nya tidak apa apa." tanya Arsen.
"Ini hanya keseleo biasa saja, paling 2 hari lagi dia sudah bisa berjalan kembali. Saya akan memberi nya obat untuk di minum dan obat oles juga biar bengkak nya cepat kempes." jawab Dokter Renita.
"Oh baiklah." ucap Arsen.
"Kalau begitu Saya permisi dulu tuan Arsen." jawab Dokter Renita.
"Iya terima kasih." ucap Arsen singkat.
"Sama sama tuan." jawab Dokter Renita.
Alice langsung saja mengajak Arsen untuk berkenalan.
"Hai aku Alice teman nya Viola, terimakasih sudah membantu teman ku tadi dari laki laki brengsek seperti Rey ya." ucap Alice sambil merentangkan tangan untuk berjabat dengan Arsen.
"Ya sama sama, Aku Arsen." jawab Arsen sambil membalas jabatan tangan dari Alice.
Arsen mendekati Viola, dan berkata sambil menatap nya dalam.
"Kamu Kenal Pria Brengsek Tadi?" tanya Arsen sedikit mengintimidasi Viola.
"i-iyaa aku mengenalnya, dia dulu teman satu sekolah dengan ku." jawab Viola.
Arsen sedikit berpikir, dan mulai mengerti dengan apa yang terjadi tadi pada Viola dan si brengsek itu.
"Bukan hanya Viola yang mengenalnya, tapi kami semua sangat mengenal Rey. Pria brengsek itu satu SMA dengan kami, Rey juga sudah sangat tergila-gila dan terobsesi dengan Vio dari dulu." ucap Tere.
"Ya itu memang lah kebenaran nya." timpal Clara.
Arsen hanya diam saja tidak menjawab apa yang Tere dan Clara jelaskan, dia langsung pamit pada Viola untuk segera pergi.
"Teman teman mu sudah datang semuanya, aku rasa sudah waktunya untuk aku pergi." jelas Arsen.
"Yaa terimakasih Oppa Lee, semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu ." jawab Viola.
Arsen tidak menjawab perkataan Viola dan langsung segera pergi.
"Pria itu sangat dingin, dia juga tidak peduli dengan apa yang aku ucapkan." ujar Tere kesal.
"Aku juga sangat membenci pria seperti dia, untung Albern tidak sedingin itu." jawab Clara.
Viola dan Alice hanya tertawa saja melihat Tere dan Clara yang kesal dengan Arsen.
•
•
•
•
•
•
~ Ini dia Visual Rey Si Brengsek !
•
•
•
•
Selamat membaca sayang ku ❤️
By : @alesya_arabella.