Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Kembali Bertemu



Viola masih betah berbaring di kamar nya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB, ia bahkan sudah melewatkan sarapan nya.


Mang Bowo bersama istrinya, menjadi bingung. Apa yang membuat Nona nya itu tidak juga keluar dari kamar, bahkan untuk makan saja ia juga tidak memperdulikan nya.


"Bu, cobalah naik lagi keatas atuh. Lihat Nona Viola, dari pagi mah dia belum makan. Sekarang juga udah siang, dia mah masih belum turun." ucap Mang Bowo dengan raut wajah bingung nya


"Iya baiklah, ibu lihat keatas lagi." jawab Bu Siti istrinya Mang Bowo.


Saat Bu Siti sudah naik lagi keatas untuk kembali memanggil Viola, Mang Bowo yang sedang membersihkan halaman, tiba tiba saja dikejutkan oleh kedatangan Aidan anaknya Mang Bowo dan Bu Siti yang tiba tiba pulang ke Indonesia.


"Assalamualaikum Pak." ucap Aidan dengan suara yang begitu lembut.


"Waalaikumsalam." jawab mang Bowo yang langsung membalikan badannya.


Saat sudah membalikkan seluruh badannya, Mang Bowo benar benar sangat terkejut saat melihat Aidan yang tiba tiba berada di depan matanya.


"Aidan, kamu pulang?" tanya Mang Bowo dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Iya pak, Aidan pulang." jawab Aidan yang langsung berlari memeluk erat tubuh bapaknya.


"Bapak sangat merindukan mu nak, tadi malam bapak bermimpi memeluk kamu, dan sekarang mimpinya benar benar menjadi kenyataan." ucap Mang Bowo.


"Aidan juga sangat merindukan Bapak dan Ibu, dimana Ibu Pak." jawab Aidan.


"Ayo masuk dulu kedalam Villa, Ibu mu berada didalam." ucap Mang Bowo yang langsung menggandeng Aidan masuk kedalam Viila.


Saat Aidan masuk kedalam Villa dan menuju ruang makan, Viola pun juga baru saja hendak turun tangga.


Aidan yang melihat Viola turun dari tangga bersama ibunya, merasakan jantungnya berdegup dengan sangat kencang, ia benar benar tidak menyangka bisa "Kembali Bertemu" dengan Viola...


"Ibu, Aidan pulang Bu." ucap Mang Bowo.


"MasyaAllah, kamu pulang nak." jawab Bu Siti yang langsung memeluk erat Badan Aidan.


Viola yang melihat Aidan, langsung saja tersenyum...


"Ayo duduk, kamu sudah makan belum." ucap Bu Siti.


"Sudah Bu, Tadi Aidan makan di jalan saat perjalanan pulang kesini." jawab Aidan.


"Nona Viola, masih ingat Aidan kan. Dulu sewaktu kamu masih kecil sangat sering datang ke Villa hanya untuk bermain bersama Aidan." ucap Bu Siti.


"Emmm.... Nona Viola gak akan ingat Bu, itu sudah sangat lama berlalu." jawab Aidan dengan tertunduk malu.


"Ohh... Aku mengingatnya kok, kan sewaktu masih SMA aku pernah bertemu Kak Aidan sekali saja diJakarta." ucap Viola dengan tersenyum.


"Oh kapan itu, bukan kah Aidan sudah lama berada di Dubai, atau sewaktu kamu masih tinggal di Kairo dan tengah pulang ke Indonesia ya kan Bu." jawab Mang Bowo.


"Iya, tanya Aidan Pak, Ibu mana tahu." jawab Bu Siti.


"Kakak kira, Nona Viola sudah tidak mengingatnya." ucap Aidan dengan menundukkan pandangannya.


"Hemm... Aku tentu masih mengingat nya, waktu itu kalo gak salah Vio masih kelas 2 SMA. Dan kak Aidan sudah kuliah, emm iya Kairo kan." jawab Viola.


"Iya benar, ternyata Nona masih mengingat nya." ucap Aidan dengan tersenyum tapi tetap menundukkan pandangannya.


"Hehehe... Tapi sepertinya ada yang berbeda, apa ya?" jawab Viola yang seperti tengah berpikir.


"Apa nya Nona, Aidan semakin tampan kah." ucap Mang Bowo.


"Hehehe... Umm kalo tampan tentu saja, tapi kenapa Kak Aidan memanggilku Nona? Hemmm...." jawab Viola.


"Aduh Non, memang sudah semestinya kami memanggil Nona. Nona itu anak tuan kami." ucap Bu Siti.


"Tapi Viola maunya Kak Aidan tetap memanggil nama Viola, seperti dulu." jawab Viola dengan tersenyum.


Aidan tidak bisa berkata apa apa lagi, ia hanya menundukkan kepalanya.


"Hah, ayo Nona lebih baik kita makan bersama sekarang, ayo makan dulu." ucap Bu Siti.


"Kak Aidan juga makan bersama kita, ayo Kak." pinta Viola.


"Ohh iya baiklah." jawab Aidan.


Mereka berempat akhirnya makan bersama, dengan doa yang sebelumnya di panjatkan oleh Aidan.


"Amen." jawab Viola.


"Amin." jawab Aidan, Bu Siti, dan Mang Bowo.


"Ayo Nona makan lah." ucap Bu Siti yang mengambilkan lauk pauk untuk Viola.


"Oh Bu, biar Vio ambil sendiri saja." jawab Viola.


Aidan terus menatap wajah Viola, ia sudah dewasa dan semakin begitu cantik, Aidan sangat mengagumi anak dari tuan nya itu.


Mang Bowo pun tak sengaja memperhatikan Aidan yang terus menatap kearah Viola.


"Makan dulu nak, ini ada tempe mendoan kesukaan kamu." ucap Mang Bowo, mengalikan perhatian Aidan kepada Viola.


"Oh ya Pak, terimakasih." jawab Aidan.


Mereka semua makan dengan khidmat, di sela sela aktifitas makannya Aidan terus mencuri pandang memperhatikan Viola. Disaat mata keduanya saling bertemu, Viola tersenyum dan Aidan langsung menurunkan pandangan nya.


***


Aidan dan Viola kini sedang duduk bersama di halaman belakang Villa, mereka berdua bercerita tentang kehidupan masing masing.


"Sudah sepuluh tahun lebih, aku baru bertemu kakak lagi, apa kakak jarang pulang ke Indonesia." tanya Viola kepada Aidan.


"Kakak selalu pulang setahun sekali, setiap pertengahan puasa sampai setelah lebaran Idul Fitri Kakak berada disini." jawab Aidan.


"Ohh benarkah, tapi kenapa kakak tidak pernah mengunjungi ku diJakarta." ucap Viola.


"Kakak takut kamu sibuk, bukankah kamu juga baru pulang dari Inggris." jawab Aidan.


"Iya benar, tapi sudah lebih setahun aku berada di Indonesia." ucap Viola.


"Apa kakak sekarang sudah menikah?" tanya Viola.


"Belum." jawab Aidan singkat saja lalu mengalihkan pandangannya.


"Ohh kenapa, kakak sudah cukup mapan dan memang sudah waktunya menikah. Hayoo... Mengapa kakak belum mau menikah?" tanya Viola dengan tatapannya yang membuat Aidan semakin salah tingkah.


"Kak Aidan, kenapa belum menikah, jawab dong pertanyaan Viola?" ucap Viola dengan cemberut.


"Hah, itu karena kakak masih mengharapkan seseorang yang mungkin tidak akan pernah Kakak miliki." jawab Aidan yang langsung menundukkan wajahnya.


"Ohh, siapa wanita yang paling beruntung itu, dia sudah pasti sangat spesial." ucap Viola yang tersenyum dengan begitu manis nya.


"Kamu itu, dari dulu selalu manis." jawab Aidan yang mengusap kepala Viola.


"Aish kenapa kakak malah merusak rambutku sih, hah lihatlah rambutku jadi kusut dan wajahku pasti menjadi jelek." ucap Viola.


"Haaa.... Tapi Viola selalu cantik, bahkan kecantikan Viola akan semakin terpancar jika memakai hijab." jawab Aidan yang tanpa sengaja mengatakan nya.


"Hijab?" tanya Viola dengan raut wajah bingung nya.


"Hemmm... Hijab, semua umat muslim terutama kaum wanita bukankah wajib mengenakan nya." jawab Aidan yang sebenarnya sangat tidak nyaman untuk mencampuri hak pribadi Viola.


"Ohh... Tapi Viola, masih belum siap." ucap Viola dengan tertunduk.


"Tidak usah terlalu dipaksakan, tapi perlahan lahan lah untuk mencobanya." jawab Aidan.


"Hemm... Iya." ucap Viola.


"Iya udah kakak harus pulang kerumah dulu, Viola masuklah. Angin sore disini terlalu dingin." Jawab Aidan.


"Hah... Iya." ucap Viola.


Aidan segera beranjak duduk dari kursi taman dibelakang villa, Viola terus memandangi punggung Aidan sampai benar benar sudah tidak terlihat lagi.


"Hijab, memang? bagi seorang wanita muslim wajib untuk mengenakan nya. Hemm entahlah, yang pasti aku sungguh belum siap." lirih Viola dengan menekukan kedua lutut nya.


.


~ Visual - Muhammad Aidan Malik !







** Hallo semuanya, hayoo siapa lagi pria ini. Apa Aidan yang akan menjadi jodoh Viola selanjutnya, atau dia hanya seseorang yang berani mengaguminya saja tanpa berani mengungkapkan? Atau kah malah tetap Oppa Lee yang jadi jodoh nya Viola?? Ahaii... Yang pasti tetap baca kelanjutan ceritanya deh. Love you all ❤️❤️❤️


.


** TBC **