
Sebulan Kemudian...
Sudah sebulan Viola tidak pernah keluar lagi dari rumah, maupun datang ke klinik. Ia hanya menyendiri dikamar, dan mengurung diri.
Dad Antonio dan Mom Ariana benar-benar bingung harus bagaimana lagi membujuk Viola untuk segera bangkit dari keterpurukannya dan menata lagi kehidupan nya.
Viola yang selalu mengurung diri dikamar selama sebulan ini, tidak pernah jauh dari laptopnya. Ia selalu mencari cara di internet agar hidupnya bahagia seperti semula, perceraiannya dengan Arsen membuat Viola benar benar shock dan sempat tidak sanggup lagi untuk menata hidupnya.
Tapi kali ini Viola sudah bertekad, sudah saatnya ia membuktikan kepada Arsen, bahwa ia baik baik saja meski telah di jadikan janda oleh nya.
Viola yang sudah berpenampilan menarik, kini memoles wajah dengan riasan makeup. Malam ini ia benar benar ingin tampil beda dari biasanya di acara pesta pernikahan Clara dan Albern.
"Oke.... Sempurna." ucap Viola dengan senyum indah nya.
.
Viola yang baru turun dari tangga langsung di sambut pelukan hangat dari kedua orangtuanya.
"Sayang, kamu cantik sekali. Beda dari biasanya, rambut dengan potongan poni Mom rasa tidak buruk. Kamu terlihat semakin cute." ucap Mom Ariana dengan senyum mengembang nya.
"Putri Dad memang paling sempurna, Dad selalu bangga." ucap Dad Antonio yang juga tersenyum bahagia.
"Udah dong puji nya, entar Vio bisa terbang, dan malah gak jadi datang ke pesta pernikahan nya Clara." jawab Viola yang juga tersenyum.
"Iya udah pergi sana, salam aja buat Clara. Mom sama Dad gak bisa datang, karena ada acara juga ya." ucap Mom Ariana.
"Oke Mom sip, kan yang penting Vio udah datang." jawab Viola.
"Iya udah hati hati dijalan, minta antar aja sama sopir." ucap Dad Antonio.
"Now Dad, Vio mau bawa mobil sendiri. Mobil baru yang Dad belikan untuk Vio seminggu yang lalu." jawab Viola dengan tatapan manjanya.
"Hemmm.... Ya memang benar, itu mobil untukmu Vio sayang." ucap Dad Antonio.
"Thank you Dad, kalo gitu Vio pergi dulu ya Mom, Dad." jawab Viola yang langsung memeluk kedua orangtuanya, lalu lanjut pergi.
"Iya, hati hati dijalan " jawab Mom Ariana dan Dad Antonio bersamaan.
"Mom sangat bersyukur Dad, Vio sudah kembali ceria seperti dulu lagi." ucap Mom Ariana yang sudah meneteskan air matanya.
"Iya Mom, Dad juga sangat bersyukur Tuhan mendengarkan doa doa kita." jawab Dad Antonio yang langsung menghapus air mata istrinya, lalu memeluknya.
"Dad, Mom berharap Vio mau kembali membuka hati." ucap Mom Ariana.
"Itu terserah Vio Mom, kali ini masalah pasangan kita serahkan sama Vio sendiri." jawab Dad Antonio.
"Iya, biar Vio sendiri yang menentukan pasangannya." ucap Mom Ariana.
"Hemm.... Ayo, kita juga akan menghadiri pesta dari klien Dad." jawab Dad Antonio.
"Iya Mom dandan sebentar." ucap Mom Ariana yang langsung menuju kamarnya.
"Hemmm...." jawab Dad Antonio.
***
Viola baru saja sampai dan tengah memarkirkan mobilnya didepan hotel mewah tempat diadakannya pesta
"Pernikahan Clara dan Albern."
Mobil sport yang Viola kendarai, benar benar menarik perhatian banyak orang. Saat Viola keluar dari mobil nya dan berjalan menuju Ballroom hotel, semua mata tertuju kepadanya.
"Mobil Sport Mewah Viola, Lamborghini Veneno Roadster Yang Diproduksi Terbatas, Dan Hanya Ada 9 Unit Di Seluruh Dunia!"
"Siapa wanita itu, dia bagaikan bidadari. Wah...Wah...Wah, dia sangat cantik dan juga sexsi..." ucap tamu pria yang terus memperhatikan Viola.
"Astaga dia cantik sekali, aku sangat iri kepadanya." ucap para tamu wanita yang sebaya dengan Viola.
"Wahhh lihatlah, wanita itu cantik nya seperti Barbie." ucap para tamu ibu ibu dan bapak bapak yang terus melihat kearah Viola.
Arsen yang kebetulan lewat karena baru selesai dari toilet, tidak sengaja mendengar perkataan para ibu ibu yang tengah berdiri sambil terus menatap kagum kepada seorang wanita cantik yang berjalan mendekat kearahnya.
Deg.... Deg.... Deg.... Jantung Arsen berdetak begitu kencangnya, saat ia melihat mantan istri yang sudah satu bulan ini tak pernah lagi dilihatnya.
"Viola....." lirih Arsen yang menatap sendu kearah Viola.
Saat Viola sudah hampir sampai ditempat Arsen, Arsen pun memilih untuk segera pergi...
.
Viola yang terus mendapatkan perhatian seperti itu, tidak merasa besar kepala. Ia sudah biasa mendengar segala pujian seperti ini, bahkan sedari ia masih sangat kecil.
Hanya saja Viola justru malah bersedih saat semua orang memujinya dan mengagumi kecantikan nya, sedangkan suaminya dulu malah tak memandang nya seperti itu dan malah memilih bersama kekasih masa lalunya, lalu menceraikan nya.
"Hah....." lenguh Viola yang menghembuskan nafas kasarnya.
"Vio....??" ucap Tere yang benar benar tidak menyangka jika Viola akan datang ke acara pesta pernikahan Clara dan Albern.
Sebab dua hari yang lalu Tere, Alice dan Jovanka datang mengunjunginya. Mereka tahu, jika Viola dan Arsen sudah Bercerai. Tere, Alice dan Jovanka terus menguatkan Viola, dan mengajak nya untuk jadi Bridesmaids saja di pesta pernikahan Clara. Tapi Viola menolak, karena masih belum siap. Tapi malam ini, Viola datang dengan begitu cantik ke pesta "Pernikahan Clara dan Albern."
"Vio lho udah Move On, gw gak nyangka lho bakal datang. Mana sekarang lho langsung ubah penampilan lagi, poni gini malah cocok banget sama lho Vio." ucap Tere kegirangan.
"Heboh banget sih, gw jadi malu tau." jawab Viola dengan wajah memerah karena malu.
"Ya udah, lho masuk lah kedalam duluan. Gw juga udah selesai kok jadi Bridesmaids nya, lho duduk disana, gw ganti baju dulu ok." ucap Tere.
"Iya." jawab Viola.
"Tunggu didalam, jangan kemana mana." ucap Tere.
"Oke siap bos." jawab Viola dengan tersenyum kepada Tere.
Viola mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan para tamu VVIP. Baru saja ia masuk semua mata langsung tertuju dan menatap kagum ke arah Viola.
"Astaga siapa wanita ini, apa dia selebriti papan atas. Cantik sekali wajahnya." ucap para tamu wanita disana.
"Iya dia sangat cantik, apa lagi bentuk badan nya juga seperti model papan atas ya." jawab wanita yang lainnya.
Arsen dan Aline, yang mendengar bisik bisik para tamu langsung mengangkat wajah mereka dan melihat kearah depan siapa wanita yang tengah mereka bicarakan. Mata Aline replek membulat dengan begitu besarnya saat ia melihat Viola lah yang kini berada didepan nya. Sedangkan Arsen tetap berusaha untuk biasa saja, karena tidak ingin jika Aline salah paham dengan nya.
.
..."Ohh.... Janda nya kekasih ku ini yang dari tadi mereka bicarakan, hah kenapa sekarang baru terlihat setelah sebulan mereka berpisah. Style nya juga langsung berubah, setelah berubah status menjadi janda. Hahaha." ucap Aline didalam hati dengan senyum mengejeknya....
.
Viola yang tidak menghiraukan pujian dari semua orang, kini tengah berdiri dan mencari letak nomor mejanya, sampai matanya tak sengaja tertuju kepada Arsen dan Aline.
Viola yang melihat Aline menatap kearah nya berusaha untuk biasa biasa saja, tapi tetap tidak bisa. Jantung nya berdegup dengan sangat kencang saat ia melihat Arsen yang tengah menyuapi Aline dengan cake ditangannya, terlihat benar benar sangat romantis.
Viola yang masih berdiri langsung disapa oleh pelayan dan diantarkan ke meja yang telah disesuaikan. Meja Viola berada di baris kedua tepat di depan Arsen dan Aline.
Aline yang melihat Viola kian mendekat kearahnya dan Arsen, langsung menatapnya dengan pandangan tak suka. Tapi Viola tidak mempedulikan itu, ia malah menikmati wine yang baru saja diberikan waiters untuk nya.
Arsen yang duduk dibelakang meja Viola terus menatapnya, ia tak mengerti dengan perasaannya saat ini. Yang pasti jantung nya masih terus berdegup kencang ketika menatap Viola, entah apa maksudnya, ia juga masih tidak bisa memahami.
.
..."Argh.... Kenapa jantungku terus saja berdegup kencang saat menatap Viola, aku yakin ini hanya perasaan iba saja, ya itu pasti benar." kesal Arsen didalam hati....
.
Viola yang duduk sendirian, tiba tiba di kejutkan oleh kedatangan seorang pria asing yang cukup tampan.
"Hallo Nona, bisakah aku berkenalan dengan mu?" tanya pria itu.
"Ohh... Tentu!" jawab Viola.
"Perkenalkan namaku Dave." ucap pria yang bernama Dave itu dengan tersenyum begitu manisnya kepada Viola, lalu ia mencium punggung tangan Viola begitu mesra.
"Aku Viola." jawab Viola yang juga membalas senyuman Dave.
Arsen yang melihat Viola seperti itu, kini mengepalkan erat genggaman tangannya. Ia tak menyangka Viola bisa jadi semurah itu, dan membiarkan pria yang baru dikenalnya mencium punggung tangan nya.
.
..."Ohh.... Setelah menjadi janda, kau malah murahan. Aku tak mengira kau akan seperti ini, berarti tadi jantungku berdegup kencang karena aku benar benar iba dan hanya kasihan padanya, iya itu benar." ucap Arsen didalam hati dengan tatapan tak suka nya kepada Dave dan Viola....
.
Viola dan Dave malah terus tertawa, dan berbincang bincang dengan begitu akrab. Sampai mereka tidak menyadari jika ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka dengan tatapan tak sukanya....
•
•
•
•
•
•
Nah lho Arsen, panas kan liat Viola seperti itu. Ini baru permulaan, gimana all kita buat Arsen makin panas gak, biar pingsan dia... Hahahaha !!!!
.
** TBC **