Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Kemarahan Lexi !



California Amerika...


Lexi tengah membanting semua barang yang berada di kantor nya, rasa kesal yang telah menyelimutinya semakin membuat emosi.


"Arghh.... Sialan! Mencari satu wanita saja kau tidak becus." sarkas Lexi.


"Maaf tuan, aku akan kerahkan semua anggota agar bisa secepatnya menemukan nyonya Aline." ucap Hans.


"Sudah hampir dua minggu Aline pergi, tapi selalu itu yang kau ucapkan. Sekarang aku tidak mau tauh, cepat kau temukan dia." kesal Lexi.


"Baik tuan kali ini pasti aku temukan." jawab Hans.


"Keluarlah, aku tunggu janjimu." ucap Lexi.


"Baik tuan, saya permisi." jawab Hans.


"Aline kau dimana, kau tidak akan bisa lari dariku. Ingat itu." ucap Lexi yang langsung pergi meninggalkan kantornya dengan penuh kemarahan.



Celine yang tengah santai menonton televisi dirumah, dibuat kesal dengan tangisan baby Axel.



"Hah brengsek, dasar bayi sialan, kenapa dia menangis terus." kesal Celine yang langsung bangun dari duduknya dan menuju kamar bayi.



Celine masuk kedalam kamar bayinya, lalu mendekati baby sitter yang menggendong Alex.


"Jika kau tak becus bekerja dan mengurus bayi, lebih baik kau berhenti saja. Jika terus begini, bayi ku bisa cedera karena mu." sarkas Celine.


"Maaf nyonya Celine, tapi Axel menangis karena baru bangun dari tidur. Itu sangat biasa untuk bayi seusianya." jawab Karen.


"Kau membantahku, dasar baby sitter sialan." sarkas Celine yang langsung melayangkan tangannya menampar Karen.


"Celine cukup, apa yang kau lakukan, Kau bahkan membuat Axel menangis." ujar Lexi.


"Honey, kamu sudah pulang. Ini bahkan masih siang kamu sudah dirumah." ucap Celine yang langsung mendekati Lexi.


"Aku mau pulang cepat atau tidak itu bukan urusanmu, kenapa Axel bisa sampai menangis." tanya Lexi lalu mengambil Axel dari gendong Celine.


"Ini semua gara gara baby sitter sialan ini honey, kamu harus pecat dia sekarang juga." gerutu Celine.


"Saya masih membutuhkan jasamu Karen, tolong berikan Axel susu dan tidurkan." ucap Lexi yang memberikan Axel kepada Karen.


"Baik tuan." jawab Karen yang langsung membawa Axel pergi.


Celine hanya melototkan matanya lalu tertawa.


"Hahaha...Apa tadi aku salah lihat, kau malah memberikan anakku kepada baby sitter sialan itu." ucap Celine.


"Aku memberikan Axel ke orang yang tepat, sedangkan kau hanya bersenang-senang dirumah. Kau pikir aku tidak tauh apa saja yang kau lakukan setiap harinya." teriak Lexi.


"Jadi kau marah, jika aku bersenang senang dirumah ini. Aku istrimu bukan baby sitter yang harus terus mengurus bayi sialan itu." sarkas Celine.


"Wanita Gila, bayi yang kau katakan itu adalah bayiku. Kau ibunya, dasar wanita sialan." teriak Lexi.


"Apa kau bilang, bayimu. Hahaha.... Itu bayiku aku yang melahirkannya bukan kau." teriak Celine.


"Brengsek, kurang ajar. Sialan." kesal Lexi.


Plaakk.....Plaaak.....Plaaak...! Suara tamparan keras yang Lexi layangkan kepada Celine.


Celine menatap tajam kearah Lexi, lalu pergi keluar dengan cepat meninggalkan rumah.


"Brengsek sialan, kenapa semua wanita sialan dan memuakkan." teriak Lexi lalu menghancurkan semua barang barang di depannya.


Prang... Prang... Prang.....!! Terdengar suara pecah dari ruang tengah rumah yang dilemparkan Lexi. Karen, ibu Mariah dan semua asisten rumah hanya diam sibuk melakukan pekerjaan masing masing seakan pura pura tidak peduli.








** To Be Continued !