Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Dasar Cerewet



Viola baru saja sampai dirumahnya, pikiran yang tadinya di limuti rasa kesal kini sudah hilang.


Sean yang melihat Viola pulang sendiri, tanpa di antar Arsen, langsung saja menanyakan nya...


"Kamu pulang sendiri dek, mana Arsen?" ucap Sean.


Viola yang mendengar lagi tentang Arsen, langsung saja kembali kesal.


"Udah mampus dia." jawab Viola dengan raut wajah yang ketara sekali jika sedang kesal.


"Dia cari masalah berarti." ucap Sean dingin.


"Tauh ah kak, Vio udah capek, badan juga udah gerah. Vio ke atas dulu ya kak." jawab Viola.


"Iya." ucap Sean.



Antonio, Ariana dan Sean tengah bersiap untuk makan malam, mereka sedang menanti Viola yang tidak ada tanda tanda nya turun dari kamarnya.



"Viola udah pulang kan." ucap Ariana.



"Udah mom, tadi pas dia baru pulang Sean udah jumpa." jawab Sean.



"Anak itu kenapa gak turun, panggil adik mu Sean." ucap Antonio.



"Ya dad." ucap Sean segera beranjak dari kursinya.



Tetapi, ternyata Viola sudah turun dan menuju kearah mereka bertiga. Mom Ariana yang melihat Viola datang dengan santai nya, langsung saja mulai geram.



"Kenapa lama sekali kamu turun, Dad sama Kakak kamu tuh udah laper, nungguin kamu pula yang jalan udah ala model catwalk lenggak-lenggok gak jelas." ucap Ariana menatap tajam ke arah Viola.



"Ya kalo udah laper ngapain nunggu Vio segala, makan duluan aja." ucap Viola merenggut.



"Udah lah, ayo kita mulai makan nya sekarang." ucap Antonio.



Akhirnya mereka semua mulai makan dengan hikmat, tanpa ada lagi yang mengeluarkan suara.



Arsen yang masih di kantor segera bersiap untuk pulang dan menjemput Viola di klinik nya, sesuai pesan dari Mama nya dan Mommy Viola yang menginginkan agar mereka memilih cincin pernikahan bersama.


Arsen mau tidak mau harus melakukan nya, karena kemarin dia juga tidak lah menemani Viola fitting gaun pengantin.


"Mau kemana, ini masih sore." ucap Max.


"Memang nya kenapa, ingat yang punya perusahaan adalah aku." jawab Arsen.


"Kamu bukan nya mau cari mangsa baru?" ucap Max.


"Max kau semakin cerewet, sudah lah jangan suka ikut campur urusan ku." jawab Arsen kesal.


"Aku bukan nya mau ikut campur, tapi kamu juga harus ingat bahwa sebentar lagi kamu akan menikahi Viola, aku tidak mau kamu terlalu sering bersama wanita lain, kalau keluarga Kendrich tauh bisa gawat." ucap Max.


"Max aku cuma mau pergi menjemput Viola, untuk membeli cincin nikah, bukan untuk bersama wanita lain seperti yang kau katakan." jawab Arsen menahan kesal.


"Ya itu bagus, setidaknya bertahan lah dulu selama seminggu kedepan untuk tidak bermalam dengan banyak wanita. Aku takut orang suruhan keluarga Kendrich lagi mencari tauh semua tentang mu?" ucap Max.


"Aku pergi." ucap Arsen segera berlalu.


"Ya.." jawab Max singkat.




Viola masih bersantai di dalam ruangan kerja klinik nya, dia tidak mengetahui jika sekarang Arsen tengah dalam perjalanan untuk menjemput nya.



Mommy Ariana mau pun Mama nya Arsen tidak ada yang memberitahu nya, bisa jadi lupa atau memang sengaja biar Viola dan Arsen bisa jalan berdua supaya bisa dekat sebelum mereka menikah.



Pintu ruangan Viola di ketuk, tok..tok..tok.. Bunyinya!



"Siapa?" ucap Viola, tapi tidak ada yang menjawab.



"Aishh... Siapa sih ganggu aja, di panggil juga diam gak bersuara." ucap Viola yang kesal tapi tetap berjalan menuju pintu ruangan nya.



"Ada perlu apa ya, sampai tidak menyebut kan sua...." ucap Viola yang suara nya langsung terhenti seketika melihat pria yang akan menjadi suaminya tengah berdiri tegap di depan nya.



"Aku tidak perduli, cepatlah bersiap. Kita harus membeli cincin pernikahan." ucap Arsen dingin.



"Hah, kenapa sekarang kamu tiba tiba datang kesini. Dan apa tadi yang kamu bilang, cari cincin nikah." ucap Viola.



"Yah, cepat lah bersiap, aku paling tidak suka menunggu lama." teriak Arsen yang sedikit membentak Viola.



"Apa hak mu membentak ku, kalau aku menolak kau juga bisa apa. Kemarin aq menelpon untuk mengajak mu fitting baju pengantin, kamu tidak mengangkat telepon ku dan malah mematikan nya. Aku benar-benar benci itu." ucap Viola yang sedikit meneteskan air mata nya.



"Maafkan aku, kemarin baterai ponsel ku habis, makanya tidak bisa di hubungi." jawab Arsen.



"Sekarang minta maaf, besok ulang lagi, besok lagi. Seenaknya aja bilang minta maaf." ucap Viola.



"Aku sudah minta maaf, terus kenapa kau masih juga nengomel seperti itu, dasar cerewet." ujar Arsen.



"Enak aja bilang aku cerewet, kalo iya memang nya kenapa?" jawab Viola geram.






\*\* Alesya Arabella 🤍