
Viola dan Arsen sudah menempati rumah baru mereka, rumah mewah dua lantai bergaya minimalis modern itu terlihat cozy dan terletak di daerah Jakarta Selatan.
~ Rumah Viola Dan Arsen !
.
.
Viola yang sibuk merapikan pakaian di lemari, langsung menghentikan pekerjaannya saat melihat Arsen bergegas keluar dari rumah dengan terburu-buru.
Viola berlari mengejar Arsen dan memanggilnya...
"Oppa mau kemana?" tanya Viola.
"Sayang aku pergi dulu, ada urusan kantor yang urgent dan membutuhkan aku." jawab Arsen.
"Ohh... Tapi bukankah ini hari libur, biasanya kamu gak pernah mau diganggu dihari seperti ini." tanya Viola.
"Iya aku tauh, tapi kali ini berbeda. Kau jaga rumah, aku pergi dulu. Love you." jawab Arsen lalu mencium bibir Viola sekilas dan langsung segera pergi.
Viola hanya bisa terdiam, bingung dengan apa yang barusan terjadi. Tapi dia tidak mau ambil pusing, dan malah balik membereskan lagi pakaiannya dan pakaian Arsen.
***
Dalam perjalanan nya, Arsen yang sedang menyetir benar benar sudah mulai tidak tenang dan gelisah.
Aline tiba tiba saja menelpon dan mengatakan jika ia sekarang berada di Jakarta, tapi tangisan Aline yang begitu sangat menyedihkan, membuat Arsen tidak tega dan langsung bergegas pergi menemuinya di hotel tempat Aline menginap.
Saat sudah berada diparkiran hotel yang ditujukan Aline, Arsen mulai berlari agar bisa cepat sampai ke kamar Aline. Baru saja Arsen membuka pintu kamar, Aline langsung berlari menghampiri dan memeluknya...
"Kamu datang, terimakasih sudah mau kesini." lirih Aline.
Arsen hanya diam, tidak membalas pelukan dari Aline maupun melepaskan pelukannya. Aline berjinjit memegang wajah Arsen dan berniat untuk mencium bibirnya, tapi kali ini Arsen langsung mendorongnya.
"Hentikan Aline." ucap Arsen dingin.
"Kenapa, bukankah kau masih mencintaiku. Itulah sebabnya kau datang kesini, iya kan." jawab Aline.
"Kau salah paham, aku sudah menikah Aline. Tidak mungkin bagi kita untuk bersama." ucap Arsen.
"Bukankah waktu di Bali kau membalas ciumanku, itu tandanya kau masih mencintaiku dan menginginkan aku kan. Aku pun datang kesini karena aku juga masih sangat mencintaimu dan menginginkan mu." jawab Aline.
"Cukup Aline, tolong berhentilah bicara omong kosong. Aku kesini hanya ingin melihat keadaan mu, itu saja tidak lebih!" bentak Arsen.
"Siapa yang bicara omong kosong, aku bicara kenyataan yang sebenarnya." teriak Aline dengan air mata yang sudah jatuh membasahi wajah cantiknya.
"Jika kau terus seperti ini, aku pulang." ucap Arsen lalu berjalan pergi menuju pintu keluar.
"Arsen tunggu, jangan pergi, ku mohon jangan pergi." lirih Aline.
Arsen yang sudah didepan pintu keluar, menoleh kearah Aline yang sudah sangat berantakan karena terus menangis.
Arsen mendekati Aline lagi, tangannya terulur untuk menghapus air mata yang membasahi wajah Aline.
"Maaf." satu kata maaf lolos begitu saja dari mulut Arsen.
Aline tersenyum senang, dia tauh Arsen masih sangat mencintainya. Tidak peduli walaupun Arsen sudah menikah, Aline tetap akan merebutnya.....
***
Arsen dan Aline sedang menonton televisi, Aline terus saja menyandarkan tubuhnya di dada bidang Arsen. Segala cara akan ia lakukan, untuk bisa membuat Arsen kembali menjadi miliknya.
Jam sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB, Arsen bersiap untuk segera pulang kerumah. Sudah lima jam ia bersama Aline, dan pergi meninggalkan istrinya sendiri.
"Aku harus pulang, kau lebih baik istirahat." ucap Arsen.
"Kenapa buru buru sekali, ini juga belum terlalu malam." jawab Aline.
"Kau lupa, jika aku sudah menikah dan punya keluarga. Tidak mungkin aku akan terus bersamamu disini." ucap Arsen.
"Aku akan menetap di Indonesia, dan aku harap kau bisa membantuku untuk memberikan pekerjaan juga tempat tinggal." ucap Aline.
"Aku akan memberimu pekerjaan dan tempat tinggal, kau juga tinggal pilih mau rumah mewah atau apartemen mewah. Tapi ada satu syarat yang harus kau penuhi." jawab Arsen.
"Apa?" tanya Aline.
"Menjauh lah dari hidupku." Jelas Arsen.
Aline benar benar sangat terkejut, dengan apa yang sudah Arsen katakan. Dia hanya bisa terdiam tanpa berani lagi menjawab perkataan Arsen...
Arsen langsung pergi meninggalkan Aline yang masih termangu, sungguh ia tak menyangka jika syarat yang Arsen minta ialah menjauh dari hidupnya.
.
Bali Indonesia....
Aline yang sudah seminggu berada di Bali Indonesia, tidak pernah menyangka jika akan kembali lagi bertemu Arsen.
Pertemuan kedua mereka setelah lima tahun berpisah, Aline menatap kartu nama Arsen yang tadi diberikannya.
"Pertemuan kedua kami ini, bukanlah suatu kebetulan. Bisa saja pertanda, jika aku dan Arsen memanglah berjodoh. Aku harus cepat sampai ke hotel dan menelpon Arsen?" ucap Aline lalu tersenyum bahagianya...
..."Aku akan segera melupakanmu Lexi, jika Arsen sudah kembali bersamaku. Maka benar benar sudah tidak ada lagi kesempatan bagimu." gumam Aline dalam hati....
***
Arsen sudah meninggalkan ruang meeting, dan tengah melamun didalam kamarnya.
Pikirannya tidak tenang, didalam kepalanya saat ini hanya ada Aline dan Aline. Pertemuan kedua mereka tadi, membuat Arsen terus memikirkannya.
Sampai dering ponsel Arsen membuyarkan semuanya, Arsen merogoh ponsel yang berada disaku jas nya lalu mengangkatnya tanpa melihat lagi siapa yang menelponnya.
"Hem iya, ada apa?" tanya Arsen.
"Arsen ini aku, Aline." jawab Aline.
Arsen langsung bangun dari tempat tidurnya, sangat terkejut ketika yang menelponnya ternyata adalah Aline.
"Aline iya ada apa?" tanya Arsen seperti biasa biasa saja, padahal jantung nya tengah berdetak kencang.
"Bisakah kita bertemu, ada banyak hal yang ingin aku ceritakan." jawab Aline.
"Baiklah, kita akan bertemu dimana?" tanya Arsen.
"Kita bertemu sekarang di kafe Claire." jawab Aline dengan sangat bersemangat.
"Oke." ucap Arsen singkat.
***
Arsen dan Aline sudah bertemu di kafe Claire. Mereka yang awalnya sedikit canggung, kini mulai saling bicara.
"Aku minta maaf Arsen, jika dulu aku meninggalkan mu dan menikah dengan Lexi. Aku terpaksa, karena perusahaan Ayah bangkrut dan membuatku harus menikah dengan Lexi." ucap Aline yang sudah meneteskan air mata.
"Sudahlah Aline, itu sudah lama berlalu. Aku memaafkan mu." jawab Arsen.
"Terimakasih Arsen." ucap Aline.
"Sama sama, aku harus pergi Aline, kita juga hampir dua jam berada disini." jawab Arsen.
"Ohh, apa kau ada pekerjaan?" tanya Aline
"Iya." jawab Arsen singkat.
"Arsen, bisakah kau mengantarku sampai depan pintu kamar?" tanya Aline.
"Sepertinya tidak bisa, aku harus segera pergi karena Max sudah menungguku." jawab Arsen.
"Hotel tempat ku menginap berada di seberang jalan ini saja, tidak jauh kok. Hanya kali ini, mau ya." ucap Aline.
"Oke baiklah." jawab Arsen.
Arsen dan Aline langsung keluar dari kafe Claire, dan menuju ke hotel xxxx tempat Aline menginap.
Saat Arsen sudah mengantar Aline di depan pintu kamar hotelnya, Aline langsung menarik Arsen kedalam kamar dan mencium paksa bibirnya.
Arsen yang awalnya hanya diam saja, kini mulai membalas ciuman Aline. Ciuman yang awalnya lembut kini sudah berubah panas.
Aline menginginkan lebih dari hanya sekedar berciuman dengan Arsen, saat ia mulai melepaskan kemeja Arsen. Arsen langsung tersadar dan mendorongnya...
"Hentikan." ucap Arsen dengan sangat dingin, dan langsung pergi meninggalkan Aline.
.
* Flashback Off
"Argggh sialan, kau milikku Arsen, mana mungkin aku menjauhi mu, aku tidak mau sampai kapan pun tidak mau." ucap Aline yang benar benar sangat kesal.
•
•
•
•
** TBC **
Hallo semuanya mohon bantuan nya dengan cara like, komen, vote dan follow ya sayangku. See you all ❤️