Oppa Lee I Love You

Oppa Lee I Love You
Rindu Viola



Malam hari diruang keluarga rumah Kendrich, Mommy dan Daddy Viola sedang menonton acara televisi. Tetapi tidak ada siaran yang menarik, sampai akhirnya Mommy Ariana menghembuskan nafasnya kasar...


"Huhhh....Rumah ini terasa sangat sepi semenjak Viola menikah. Apalagi sekarang Sean juga semakin sibuk, semenjak kamu mulai pensiun." ucap Ariana.


"Hem... Kamu rindu Viola." jawab Antonio.


"Yaa, honey juga kan." ucap Ariana.


"Bagaimana jika kita datang ke apartemen Viola." ucap Antonio.


"Ide bagus, kita buat kejutan untuk Viola dan Arsen." ucap Ariana senang.


"Ayo, segeralah bergegas, lalu kita pergi." ucap Antonio.


"Ohh... Baiklah." jawab Ariana.


Memang semenjak Dad Antonio pensiun, semua urusan perusahaan dipegang oleh Sean. Itulah sebabnya Sean pun jadi tidak bisa sering berada dirumah, saat kedua orangtuanya telah tertidur terkadang Sean baru pulang.


Pekerjaan yang selalu sibuk, mengharuskan Sean sering keluar kota bahkan keluar negeri. Maka dari itu Dad Antonio dan Mommy Ariana sering merasa kesepian, doa selalu mereka panjatkan agar Viola cepat diberikan keturunan dan bisa menemani hari hari tua mereka yang terasa sepi...


"Sudah selesai." ucap Antonio.


"Sudah, ayo cepat kita pergi." jawab  Ariana.



Dad Antonio mengendarai sendiri mobil nya, sudah lama juga dia tidak berduaan dengan istri tercintanya.



Saat berada didalam mobil, Antonio menyetel lagu tembang kenangan, mereka berdua bernyanyi dan tertawa bersama sambil mengenang masa masa mereka berpacaran dahulu.



"Kita sudah sampai." ucap Antonio tersenyum.



"Mengapa terasa sangat cepat." jawab Ariana yang juga tersenyum.



Dad Antonio dan Mommy Ariana, berjalan dan bergandengan bersama menuju unit apartemen Viola dan Arsen.



Viola dan Arsen tengah menonton televisi bersama, Arsen yang tiduran di paha Viola asyik memainkan dada Viola yang membuat nya gemas.


Viola yang kesal dengan tingkah Arsen, langsung menepis tangan nya.


"Aduh, sakit sayang." ucap Arsen.


"Makanya, punya tangan tuh bisa gak sih dijaga." jawab Viola.


"Sama istri sendiri ya gapapa lah, apa sayang mau kalo aku sama semua wanita, seperti dulu lagi. Hem..." ucap Arsen.


Viola langsung melotot kan matanya dan melemparkan bantal sofa kemuka Arsen. Tapi dengan cepat Arsen langsung menangkisnya dan memegang tangan Viola.


"Lepasin tangan aku." ucap Viola.


"Sayang, kamu udah selesai kan tamu bulanan nya." ucap Arsen.


"Iyaaa." jawab Viola.


"Berarti boleh ya sekarang." ucap Arsen.


"Hem..." jawab Viola.


Arsen langsung saja menggendong Viola menuju kamar mereka. Baru saja akan membuka pintu kamar, terdengar bel berbunyi.


"Oppa ada orang tuh didepan." ucap Viola.


"Siapa sih ganggu aja." jawab Arsen.


"Tunggulah dikamar, aku buka dulu." ucap Arsen, yang menurunkan Viola dari gendongan nya.


"Iya." jawab Viola.


Saat membuka pintu apartemennya, terlihat lah kedua orang tua Viola yang tengah berdiri di depan pintu sambil tersenyum.


"Dad, Mom, kalian datang, oh silahkan masuk." ucap Arsen dengan tersenyum, padahal sebenarnya dia menyembunyikan keterkejutannya.


"Terimakasih nak, maafkan kita berdua bertamu malam begini." ucap Mom Ariana.


"Ohh...Gapapa mom, kami pun tentu sangat senang." jawab Arsen.


"Viola ada kan." ucap Dad Antonio.


"Ada Dad, aku akan panggilkan dulu." jawab Arsen.


"Oppa, kenapa lama sekali. Tadi udah gak sabaran, mau ehem ehem. Aku udah siap nih." teriak Viola, yang membuat Arsen terkejut sekaligus tersipu malu. Kemudian menoleh kedua mertuanya yang malah tertawa cekikikan.


Arsen langsung berlari menuju kamar dan menutup nya cepat.


"Sepertinya kita datang diwaktu yang kurang tepat honey." ucap Antonio.


"Sepertinya memang begitu." jawab Ariana.


"Sayang, kenapa kamu harus berteriak seperti itu." ucap Arsen.


"Memangnya kenapa, kan ini didalam apartemen kita. Lagian gak ada orang lain, selain kita berdua kan." jawab Viola.


"Sayang didepan ada Mommy dan Daddy mu." ucap Arsen.


"Apa." teriak Viola.


"Cepat ganti bajumu, terus ayo kita keluar." ucap Arsen. Yang memperlihatkan baju tidur Viola yang terlihat sangat sexy.


"Oke." jawab Viola. yang langsung berlari mengganti lingerie nya.




Viola, Arsen, Dad Antonio dan Mommy Ariana tengah makan malam bersama. Mereka makan sekalian bersenda gurau.



"Vio, Dad dan Mommy mu senang karena sudah bisa melepaskan rindu kami kepadamu dan Arsen." ucap Dad Antonio.



"Dad, Vio juga rindu sama kalian. Mudah mudahan, malam minggu nanti kami bisa tidur dirumah, ya kan Oppa." ucap Viola kepada Arsen.



Arsen hanya menganggukkan kepalanya saja, tanda dia menyetujuinya...



"Ohh benarkah sayang, mommy dan Dad akan masak banyak untuk kalian berdua." jawab Ariana.



"Ya mom terimakasih." ucap Viola dan Arsen, yang tersenyum bersama.



Mereka bersama melepaskan kerinduan dan cerita yang tiada habisnya, sampai tanpa menyadari jika jam sudah menunjukkan pukul 22.00 malam, Mom Ariana dan Dad Antonio akhirnya pamit untuk segera pulang.



"Sayang Mommy sama Daddy pulang dulu ya, kami tunggu malam minggu nanti." ucap Ariana.



"Ya mom, Dad kalian hati hati dijalan." ucap Viola, yang memeluk dan mencium mommy nya.



Dad Antonio juga ikut memeluk Viola, melepaskan kerinduan kepada putri yang selalu di anggapnya gadis kecil itu.



"Dad pulang, Jaga Viola, tegurlah dia jika dia salah." ucap Antonio.



"Ya dad, See you." jawab Arsen.



"See you again." ucap Antonio.








\*\* See you all ❤️