
Arsen tengah berada di ruangan khusus tempat minuman, terdapat Mini Bar Yang menyediakan berbagai macam merk wine mahal, yang di import dari berbagai negara.
Arsen memegang satu gelas wine dan langsung menenggak nya hingga habis, yang dia ingat malam ini tepat lima tahun yang lalu, adalah hari bahagianya karena bertunangan dengan kekasihnya Aline.
Dan jika pernikahan itu memang benar benar terjadi, seharusnya sekarang dia dan Aline sudah mempunyai anak yang berusia empat tahun lebih, sayangnya itu tidak pernah terjadi.
"Aaarrrrghhhh....!" teriak Arsen yang benar benar sangat kesal.
Arsen melemparkan gelas kosong yang tengah di pegang nya, sampai hancur berkeping-keping.
"Kenapa, kenapa kamu memilih pergi bersamanya Aline, bukankah selama ini kamu hanya mencintai aku. Kita sudah bersama selama enam tahun dan itu bukan waktu yang sebentar, apa alasan mu meninggalkan aku Aline." tanya Arsen pada sebuah bingkai foto seorang wanita cantik yang tengah dipegangnya.
"Aku terlalu mencintaimu Aline, Hingga aku tidak pernah bisa melupakan mu sedikit pun sampai detik ini." lirih Arsen.
"Aku melampiaskan kekecewaan dan kebencian ku ke pada semua wanita yang memujaku, mencintaiku, dan menyayangi ku. Tapi sayangnya aku hanya meniduri mereka dan tidak berniat untuk menjalin hubungan serius lagi, setelah kamu meninggalkan aku Aline." ucap Arsen.
"Aku benci semua ini Aline, aku membenci semua wanita yang tergila-gila padaku dan memuja ku. Jika bisa mempunyai permintaan satu saja, aku hanya minta kembali lah pada ku Aline." pinta Arsen dengan air mata yang sudah jatuh berderai membasahi wajah tampan nya.
***
Papa dan Mama Arsen, juga Sandra. Tengah memperhatikan Arsen dan berdiri di balik pintu mini bar tempat Arsen menangis, mereka hanya terdiam saja melihat Arsen selalu seperti itu setiap tahunnya. Mereka sangat tauh kisah cinta Arsen dan Aline yang hanya Sisa kenangan saja...
"Ma, Sandra ayo kita pergi, kalo kita masih terus disini, Arsen bisa tauh dan melihat kita. Arsen sekarang tengah dalam keadaan rapuh, biarkanlah seperti itu dulu. Dia cuma mengingat masa lalunya saja, besok pagi pasti sudah kembali seperti semula." jelas Papa Joon.
Sandra juga bersedih dan hanya bisa menghela nafas panjang nya, melihat nasib Kakak nya yang jadi seperti itu, setelah di tinggalkan begitu saja oleh kak Aline.
"Bersabarlah sebentar lagi Kak, aku yakin suatu hari nanti akan ada seorang wanita yang jauh lebih cantik dari kak Aline yang sangat mencintai mu dengan begitu tulus, sampai kamu lupa betapa sakitnya hati mu seperti saat ini." ucap Sandra sendu.
Arsen yang kelelahan menangis, akhirnya tertidur di mini bar itu sambil memeluk foto Aline sampai pagi menjelang...
***
Pagi harinya....
"Morning all," sapa Arsen.
Arsen langsung duduk di kursi makan yang sudah ada Mama, Papa nya dan juga Sandra. Benar kata Papa Joon semalam, Arsen akan seperti biasa lagi keesokan harinya, seperti tidak pernah terjadi apa apa.
Akhirnya, Papa Joon, Mama Gina dan Sandra serempak menjawab sapaan Arsen.
"Ma, Pa hari ini sampai seminggu kedepan Arsen akan cuti, semua urusan perusahaan akan di urus Max. Arsen akan pergi berlibur ke Bali, sekalian ngecek pembangunan Resort baru disana." jelas Arsen.
"Yaa berlibur lah dengan tenang, apapun itu jika bisa membuatmu tidak bersedih lagi Papa akan menerima. Sudah 5 tahun kamu juga tidak pernah liburan selama menetap disini, jaga dirimu baik-baik berlibur lah dengan bahagia." jawab Papa Joon.
Sandra dan mama gina, juga ikut menyemangati Arsen!
"Semangat sayangku," ujar mama Gina.
"Semangat kakak ku yang tampan dan sempurna, tersenyum lah. Aku akan berdoa semoga selama seminggu di Bali kamu bisa bertemu jodoh mu, dan setelahnya segeralah menikah, usiamu itu sudah tua." oceh Sandra
Arsen akhirnya terkekeh dengan apa yang dikatakan oleh adiknya itu...
"Mana mungkin dalam waktu yang hanya seminggu bisa langsung bertemu jodoh, ngarang kamu dek. Terus tadi apa kamu bilang? Kakak Tua, bukan tua adek ku sayang tetapi matang, ingat itu." kilah Arsen.
"Apa yang tidak mungkin, jika tuhan sudah menghendaki pasti bisa Kakak ku sayang." jelas Sandra.
Arsen tidak menjawab lagi omongan Sandra, dia sudah selesai sarapan dan segera naik lagi ke kamarnya untuk berkemas.
Papa Joon dan Mama Gina hanya diam dan tetap menikmati makanan mereka.
•
•
•
•
•
•
•
•
~ Selamat membaca sayang ku ❤️